detikfinance

Berada di 'Ujung Tanduk', Djakarta Lloyd Harus Diselamatkan

Herdaru Purnomo - detikfinance
Minggu, 16/09/2012 14:36 WIB
//images.detik.com/content/2012/09/16/4/144044_lloyd.jpg
Jakarta -PT Djakarta Lloyd (Persero) kini berada di ujung tanduk akibat kondisi keuangan perusahaan carut marut. BUMN pelayaran tersebut harus disehatkan karena menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi nasional, mengingat dua pertiga perdagangan di Indonesia dilakukan melalui laut.

"Kalau melihat kondisi geografis yang berupa kepulauan, seharusnya Indonesia memiliki perusahaan pelayaran negara yang dapat diandalkan," jelas Koordinator Forum Transportasi Laut – Masyarakat Transportasi, Ajiph Razifwan Anwar dalam penjelasannya seperti dikutip detikFinance, Minggu (16/9/2012).

Ajiph mengaku prihatin dengan kondisi PT Djakarta Lloyd yang berada diambang kehancuran akibat salah urus manajemen terdahulu. Sehingga ke depan BUMN ini harus segera melakukan banyak perubahan.

"Perubahan radikal dapat dilakukan melalui pembenahan organisasi dan manajemen oleh direksi baru, serta BUMN ini harus fokus kepada bisnisnya," ujar Ajiph.

Dijelaskan Ajiph, Indonesia tidak boleh bergantung kepada perusahaan pelayaran asing dan swasta semata. Sebab, harus ada BUMN yang siap memberikan pelayanan apabila terjadi gejolak pada perekonomian.

"Kita bisa belajar dari MSI yang merupakan perusahaan pelayaran milik Malaysia, yang secara cepat beralih dan semula masuk ke bisnis peti kemas. Djakarta Llyod harus didukung dan diselamatkan," ujarnya.

Ajiph memberi masukan agar Djakarta Lloyd masuk ke bisnis angkutan curah seperti minyak mentah, bahan bakar, kelapa sawit, bahan kimia cair, dan batubara yang memiliki prospek bagus.

Saat ini, manajemen baru Djakarta Lloyd telah mendapat kepercayaan dari PLN untuk mengirim batubara ke sejumlah PLTU. Bahkan, karena kerjanya dinilai baik seperti pengiriman tepat waktu bahkan lebih cepat setiap bulannya, PLN akan memberikan kontrak baru ke Djakarta Lloyd pada tahun 2013.


(dru/nia)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!



Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Gb Senin, 27/10/2014 11:44 WIB
    Wawancara Khusus Menkeu
    Bambang Brodjonegoro: Kita Sebagai Menteri Bukan Superman
    Salah satu menteri Kabinet Kerja dari kalangan profesional adalah Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, yang didapuk sebagai Menteri Keuangan. Guru Besar Ekonomi Universitas Indonesia ini tidak asing dengan lingkungan Kementerian Keuangan.
  • Gb Kamis, 30/10/2014 08:45 WIB
    Ellen May: Bye-bye QE
    Quantitative Easing, kebijakan Pelonggaran Kualitatif adalah sebuah kebijakan moneter di AS. Sekarang kebijakan ini sudah selesai.


“Mau berinvestasi di pasar modal ? Mega Online Trading adalah solusinya”

www.megaonlinetrading.com

Info Lebih Lanjut