Ini Curhatan Warga Berau Kaltim Soal Kesulitan Dapat BBM Subsidi
Selasa, 18/09/2012 15:19 WIB
Samarinda - Persoalan kesulitan warga memperoleh BBM bersubsidi di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur (Kaltim) tidak pernah terselesaikan. Misalnya untuk BBM premium di SPBU sulit didapat, warga terpaksa membelinya melalui pedagang eceran dengan harga hingga 2 kali lipat.
"Saya sudah lebih dari 2 bulan di Berau, pindah kerja ke sini. Saya tidak pernah merasakan yang namanya beli bensin di SPBU. Belinya di eceran," kata Mahmudi, warga Tanjung Redeb, Berau, saat dihubungi detikFinance, Selasa (18/9/2012)
Mahmudi menerangkan harga bensin eceran rata-rata di Berau Rp 6.000 perliter, namun sempat menyentuh Rp 15.000 perliter.
"Ini persoalan yang sudah lama, saya baca di media, berulangkali dibahas Pertamina, Pemda, DPRD di sini dan Polisi. Ya tidak selesai juga (persoalannya)," ujar Mahmudi.
"Kalau SPBU buka, antre panjang. Kalau tutup pun, kendaraan sudah antre. Banyak yang punya kendaraan membiarkan kendaraannya menginap supaya bisa beli di SPBU. Seperti contohnya di SPBU di Jl H Isa III," tambahnya.
Tidak jauh berbeda, Hadi, yang dihubungi terpisah, warga kecamatan Talisayan Kabupaten Berau pun mengutarakan yang sama. Menurut dia, harga bensin eceran di Talisayan, relatif stabil tinggi pada harga Rp 10.000 perliter.
"Persoalan BBM di Berau kenapa tidak pernah selesai ya? Tidak pernah selesai. Sudah bertahun-tahun saya tinggal di Talisayan, ya seperti ini-ini saja," keluhnya.
"Harga eceran Rp 10.000, itu sudah biasa. Bagaimana mau beli di SPBU kalau keseringan tutup. Menurut saya, tidak ada warga yang kendaraan pribadinya beli di SPBU. Itu pun harga Rp 10.000 perliter, pasti sudah bukan bensin murni. Bensin eceran saja dari warnanya sudah tidak seperti bensin murni, warnanya keruh," kata Hadi.
Sebelumnya, menurut laporan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas), seringkali terjadi penyelundupan BBM subsidi yang jumlahnya lumayan. Terakhir, ada sekitar 1.700 KL BBM subsidi diduga yang diselundupkan di Kalimantan. Bahkan ada juga oknum aparat keamanan yang juga membekingi BBM subsidi untuk diselundupkan ke industri.
Bahkan Menteri ESDM Jero Wacik mengakui, selama ini penyelundupan BBM subsidi makin banyak karena harga BBM subsidi yang terlalu murah yaitu Rp 4.500 per liter dibandingkan BBM non subsidi sekitar Rp 9.700 per liter.
Jero Wacik tak menampik adanya penyelundupan BBM subsidi. Bahkan menurut Jero, aksi penyelundupan BBM subsidi makin banyak walaupun sudah banyak yang tertangkap. Hal ini salah satunya disebabkan oleh makin lebarnya perbedaan harga antara BBM subsidi dengan BBM non subsidi.
"Kita sudah tangkap mereka, tapi yang menyelundup makin banyak lagi, semakin banyak akal-akalan mereka," kata Jero.
(hen/hen)
"Saya sudah lebih dari 2 bulan di Berau, pindah kerja ke sini. Saya tidak pernah merasakan yang namanya beli bensin di SPBU. Belinya di eceran," kata Mahmudi, warga Tanjung Redeb, Berau, saat dihubungi detikFinance, Selasa (18/9/2012)
Mahmudi menerangkan harga bensin eceran rata-rata di Berau Rp 6.000 perliter, namun sempat menyentuh Rp 15.000 perliter.
"Ini persoalan yang sudah lama, saya baca di media, berulangkali dibahas Pertamina, Pemda, DPRD di sini dan Polisi. Ya tidak selesai juga (persoalannya)," ujar Mahmudi.
"Kalau SPBU buka, antre panjang. Kalau tutup pun, kendaraan sudah antre. Banyak yang punya kendaraan membiarkan kendaraannya menginap supaya bisa beli di SPBU. Seperti contohnya di SPBU di Jl H Isa III," tambahnya.
Tidak jauh berbeda, Hadi, yang dihubungi terpisah, warga kecamatan Talisayan Kabupaten Berau pun mengutarakan yang sama. Menurut dia, harga bensin eceran di Talisayan, relatif stabil tinggi pada harga Rp 10.000 perliter.
"Persoalan BBM di Berau kenapa tidak pernah selesai ya? Tidak pernah selesai. Sudah bertahun-tahun saya tinggal di Talisayan, ya seperti ini-ini saja," keluhnya.
"Harga eceran Rp 10.000, itu sudah biasa. Bagaimana mau beli di SPBU kalau keseringan tutup. Menurut saya, tidak ada warga yang kendaraan pribadinya beli di SPBU. Itu pun harga Rp 10.000 perliter, pasti sudah bukan bensin murni. Bensin eceran saja dari warnanya sudah tidak seperti bensin murni, warnanya keruh," kata Hadi.
Sebelumnya, menurut laporan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas), seringkali terjadi penyelundupan BBM subsidi yang jumlahnya lumayan. Terakhir, ada sekitar 1.700 KL BBM subsidi diduga yang diselundupkan di Kalimantan. Bahkan ada juga oknum aparat keamanan yang juga membekingi BBM subsidi untuk diselundupkan ke industri.
Bahkan Menteri ESDM Jero Wacik mengakui, selama ini penyelundupan BBM subsidi makin banyak karena harga BBM subsidi yang terlalu murah yaitu Rp 4.500 per liter dibandingkan BBM non subsidi sekitar Rp 9.700 per liter.
Jero Wacik tak menampik adanya penyelundupan BBM subsidi. Bahkan menurut Jero, aksi penyelundupan BBM subsidi makin banyak walaupun sudah banyak yang tertangkap. Hal ini salah satunya disebabkan oleh makin lebarnya perbedaan harga antara BBM subsidi dengan BBM non subsidi.
"Kita sudah tangkap mereka, tapi yang menyelundup makin banyak lagi, semakin banyak akal-akalan mereka," kata Jero.
(hen/hen)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Rabu, 22/05/2013 18:38 WIB
Ini Alasan Bos PT KAI Tak Gusur Minimarket di Stasiun Kereta
-
Rabu, 22/05/2013 18:25 WIB
PT KAI: 1 Juni 2013 Semua Stasiun di Jabodetabek Steril dari Kios dan PKL
-
Rabu, 22/05/2013 18:12 WIB
Harga Daging Tak Kunjung Turun, Pemerintah Percepat Impor
-
Rabu, 22/05/2013 17:47 WIB
Hatta Pede 'Balsem' Rp 150 Ribu/Bulan Tak Salah Sasaran Seperti 2005 dan 2008
-
Rabu, 22/05/2013 17:27 WIB
Pemerintah Tak Kompak Soal Proyek Monorel Bekasi-Cawang-Cibubur
-
Rabu, 22/05/2013 17:10 WIB
Pebisnis Kaya dari China Beli Burung Rp 3,8 Miliar
-
Rabu, 22/05/2013 16:54 WIB
Kisah Mahasiswa Indonesia Jualan Coto Makassar di Sydney
-
Rabu, 22/05/2013 16:36 WIB
Bos Pertamina: Zaman Soeharto Kilang Minyak Dibangun Hanya Untuk Pasok PLN
-
Rabu, 22/05/2013 17:27 WIB
Pemerintah Tak Kompak Soal Proyek Monorel Bekasi-Cawang-Cibubur
-
Rabu, 22/05/2013 15:14 WIB
Perusahaan Taksi Ini Jual Mobil Bekas Rp 7,5 Juta
-
68 Komentar
-
38 Komentar
-
30 Komentar
-
29 Komentar
-
26 Komentar
-
Rabu, 17/04/2013 12:45 WIB
Wawancara Direktur Komersial AirAsia
Penerbangan adalah Bisnis yang Seksi
PT Indonesia AirAsia adalah maskapai murah paling dikenal di Indonesia. Direktur Komersial Indonesia AirAsia Bernard Francis menilai penerbangan adalah bisnis yang seksi.
-
Rabu, 15/05/2013 13:51 WIB
Prospek Saham di Tahun Politik 2014
Indonesia akan memasuki tahun politik di 2014 nanti menjelang Pemilu. Bagaimana prospek saham di tahun tersebut?
-
Selasa, 21/05/2013 12:26 WIB
Dahlan Iskan Diserbu 10.000 Guru di Sentul
Usai menjadi pembicara di depan 10.000 guru se-Kabupaten Bogor, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan langsung diserbu oleh peserta. Ada apa ya?
Online Trading Academy
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Nullam eu justo lacus. Phasellus pulvinar ullamcorper congue. Vivamus porttitor, justo sit amet luctus pretium, leo purus eleifend ligula, vitae elementum dolor turpis consectetur eros.
REGISTRASI OTA
MustRead
close
-
Rabu, 22/05/2013 15:14 WIB WIB
Perusahaan Taksi Ini Jual Mobil Bekas Rp 7,5 Juta
-
Rabu, 22/05/2013 15:05 WIB WIB
Jangan Sampai RI Masuk MURI Jadi Negara Terakhir Pakai Bensin Premium
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer


_2.gif)







