Modernland Mulai Lirik Rumah Kelas Bawah

Whery Enggo Prayogi - detikfinance
Selasa, 18/09/2012 12:45 WIB
//images.detik.com/content/2012/09/18/1016/124724_rumah1luar.jpg
Jakarta -PT Modernland Realty Tbk (MDLN), pengembang properti yang dikenal fokus pada pendirian hunian kelas menengah atas, kini mulai mendiversifikasikan usaha. Segmen menengah bawah mulai dilirik perseroan, tahun ini perseroan akan membangun Rumah Sederhana Sehat (RSH).

"Kita sejak tahun ini pasarkan RSH juga. Kita sebagai pengusaha jangan hanya main di atas dulu deh," kata COO Urban Development Modern Realty, Andy Natanael dalam perbincangan dengan detikFinance, Selasa (18/9/2012).

Manajemen tengah menyusun konsep pengembangan rumah sederhana di beberapa lahan yang dikuasi Modernland Realty. Salah satu RSH yang telah berada di kawasan Cikande, di bawah operasi unit usaha Modern Cikande Industrial Estate (MCIE).

"Cikande sudah progres. Juga ada beberapa lahan-lahan lain. Khususnya di wilayah Jawa Barat," tambah Andy.

Manajemen mengaku, pengembangan RSH di Cikande bertujuan untuk mendukung berkembangkan kawasan industri di sana. Karyawan dari berbagai perusahaan yang telah beroperasi di MCIE tentu membutuhkan hunian dengan harga terjangkau.

Apalagi dengan rencana kehadiran Foxconn Technology Group, semakin memperlihatkan potensi pasar perumahan sederhana di Cikande.

"Lokasinya tidak persis di Modern Cikande Industrial. Posisi kita pada tahap menyeimbangkan, lagi pula potensi pasar (rumah sederhana) masih besar di beberapa daerah. Tipenya sesuai dengan program pemerintah, 36/72 dengan harga yang sudah ditentukan Rp 88 juta," tuturnya.

"Ini memang visi kita, bukan karena pemerintah (aturan hunian berimbang). Lagi pula backlog kita masih tinggi," tegasnya.

Modernland selama ini dikenal selalu mengembangkan properti kelas menengah atas, diataranya ModernHill Pondok Cabe, Kota Modern Tangerang, serta Jakarta Garden City yang merupakan proyek kerjasama antara Keppel Land Ltd Singapura. Ketiga proyek yang telah berjalan ini menawarkan harga hunian sekitar Rp 500 juta hingga Rp 2 miliar.
(wep/hen)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!



Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com


“Mau berinvestasi di pasar modal ? Mega Online Trading adalah solusinya”

www.megaonlinetrading.com

Info Lebih Lanjut