detikfinance

Wah, Mal Baru Bakal Dibangun di Bekasi

Herdaru Purnomo - detikfinance
Rabu, 12/09/2012 11:16 WIB
http://us.images.detik.com/content/2012/09/12/1016/111410_kingsofprusia.jpg
Jakarta - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menyalurkan kredit investasi senilai Rp 250 miliar kepada PT Metropolitan Land Tbk (Metland). Fasilitas kredit tersebut digunakan untuk membiayai pembangunan pusat perbelanjaan Grand Metropolitan di kawasan Bekasi.

Direktur Corporate Banking Bank Mandiri Fransisca Nelwan Mok mengatakan properti merupakan sektor yang sangat menjanjikan seiring membaiknya tingkat kesejahteraan masyarakat.

"Pada segmen kelas menengah, misalnya, kebutuhan hunian yang modern, lengkap dan terintegrasi dengan pusat perbelanjaan terus meningkat. Inilah salah satu alasan kami menjadikan properti sebagai salah satu sektor yang prospektif untuk pembiayaan ke depan," kata Fransisca dalam siaran persnya, Rabu (12/9/2012).

Kredit tersebut berjangka waktu 66 bulan dengan masa tenggang (grace period) 24 bulan.

Hingga Juli 2012, pembiayaan Bank Mandiri ke sektor properti dan konstruksi telah mencapai Rp 8,1 triliun (unaudited), meningkat 25.4% dari periode yang sama tahun sebelumnya. Khusus untuk sektor properti, kucuran kredit Bank Mandiri telah mencapai Rp 3,5 triliun, naik 33.9% dari Juli tahun lalu.

Sementara pembiayaan KPR yang telah dikucurkan Bank Mandiri hingga Juli 2012 mencapai Rp 21,9 trilyun, meningkat 30.6% dari Juli 2011.

Kerjasama finansial ini, lanjut Fransisca, juga merupakan bentuk dukungan Bank Mandiri kepada Metland dalam mengembangkan dan memperluas pangsa pasar.

"Kami berharap dapat memperkuat kerjasama ini dalam bentuk layanan perbankan lainnya, termasuk dengan jaringan bisnis Metland," ujarnya.

Presiden Direktur Metland Nanda Widya mengemukakan bahwa Grand Metropolitan merupakan properti komersial Metland yang dibangun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menengah atas yang tinggal di kawasan Bekasi dan sekitarnya.

Saat ini, tingkat isian sewa Grand Metropolitan yang direncanakan mulai beroperasi pada pertengahan tahun 2013 sudah mencapai 78%. Total biaya pembangunan pusat perbelanjaan tersebut mencapai Rp 506 miliar, dimana pemenuhan kebutuhan pembiayaannya diperoleh dari Initial Public Offering (IPO) sebesar Rp 200 miliar, sebesar Rp 250 miliar dari pinjaman bank dan sisanya dari kas internal perseroan.

"Kerjasama pembiayaan dengan Bank Mandiri ini sangat membantu perseroan dalam mempercepat ekspansi usaha," ujar Nanda.

Menurut Nanda, pembangunan Grand Metropolitan menjadi salah satu rencana strategis perseroan dalam menambah pendapatan berkelanjutan (recurring income). Pada semester I/2012, porsi pendapatan berkelanjutan Metland setara 31% dari total pendapatan. Ke depan, perseroan menargetkan pendapatan berimbang masing-masing 50% dari pendapatan berkelanjutan serta 50% dari penjualan proyek residensial dan komersial strata untuk memperkuat fondasi finansial.

Metland dan Bank Mandiri juga menandatangani perjanjian kerjasama penyediaan fasilitas perbankan Mandiri Virtual Account untuk proyek residensial Metland. Fasilitas tersebut dapat memudahkan konsumen Metland dalam melakukan pembayaran secara real time ke perusahaan.

Metland pun nantinya dapat menerima laporan transaksi penerimaan pembayaran secararealtime, sehingga mempermudah proses rekonsiliasi penerimaan pembayaran dari konsumen. Ke depan, layanan Mandiri Virtual Account juga akan diberikan untuk proyek Metland lainnya antara lain M-Gold Tower.


(dru/dnl)

Sponsored Link


Komentar (0 Komentar)

     atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        
    Twitter Recommendation
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Senin, 03/06/2013 10:55 WIB
      Wawancara Khusus Wamentan
      Konsumsi Susu Orang Indonesia Terendah se-ASEAN
      Hari Sabtu, 1 Juni 2013 lalu adalah Hari Susu Nasional. Beberapa fakta miris soal persusuan Indonesia masih sangat nyata. Berikut ini wawancara khusus dengan Wamentan Rusman Heriawan soal nasib persusuan Indonesia.
    • Gb Rabu, 15/05/2013 13:51 WIB
      Prospek Saham di Tahun Politik 2014
      Indonesia akan memasuki tahun politik di 2014 nanti menjelang Pemilu. Bagaimana prospek saham di tahun tersebut?


    200 USD
    Rp 275.000,-
    How To Make in "Capital market"

    Apakah Anda ingin coba-coba trading for living dengan mencoba peruntungan dari pasar modal?

    Akankah Anda mencoba jadi kaya melalui pasar modal? JANGAN COBA-COBA DI PASAR MODAL!
    BUKTIKAN SENDIRI!

    Info Lebih Lanjut