detikfinance

Jumlah Kekurangan Hunian di RI Naik Jadi 21,7 Juta Rumah

Suhendra - detikfinance
Jumat, 31/08/2012 13:50 WIB
http://us.images.detik.com/content/2012/08/31/1016/133955_properti55.jpg
Jakarta - Jumlah back log atau kurangnya pasokan rumah jauh di bawah kebutuhan riil, tahun ini diperkirakan akan mencapai 21,7 juta unit rumah. Padahal tahun-tahun sebelumnya angka back log hanya mencapai 13,6 juta.

"Tahun 2012 merupakan titik nadir buruknya kinerja pemerintah dalam hal mengurangi back log perumahan nasional. Back log perumahan sebesar 13,6 juta unit diperkirakan akan melonjak di tahun 2012 menjadi 21,7 juta unit rumah," kata Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda, dalam situs resminya, Jumat (31/8/2012)

Ali menuturkan menumpuknya back log ini disebabkan oleh menurunnya kinerja pemerintah dalam memberikan akses masyarakat berpenghasilan rendah untuk memiliki rumah. Menurutnya program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) atau KPR subsidi seharusnya menjadi salah satu harapan masyarakat masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) ternyata tidak berjalan dengan baik.

"Penghentian sementara FLPP pada Januari 2012 menjadi salah satu langkah Kementerian Perumahan Rakyat yang dianggap tidak pro pasar sehingga memberikan dampak stagnasi pasar selama 3 bulan," katanya.

Terhentinya penyaluran FLPP awal tahun ini, diperparah dengan adanya pembatasan rumah FLPP dengan batasan untuk rumah di atas tipe 36 sesuai dengan UU No.1 Tahun 2011 soal Perumahan dan Kawasan Pemukiman Pasal 22 (3) sehingga membatasi ruang gerak penyaluran FLPP.

"Masuknya beberapa bank untuk mendukung program FLPP pun tidak memberikan hasil yang optimal," katanya.

Berdasarkan data IPW, penyaluran FLPP tahun 2011 mencapai Rp 3,7 triliun dengan jumlah 109.592 unit dan meningkat sangat tinggi dibandingkan tahun 2010 yang hanya mencapai Rp 242 miliar dengan jumlah 7.959 unit. BTN menyalurkan 99,8% dari jumlah unit atau sebesar 93,5% dari total nilai penyaluran FLPP.


(hen/dnl)

Sponsored Link


Komentar (0 Komentar)

     atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        
    Twitter Recommendation
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 17/04/2013 12:45 WIB
      Wawancara Direktur Komersial AirAsia
      Penerbangan adalah Bisnis yang Seksi
      PT Indonesia AirAsia adalah maskapai murah paling dikenal di Indonesia. Direktur Komersial Indonesia AirAsia Bernard Francis menilai penerbangan adalah bisnis yang seksi.
    • Gb Rabu, 15/05/2013 13:51 WIB
      Prospek Saham di Tahun Politik 2014
      Indonesia akan memasuki tahun politik di 2014 nanti menjelang Pemilu. Bagaimana prospek saham di tahun tersebut?


    Online Trading Academy Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Nullam eu justo lacus. Phasellus pulvinar ullamcorper congue. Vivamus porttitor, justo sit amet luctus pretium, leo purus eleifend ligula, vitae elementum dolor turpis consectetur eros.
    REGISTRASI OTA
    MustRead close