PDI-P: Tahun Depan Pemerintah Punya Kuasa Naikkan Harga BBM
Selasa, 18/09/2012 15:40 WIB
Jakarta - Tahun ini pemerintah kesulitan untuk menaikkan harga BBM subsidi, pasalnya langkah tersebut dijegal oleh DPR dengan mensyaratkan harga rata-rata Indonesia Crude Price (ICP) US$ 105 per barel naik diatas 15% selama 6 bulan berturut-turut.
Namun untuk tahun depan, lain ceritanya. Menurut Seketaris Fraksi PDI Perjuangan (PDI-P), Bambang Wuriyanto, syarat tersebut tahun depan tidak ada lagi, jadi pemerintah punya kuasa penuh untuk menaikkan harga BBM subsidi.
"Tahun depan syarat ICP US$ 105 per barel harganya diatas 15% selama 6 bulan berturut-turut sudah tidak ada lagi, pemerintah punya kuasa untuk menaikkan harga BBM subsidi tanpa harus izin dengan DPR lagi," kata Bambang kepada detikFinance, Selasa (18/9/2012).
Menurut Bambang, tahun depan memang ada pembagian kewenangan terkait BBM subsidi, DPR memiliki kewenangan menentukan kuota BBM subsidi dan Pemerintah memiliki kewenangan terhadap harga (menaikan atau tidak).
“Kalau DPR wewenangannya menentukan kuota BBM subsidi, kalau Pemerintah kewenanganya menentukan harga BBM subsidi. Seperti dalam R-APBN 2013 Komisi VII sudah menyetujui kuota BBM subsidi sebesar 46,01 juta KL,” ujar Bambang.
Namun sebenarnya, kata Bambang, tahun-tahun sebelumnya kewenangan menetukan harga BBM subsidi ada di tangan pemerintah. “Tapi dalam APBN 2012 diubah sendiri oleh Pemerintah, kalau menaikan harga BBM subsidi harus ada persetujuan dengan DPR. Padahal tahun-tahun sebelumnya ya kewenangan pemerintah mutlak, ini lain dengan tarif listrik, perubahan tarif listrik itu harus sesuai persetujuan DPR,” tandasnya.
Boleh Naik Asal Ada Alasan
Bambang Wuryanto menambahkan meski diberi kebebasan namun pemerintah harus tetap punya indikator atau dasar kuat sehingga BBM subsidi pantas dinaikkan harganya.
"Pemerintah tahun depan memang punya kuasa untuk menentukan kenaikkan harga BBM subsidi, kalau kami (DPR) kewenangannya kuota BBM subsidi. Dasar yang kuat yakni apabila telah terjadi perubahan makro terhadap asumsi ICP dalam APBN 2013 dikarenakan kenaikkan harga minyak yang cukup tinggi," ujar Bambang.
Dijelaskan Bambang, misalnya jika ICP pada APBN 2013 ditetapkan US$ 105 per barel, namun ternyata terjadi kenaikan harga minyak dunia menjadikan ICP US$ 130 per barel, itu bisa menjadi dasar pemerintah menaikkan harga.
"Pasalnya jika ada kenaikan harga minyak dunia yang cukup tinggi, membuat subsidi yang disiapkan negara dari 46,01 juta KL akan membengkak, dan membebani keuangan negara, jadi untuk mengurangi bengkaknya subsidi bisa dengan menaikkan harga," ucap Bambang.
(rrd/hen)
Namun untuk tahun depan, lain ceritanya. Menurut Seketaris Fraksi PDI Perjuangan (PDI-P), Bambang Wuriyanto, syarat tersebut tahun depan tidak ada lagi, jadi pemerintah punya kuasa penuh untuk menaikkan harga BBM subsidi.
"Tahun depan syarat ICP US$ 105 per barel harganya diatas 15% selama 6 bulan berturut-turut sudah tidak ada lagi, pemerintah punya kuasa untuk menaikkan harga BBM subsidi tanpa harus izin dengan DPR lagi," kata Bambang kepada detikFinance, Selasa (18/9/2012).
Menurut Bambang, tahun depan memang ada pembagian kewenangan terkait BBM subsidi, DPR memiliki kewenangan menentukan kuota BBM subsidi dan Pemerintah memiliki kewenangan terhadap harga (menaikan atau tidak).
“Kalau DPR wewenangannya menentukan kuota BBM subsidi, kalau Pemerintah kewenanganya menentukan harga BBM subsidi. Seperti dalam R-APBN 2013 Komisi VII sudah menyetujui kuota BBM subsidi sebesar 46,01 juta KL,” ujar Bambang.
Namun sebenarnya, kata Bambang, tahun-tahun sebelumnya kewenangan menetukan harga BBM subsidi ada di tangan pemerintah. “Tapi dalam APBN 2012 diubah sendiri oleh Pemerintah, kalau menaikan harga BBM subsidi harus ada persetujuan dengan DPR. Padahal tahun-tahun sebelumnya ya kewenangan pemerintah mutlak, ini lain dengan tarif listrik, perubahan tarif listrik itu harus sesuai persetujuan DPR,” tandasnya.
Boleh Naik Asal Ada Alasan
Bambang Wuryanto menambahkan meski diberi kebebasan namun pemerintah harus tetap punya indikator atau dasar kuat sehingga BBM subsidi pantas dinaikkan harganya.
"Pemerintah tahun depan memang punya kuasa untuk menentukan kenaikkan harga BBM subsidi, kalau kami (DPR) kewenangannya kuota BBM subsidi. Dasar yang kuat yakni apabila telah terjadi perubahan makro terhadap asumsi ICP dalam APBN 2013 dikarenakan kenaikkan harga minyak yang cukup tinggi," ujar Bambang.
Dijelaskan Bambang, misalnya jika ICP pada APBN 2013 ditetapkan US$ 105 per barel, namun ternyata terjadi kenaikan harga minyak dunia menjadikan ICP US$ 130 per barel, itu bisa menjadi dasar pemerintah menaikkan harga.
"Pasalnya jika ada kenaikan harga minyak dunia yang cukup tinggi, membuat subsidi yang disiapkan negara dari 46,01 juta KL akan membengkak, dan membebani keuangan negara, jadi untuk mengurangi bengkaknya subsidi bisa dengan menaikkan harga," ucap Bambang.
(rrd/hen)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 23/05/2013 09:15 WIB
Perjuangkan Aspirasi Buruh, Said Iqbal dapat Penghargaan dari Belanda
-
Kamis, 23/05/2013 09:06 WIB
Terseret Koreksi Pasar Global, IHSG Menipis 4 Poin
-
Kamis, 23/05/2013 08:58 WIB
Harga Emas Antam Tak Bergerak, Buyback Jeblok Rp 4.000/Gram
-
Kamis, 23/05/2013 08:50 WIB
First Asia: IHSG Cenderung Terkoreksi
-
Kamis, 23/05/2013 08:50 WIB
Phillip Securities: Sentimen Global Mixed, IHSG Datar
-
Kamis, 23/05/2013 08:37 WIB
Laporan dari Singapura
Hati-hati Belanja di Singapura, Banyak Tipu-tipu
-
Kamis, 23/05/2013 07:35 WIB
5 Menteri Keuangan di Masa Pemerintahan SBY
-
Kamis, 23/05/2013 08:55 WIB
Harga Emas Antam Tak Bergerak, Buyback Jeblok Rp 4.000/Gram
-
Kamis, 23/05/2013 07:12 WIB
Laporan dari Singapura
Cukup Paspor dan Rekening Untuk Beli Properti Mewah di Singapura
-
Kamis, 23/05/2013 08:01 WIB
The Fed Beri Sinyal Cabut Stimulus, Wall Street Langsung Jatuh
-
38 Komentar
-
32 Komentar
-
25 Komentar
-
22 Komentar
-
19 Komentar
-
Rabu, 17/04/2013 12:45 WIB
Wawancara Direktur Komersial AirAsia
Penerbangan adalah Bisnis yang Seksi
PT Indonesia AirAsia adalah maskapai murah paling dikenal di Indonesia. Direktur Komersial Indonesia AirAsia Bernard Francis menilai penerbangan adalah bisnis yang seksi.
-
Rabu, 15/05/2013 13:51 WIB
Prospek Saham di Tahun Politik 2014
Indonesia akan memasuki tahun politik di 2014 nanti menjelang Pemilu. Bagaimana prospek saham di tahun tersebut?
-
Kamis, 23/05/2013 07:40 WIB
5 Menteri Keuangan di Masa Pemerintahan SBY
Presiden SBY sudah memimpin Indonesia selama 9 tahun atau hampir dua periode pemerintahan. Pada masa jabatannya, sudah ada 5 menteri keuangan yang membantu.
Online Trading Academy
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Nullam eu justo lacus. Phasellus pulvinar ullamcorper congue. Vivamus porttitor, justo sit amet luctus pretium, leo purus eleifend ligula, vitae elementum dolor turpis consectetur eros.
REGISTRASI OTA
MustRead
close
-
Rabu, 22/05/2013 16:01 WIB WIB
Perbanas Ungkap Alasan Soal Gencarnya Bank Singapura Akuisisi Bank Lokal
-
Rabu, 22/05/2013 15:46 WIB WIB
Sudah Terpasang AC, Harga Tiket Kereta Jarak Jauh Kelas 3 Naik 175%
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer


_2.gif)







