detikfinance

BPH Migas Cium Pencurian BBM Subsidi yang Dibekingi Oknum Jenderal Bintang Satu

Rista Rama Dhany - detikfinance
Selasa, 11/09/2012 16:13 WIB
BPH Migas Cium Pencurian BBM Subsidi yang Dibekingi Oknum Jenderal Bintang Satu Foto: Dok. detikFinance
Jakarta -Badan Pengatur Kegiatan Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mengungkapkan, banyaknya BBM subsidi khususnya solar yang diselundupkan ke industri dan Pertambangan. Bahkan pencurian tersebut berlangsung lama dan dibekingi oknum Jenderal TNI bintang 1 dan 3 Kolonel.

Dikatakan Direktur BBM BPH Migas Djoko Iswanto, penyaluran BBM subsidi khususnya di Sumatera dan Kalimantan banyak dicuri dan diselundupkan ke industri, nelayan, pertambangan, serta perkebunan.

"Banyak dicuri BBM subsidi kita, aksi penyelundupan marak karena dibekingi oknum TNI dan Polri," kata Djoko ketika ditemui di Kantornya, Selasa (11/9/2012).

"Aksi pencurian BBM (subsidi) seperti di Sumatera itu dibekingi oleh Jenderal TNI bintang satu, dan ada juga dibekingi 3 oknum Kolonel TNI," ujar Djoko.

Namun Djoko tidak mau memberitahukan nama-nama oknum TNI tersebut. Namun, BPH Migas pasti akan menangkap dan menciduk siapa pun yang ketahuan melanggar dengan menyelewengkan BBM subsidi.

"Oknum-oknum (Jenderal dan Kolonel) tersebut berhasil kita tangkap dan ciduk dan saat ini sudah dipecat dari satuannya. Para oknum tersebut kebanyakan kami tangkap saat melakukan aksinya. Pasalnya kalau tanpa ada bekingan oknum aparat, sulit dilakukan penyelundupan apalagi hingga lintas daerah seperti banyak terjadi di Sumatera dan Kalimantan," ungkapnya.

Berdasarkan data BPH Migas, kasus penyalahgunaan BBM subsidi dari Januari-Desember 2012 terjadi sekitar 305 kasus dengan jumlah barang bukti sebanyak 1.100.718,06 liter. Jumlah ini meningkat tinggi pada Januari-Juli 2012 sebanyak 396 kasus dengan jumlah barang bukti BBM 1.037.923 liter.

Seperti diketahui, dari data Pertamina, realisasi konsumsi BBM subsidi sampai 30 Agustus 2012 adalah:
  • Premium: Dari kuota 16,185 juta kiloliter (KL), realisasi konsumsinya 18,441 juta KL atau kelebihan 14%
  • Solar: Dari kuota 9,138 juta KL, realisasi konsumsinya 10,065 juta KL atau kelebihan 10%
  • Kerosene (minyak tanah): Dari kuota 923.052 KL, realisasi lebih rendah yaitu 793.154 KL
(rrd/dnl)





Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Boediono: Kondisi Beda dengan 1997/1998 dan 2008 Rabu, 26/08/2015 07:44 WIB
    Wawancara Khusus
    Boediono: Kondisi Beda dengan 1997/1998 dan 2008
    Pemikiran-pemikirannya soal kebangsaan dan ekonomi masih melekat, Boediono terus mengikuti perkembangan ekonomi terkini, di dalam maupun luar negeri.‎


“Mau berinvestasi di pasar modal ? Mega Online Trading adalah solusinya”

www.megaonlinetrading.com

Info Lebih Lanjut