detikfinance

SBY Harus Bikin Gerakan Nasional Pembasmian Penyelundupan BBM Subsidi

Wahyu Daniel - detikfinance
Sabtu, 08/09/2012 15:15 WIB
//images.detik.com/content/2012/09/08/1034/144925_spbuswalayan2.jpg Foto: Dok. detikFinance
Jakarta -Kuota atau jatah BBM subsidi di Jakarta dan beberapa daerah makin tipis dan segera habis karena konsumsi tinggi. Ini karena BBM subsidi jatuh ke pihak yang tak berhak.

Anggota Komisi VII DPR Satya W. Yudha meminta pemerintah serius untuk mencegah BBM subsidi digunakan oleh pihak yang tak berhak, khususnya industri yang seharusnya menggunakan BBM non subsidi. Setiap tahun kuota BBM subsidi selalu jebol karena diselundupkan untuk kendaraan industri.

"Kami ingin Presiden SBY membuat gerakan nasional pembasmian penyelundupan BBM subsidi. Selama ini banyak kebocoran BBM subsidi," tegas Satya kepada detikFinance, Sabtu (8/9/2012).

Satya meminta pemerintah dengan tegas bisa membasmi kebocoran-kebocoran konsumsi BBM subsidi ini. Sehingga dana yang dikeluarkan untuk subsidi tidak sia-sia dan tepat sasaran.

"Ini menjadi keprihatinan kami. Kalau sekarang kuota akan habis dan pemerintah minta penambahan, itu bukan sesuatu yang susah. Masalahnya sekarang, kita tidak mau BBM subsidi digunakan pihak yang tidak berhak. Berapa pun kuota yang ditambahkan pasti akan habis. Masih banyak orang kaya menerima subsidi," tutur Satya.

Sebelumnya, Menteri ESDM Jero Wacik mengatakan, pemerintah akan mengajukan tambahan kuota BBM subsidi sebesar 4 juta kiloliter ke DPR. Hal ini harus disetujui DPR, karena jika tidak masyarakat kelas bawah pengguna sepeda motor tak bisa menikmati BBM subsidi sampai akhir tahun.

Menanggapi ini, Satya mengatakan, DPR meminta pemerintah bisa lebih tegas untuk mencegah kebocoran konsumsi BBM subsidi. "Berapapun kuota yang ditambahkan, mau 4 juta kiloliter, 6 juta kiloliter, atau 7 juta kiloliter pasti akan habis. Karena kebocoran tersebut," ucap Satya.


(dnl/wep)





Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com


“Mau berinvestasi di pasar modal ? Mega Online Trading adalah solusinya”

www.megaonlinetrading.com

Info Lebih Lanjut