detikfinance

Boediono: Naik Turunnya Negara Itu Selalu Terlihat dari Pasang Surutnya Keuangan

Ramdhania El Hida - detikfinance
Selasa, 11/09/2012 10:35 WIB
Jakarta - Wakil Presiden (Wapres) Boediono menegaskan keuangan negara merupakan sesuatu yang sangat penting dalam kehidupan bangsa. Sejarah membuktikan banyak negara yang hancur karena tidak mampu mengelola keuangan negaranya dengan baik.

"Dalam sejarah dunia, naik turunnya kerajaan, negara itu selalu terlihat dari pasang surutnya keuangan negara. Dari zaman Romawi, income-nya tinggi tapi lama kelamaannya menyurut, keuangan negara runtuh dari kekuatan politiknya," ujar Boediono ketika membuka Rakernas Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Tahun 2012 di Gedung Dhanapala, Jakarta, Selasa (11/9/2012).

Misalnya negara-negara di Eropa pada masa Revolusi hingga sekarang. Boediono menyatakan kekuatan negara runtuh akibat keuangan negara yang mengalami keruntuhan terlebih dahulu.

"Prancis, awalnya Raja Louis ingin menerapkan pajak, yang tidak diterima rakyat, ada yang bilang dia terlalu royal, penerimaan kurang, itu mengakibatkan revolusi. Revolusi AS juga begitu, pengenaan pajak pada wajib pajak, itu meletus jadi revolusi yang besar sekali. Jerman jatuh di tangan Hitler karena masalah keuangan negara, akibat utang yang luar biasa, bayar utang akibat kerugian perang dunia. Akhir-akhir ini di Eropa juga karena masalah keuangan negara," paparnya.

Untuk itu, lanjut Boediono, semua instansi pemerintahan baik di pusat maupun di daearh perlu meningkatkan kualitas laporan keuangan. Dengan demikian, pada tahun 2014 seluruh instansi pemerintah bisa mendapatkan laporan keuangan bisa mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK.

"Saya garis bawahi meningkatkan, karena pemerintah menargetkan 2014 instansi di pusat 100 persen WTP. Masih ada ruang untuk kita kejar. Daerah kalau tidak salah kita menargetkan 60 persen WTP pada 2014. Sekarang masih banyak yang perlu kita kejar," ujarnya.

Meskipun, lanjut Boediono, WTP bukan tahap akhir dari siklus keuangan negara. Siklus itu mulai dari perencanaan sampai pelaporan. Satu siklus utuh yang harus ditingkatkan kualitasnya.

"Tidak menjadi akhir tugas kita kalau WTP sudah tercapai. Kita harus pastikan apakah anggaran sudah tepat sasaran, apakah sudah cost effective, apakah sudah akuntabel," pungkasnya.



(nia/hen)

Sponsored Link


Komentar (0 Komentar)

     atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        
    Twitter Recommendation
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 17/04/2013 12:45 WIB
      Wawancara Direktur Komersial AirAsia
      Penerbangan adalah Bisnis yang Seksi
      PT Indonesia AirAsia adalah maskapai murah paling dikenal di Indonesia. Direktur Komersial Indonesia AirAsia Bernard Francis menilai penerbangan adalah bisnis yang seksi.
    • Gb Rabu, 15/05/2013 13:51 WIB
      Prospek Saham di Tahun Politik 2014
      Indonesia akan memasuki tahun politik di 2014 nanti menjelang Pemilu. Bagaimana prospek saham di tahun tersebut?


    Online Trading Academy Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Nullam eu justo lacus. Phasellus pulvinar ullamcorper congue. Vivamus porttitor, justo sit amet luctus pretium, leo purus eleifend ligula, vitae elementum dolor turpis consectetur eros.
    REGISTRASI OTA
    MustRead close