detikfinance

Belajar Bikin Kota Metropolitan, Pemerintah RI Belajar ke Rusia

Wahyu Daniel - detikfinance
Sabtu, 15/09/2012 17:40 WIB
//images.detik.com/content/2012/09/15/4/174341_moskow.jpg Foto: Reuters
Jakarta -Pemerintah Indonesia ingin belajar dari kota-kota di Rusia dalam menata tata ruang, wilayah, serta infrastruktur sehingga bisa membuat kota metropolitan yang andal.

Seperti dikutip dari situs Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Sabtu (15/9/2012), Menteri PU Djoko Kirmanto mengunjungi Moskow, Rusia untuk mempelajari tata ruang wilayah kota-kota di Rusia.

Kota seperti Moskow, dikatakan telah mengalami proses transformasi sosial-ekonomi yang pesat dan positif, mengelola perubahan dengan baik dalam 25 tahun terakhir.

Rusia bisa menjadi mitra potensial untuk bidang penataan ruang kota dan wilayah, serta pembangunan infrastruktur seperti jalan dan jembatan, air bersih dan sanitasi, pemukiman, pengembangan ruang terbuka hijau, pengendalian banjir dan drainase, bahkan underground space technology.

Moskow dikatakan sebagai contoh penataan kota yang baik dan layak huni dengan didukung oleh infrastruktur perkotaan berstandar internasional, jauh dari kesan kota-kota sosialis yang lama melekat.

Dengan jumlah penduduk 12 juta jiwa yang berciri metropolitan, jaringan subway (kereta bawah tanah) di Moskow yang dibangun pertama kali pada 1933 merupakan salah satu yang terbaik di dunia, karena yang bersifat multifungsi. Bukan hanya untuk melayani kebutuhan 8-9 juta pengguna (commuter), namun juga sebagai expose gallery seni berkualitas dan sebagai sarana perlindungan sipil saat perang.

"Tanpa subway, Moskow lumpuh," ujar KUAI KBRI Moskow Nugroho Setiyadie dalam situs tersebut.

Diceritakan juga, dengan kedalaman hingga 300 meter di bawah permukaan tanah, subway di Moskow adalah contoh yang sempurna untuk pengembangan ruang dan infrastruktur dengan teknologi kota-kota Indonesia, seperti Jakarta.

Djoko Kirmanto berharap, ke depan Pemerintah Indonesia dapat mengundang dan berhubungan secara intensif dengan Pemerintah Federasi Rusia. Harapan untuk menindaklanjuti rintisan kerjasama telah disambut baik oleh Dubes RI untuk Federasi Rusia dan Republik Belarusia Djauhari Oratmangun.
(dnl/dnl)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!



Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Gb Senin, 27/10/2014 11:44 WIB
    Wawancara Khusus Menkeu
    Bambang Brodjonegoro: Kita Sebagai Menteri Bukan Superman
    Salah satu menteri Kabinet Kerja dari kalangan profesional adalah Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, yang didapuk sebagai Menteri Keuangan. Guru Besar Ekonomi Universitas Indonesia ini tidak asing dengan lingkungan Kementerian Keuangan.
  • Gb Kamis, 30/10/2014 08:45 WIB
    Ellen May: Bye-bye QE
    Quantitative Easing, kebijakan Pelonggaran Kualitatif adalah sebuah kebijakan moneter di AS. Sekarang kebijakan ini sudah selesai.


“Mau berinvestasi di pasar modal ? Mega Online Trading adalah solusinya”

www.megaonlinetrading.com

Info Lebih Lanjut