Nasib Uni Eropa Ada di Tangan Pria Ini
Selasa, 11/09/2012 15:37 WIB
Foto: Reuters
Brussels - Angela Merkel mungkin adalah wanita paling berkuasa di Eropa, tapi pekan ini rencana sang kanselir untuk menyelamatkan Uni Eropa berada di tangan Andreas Vosskuhle. Siapa dia?
Dia adalah hakim Mahkamah Agung yang juga dikenal sebagai pria paling berkuasa di Jerman. Dalam putusan dengan ramifikasi global, Mahkamah Agung diperkirakan akan meloloskan dana bailout Uni Eropa dan pakta anggaran pada hari Rabu ini.
Meski sebagian besar pakar hukum memperkirakan Mahkamah Agung masih punya syarat-syarat lain untuk menunjukkan bahwa parlemenlah yang mengendalikan anggaran Jerman.
Bagaimana pun juga, pengadilan sedang memeriksa apakah harus menunda putusan yang telah lama dinanti itu pada Senin siang mengikuti tantangan hukum baru. Pembuat UU dari partai Konservatif-nya Merkel melontarkan keluhan baru kepada pengadilan.
Keputusan mengenai masalah ini akan ditindaklanjuti pada hari Selasa, kata seorang jurubicara pengadilan seperti dilansir dari CNBC (11/9/2012). Pakar hukum mengatakan sepertinya tidak mungkin mencegah voting untuk dimajukan ke Rabu.
Putusan yang dijadwalkan Rabu itu akan menguji otoritas pengadilan dan Vosskuhle, ketua termuda yang pernah ada dalam sejarah MA Jerman. Pria pragmatis berusia 48 tahun itu harus menyeimbangkan antara pertanyaan teoritis berat dengan konsekuensi dunia nyata yang luar biasa besar mengenai isu tersebut.
“Tekanannya berat, dia tahu itu. Tapi baginya, ini bagian dari pekerjaan yang dia hadapi dengan sangat serius,” kata salah satu rekannya. Dia juga menambahkan kalau keterbukaan pragmatis Vosskuhle menjadi modal bagus baginya untuk mendamaikan pandangan kompetitif apa pun dari kedelapan hakim 'setara diva' yang mengurus kasus ini.
Prinsip bahwa parlemen punya otoritas tertinggi sangat fundamental bagi konstitusi pasca Nazi yang dirancang untuk memastikan Jerman tidak pernah lagi mengingkari hak-hak demokratis. Pengadilan Vosskuhle sudah berulang kali memanggil pemerintahan Merkel untuk menjelaskan apakah perjanjian Uni Eropa melanggar aturan ini atau tidak.
Tapi Vosskuhle juga menyadari taruhan para politisi yang mati-matian ingin menjaga alat yang mereka percaya dibutuhkan untuk melawan krisis utang. Juga taruhan bagi pasar finansial yang pastinya akan panik jika dana darurat euro diblokir.
Survey menunjukkan Jerman percaya para hakim akan mengambil putusan yang benar. Pakar hukum memperkirakan pengadilan itu akan memungkinkan Merkel meloloskan kebijakannya sembari menetapkan batasan untuk ke depannya.
Pengadilan harus menetapkan apakah pemerintah bisa memasukkan Jerman ke dana European Stability Mechanism yang ditujukan untuk menyediakan pendanaan bailout bagi negara zona euro yang lebih lemah dan pakta fiskal yang memberi Belgia otoritas mengenai defisit.
Vosskuhle telah mengindikasikan bahwa Merkel telah mengusahakan semaksimal mungkin mengenai apa yang bisa dilakukan tanpa harus ada perubahan bersejarah dalam konstitusi.
Dalam sebuah wawancara media setahun lalu, Vosskuhle mengatakan keleluasaan Jerman untuk mengganti kekuatan di institusi-institusi Uni Eropa di Brussels sepertinya sebagian besar sudah habis.
(ang/ang)
Dia adalah hakim Mahkamah Agung yang juga dikenal sebagai pria paling berkuasa di Jerman. Dalam putusan dengan ramifikasi global, Mahkamah Agung diperkirakan akan meloloskan dana bailout Uni Eropa dan pakta anggaran pada hari Rabu ini.
Meski sebagian besar pakar hukum memperkirakan Mahkamah Agung masih punya syarat-syarat lain untuk menunjukkan bahwa parlemenlah yang mengendalikan anggaran Jerman.
Bagaimana pun juga, pengadilan sedang memeriksa apakah harus menunda putusan yang telah lama dinanti itu pada Senin siang mengikuti tantangan hukum baru. Pembuat UU dari partai Konservatif-nya Merkel melontarkan keluhan baru kepada pengadilan.
Keputusan mengenai masalah ini akan ditindaklanjuti pada hari Selasa, kata seorang jurubicara pengadilan seperti dilansir dari CNBC (11/9/2012). Pakar hukum mengatakan sepertinya tidak mungkin mencegah voting untuk dimajukan ke Rabu.
Putusan yang dijadwalkan Rabu itu akan menguji otoritas pengadilan dan Vosskuhle, ketua termuda yang pernah ada dalam sejarah MA Jerman. Pria pragmatis berusia 48 tahun itu harus menyeimbangkan antara pertanyaan teoritis berat dengan konsekuensi dunia nyata yang luar biasa besar mengenai isu tersebut.
“Tekanannya berat, dia tahu itu. Tapi baginya, ini bagian dari pekerjaan yang dia hadapi dengan sangat serius,” kata salah satu rekannya. Dia juga menambahkan kalau keterbukaan pragmatis Vosskuhle menjadi modal bagus baginya untuk mendamaikan pandangan kompetitif apa pun dari kedelapan hakim 'setara diva' yang mengurus kasus ini.
Prinsip bahwa parlemen punya otoritas tertinggi sangat fundamental bagi konstitusi pasca Nazi yang dirancang untuk memastikan Jerman tidak pernah lagi mengingkari hak-hak demokratis. Pengadilan Vosskuhle sudah berulang kali memanggil pemerintahan Merkel untuk menjelaskan apakah perjanjian Uni Eropa melanggar aturan ini atau tidak.
Tapi Vosskuhle juga menyadari taruhan para politisi yang mati-matian ingin menjaga alat yang mereka percaya dibutuhkan untuk melawan krisis utang. Juga taruhan bagi pasar finansial yang pastinya akan panik jika dana darurat euro diblokir.
Survey menunjukkan Jerman percaya para hakim akan mengambil putusan yang benar. Pakar hukum memperkirakan pengadilan itu akan memungkinkan Merkel meloloskan kebijakannya sembari menetapkan batasan untuk ke depannya.
Pengadilan harus menetapkan apakah pemerintah bisa memasukkan Jerman ke dana European Stability Mechanism yang ditujukan untuk menyediakan pendanaan bailout bagi negara zona euro yang lebih lemah dan pakta fiskal yang memberi Belgia otoritas mengenai defisit.
Vosskuhle telah mengindikasikan bahwa Merkel telah mengusahakan semaksimal mungkin mengenai apa yang bisa dilakukan tanpa harus ada perubahan bersejarah dalam konstitusi.
Dalam sebuah wawancara media setahun lalu, Vosskuhle mengatakan keleluasaan Jerman untuk mengganti kekuatan di institusi-institusi Uni Eropa di Brussels sepertinya sebagian besar sudah habis.
(ang/ang)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Minggu, 19/05/2013 11:45 WIB
Dalam 6 Bulan Harga Satu Ruko Mewah di BSD Naik Rp 3 Miliar Lebih
-
Minggu, 19/05/2013 10:49 WIB
Batik Air Resmi Buka Penerbangan Jakarta-Bali
-
Minggu, 19/05/2013 10:32 WIB
PLN Bangun 2 Pembangkit Listrik Mikro Hidro di Tepi Danau Toba
-
Sabtu, 18/05/2013 17:35 WIB
Harga BBM Belum Naik, Harga Asbes, Cat, dan Pipa Sudah Naik
-
Sabtu, 18/05/2013 16:04 WIB
Gita Wirjawan: Jangan Sampai 20 Tahun Lagi Kita Masih Beli HP China
-
Minggu, 19/05/2013 10:49 WIB
Batik Air Resmi Buka Penerbangan Jakarta-Bali
-
Minggu, 19/05/2013 10:32 WIB
PLN Bangun 2 Pembangkit Listrik Mikro Hidro di Tepi Danau Toba
-
Sabtu, 18/05/2013 15:55 WIB
Gita Wirjawan: Jangan Sampai 20 Tahun Lagi Kita Masih Beli HP China
-
Sabtu, 18/05/2013 12:23 WIB
Ini 2 Negara Pemborong Emas Terbesar di Dunia
-
Sabtu, 18/05/2013 11:44 WIB
Cerita Gita Wirjawan Temui Hillary Clinton Karena Sawit RI Ditolak AS
-
68 Komentar
-
65 Komentar
-
50 Komentar
-
48 Komentar
-
45 Komentar
-
Rabu, 17/04/2013 12:45 WIB
Wawancara Direktur Komersial AirAsia
Penerbangan adalah Bisnis yang Seksi
PT Indonesia AirAsia adalah maskapai murah paling dikenal di Indonesia. Direktur Komersial Indonesia AirAsia Bernard Francis menilai penerbangan adalah bisnis yang seksi.
-
Rabu, 15/05/2013 13:51 WIB
Prospek Saham di Tahun Politik 2014
Indonesia akan memasuki tahun politik di 2014 nanti menjelang Pemilu. Bagaimana prospek saham di tahun tersebut?
-
Sabtu, 18/05/2013 11:27 WIB
Pagi-pagi, Gita Wirjawan Beri Kuliah Mahasiswa dan Alumni IPB di Hotel Hyatt
Menteri Perdagangan Gita Wirjawan di pagi in imemberi kuliah umum kepada mahasiswa dan alumni program pasca sarjana Manajemen dan Bisnis Institut Pertanian Bogor (IPB).
Online Trading Academy
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Nullam eu justo lacus. Phasellus pulvinar ullamcorper congue. Vivamus porttitor, justo sit amet luctus pretium, leo purus eleifend ligula, vitae elementum dolor turpis consectetur eros.
REGISTRASI OTA
MustRead
close
-
Sabtu, 18/05/2013 12:23 WIB WIB
Ini 2 Negara Pemborong Emas Terbesar di Dunia
-
Sabtu, 18/05/2013 11:44 WIB WIB
Cerita Gita Wirjawan Temui Hillary Clinton Karena Sawit RI Ditolak AS
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








