IHSG Jatuh 31 Poin Pasca Cetak Rekor Tertinggi
Selasa, 18/09/2012 15:54 WIB
Ilustrasi foto: Angga/detikFinance
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) jatuh 31 poin setelah akhir pekan lalu mencetak rekor tertingginya sepanjang masa. Investor banyak mengambil untung di saham-saham unggulan.
Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah di posisi Rp 9.510 per dolar AS dibandingkan posisi pada perdagangan kemarin Rp 9.475 per dolar AS.
Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka terpangkas 9,078 poin (0,21%) ke level 4.246,205 akibat sudah masuk area jenuh beli. Investor memanfaatkan posisi yang tinggi itu untuk melakukan aksi ambil untung.
Aksi ambil untung langsung terjadi di awal perdagangan, indeks langsung meluncur ke posisi terendahnya di level 4.198,897. Indeks sama sekali tidak menyentuh zona hijau hingga siang hari ini.
Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG turun 16,873 poin (0,40%) ke level 4.238,410 terkena aksi ambil untung di saham-saham unggulan, terutama berbasis komoditas dan konsumer. Euforia tambahan stimulus The Fed sudah mulai pudar.
Investor mulai memetik hasil investasinya yang sudah ditanamkan hingga akhir pekan lalu. Posisi indeks yang sudah sangat tinggi menggoda investor untuk mencairkan dana.
Mengakhiri perdagangan, Selasa (18/9/2012), IHSG ditutup ambles 31,389 poin (0,74%) ke level 4.223,894. Sementara Indeks LQ45 ditutup terkoreksi 5,300 poin (0,72%) ke level 727,569.
Seluruh indeks sektoral terkena aksi ambil untung, seluruhnya kompak melemah dipimpin oleh saham-saham tambang. Jatuhnya harga-harga komoditas dunia menjadi pemicu aksi jual di saham-saham ini.
Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 121.029 kali pada volume 5,011 miliar lembar saham senilai Rp 8,573 triliun. Sebanyak 76 saham naik, sisanya 167 saham turun, dan 87 saham stagnan.
Volume dan nilai transaksi di lantai bursa terdongkrak tinggi akibat Etisalat International Indonesia Limited melepas saham PT XL Axiata Tbk (EXCL) senilai Rp 4,9 triliun. Transaksi tutup sendiri (crossing) difasilitasi oleh JP Morgan Securities (BK) di pasar negosiasi.
Bursa-bursa di Asia menutup perdagangan dengan kompak melemah di teritori negatif. Pelaku pasar regional juga mencoba ambil untung dari posisi indeks Asia yang rata-rata sudah naik tinggi akhir pekan lalu.
Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di Asia sore hari ini:
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Hexindo (HEXA) naik Rp 850 ke Rp 8.800, Multi Prima (LPIN) naik Rp 500 ke Rp 9.150, SMART (SMAR) naik Rp 400 ke Rp 7.400, dan Lion Metal (LION) naik Rp 250 ke Rp 10.000.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Sarana Menara (TOWR) turun Rp 3.650 ke Rp 16.650, HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 500 ke Rp 52.250, Ace Hardware (ACES) turun Rp 500 ke Rp 6.200, dan Mayora (MYOR) turun Rp 450 ke Rp 21.050.
(ang/dru)
Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah di posisi Rp 9.510 per dolar AS dibandingkan posisi pada perdagangan kemarin Rp 9.475 per dolar AS.
Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka terpangkas 9,078 poin (0,21%) ke level 4.246,205 akibat sudah masuk area jenuh beli. Investor memanfaatkan posisi yang tinggi itu untuk melakukan aksi ambil untung.
Aksi ambil untung langsung terjadi di awal perdagangan, indeks langsung meluncur ke posisi terendahnya di level 4.198,897. Indeks sama sekali tidak menyentuh zona hijau hingga siang hari ini.
Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG turun 16,873 poin (0,40%) ke level 4.238,410 terkena aksi ambil untung di saham-saham unggulan, terutama berbasis komoditas dan konsumer. Euforia tambahan stimulus The Fed sudah mulai pudar.
Investor mulai memetik hasil investasinya yang sudah ditanamkan hingga akhir pekan lalu. Posisi indeks yang sudah sangat tinggi menggoda investor untuk mencairkan dana.
Mengakhiri perdagangan, Selasa (18/9/2012), IHSG ditutup ambles 31,389 poin (0,74%) ke level 4.223,894. Sementara Indeks LQ45 ditutup terkoreksi 5,300 poin (0,72%) ke level 727,569.
Seluruh indeks sektoral terkena aksi ambil untung, seluruhnya kompak melemah dipimpin oleh saham-saham tambang. Jatuhnya harga-harga komoditas dunia menjadi pemicu aksi jual di saham-saham ini.
Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 121.029 kali pada volume 5,011 miliar lembar saham senilai Rp 8,573 triliun. Sebanyak 76 saham naik, sisanya 167 saham turun, dan 87 saham stagnan.
Volume dan nilai transaksi di lantai bursa terdongkrak tinggi akibat Etisalat International Indonesia Limited melepas saham PT XL Axiata Tbk (EXCL) senilai Rp 4,9 triliun. Transaksi tutup sendiri (crossing) difasilitasi oleh JP Morgan Securities (BK) di pasar negosiasi.
Bursa-bursa di Asia menutup perdagangan dengan kompak melemah di teritori negatif. Pelaku pasar regional juga mencoba ambil untung dari posisi indeks Asia yang rata-rata sudah naik tinggi akhir pekan lalu.
Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di Asia sore hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai jatuh 18,96 poin (0,91%) ke level 2.059,54.
- Indeks Hang Seng melemah 56,18 poin (0,27%) ke level 20.601,93.
- Indeks Nikkei 225 terpangkas 35,62 poin (0,39%) ke level 9.123,77.
- Indeks Straits Times turun 10,34 poin (0,34%) ke level 3.068,38.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Hexindo (HEXA) naik Rp 850 ke Rp 8.800, Multi Prima (LPIN) naik Rp 500 ke Rp 9.150, SMART (SMAR) naik Rp 400 ke Rp 7.400, dan Lion Metal (LION) naik Rp 250 ke Rp 10.000.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Sarana Menara (TOWR) turun Rp 3.650 ke Rp 16.650, HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 500 ke Rp 52.250, Ace Hardware (ACES) turun Rp 500 ke Rp 6.200, dan Mayora (MYOR) turun Rp 450 ke Rp 21.050.
(ang/dru)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Senin, 20/05/2013 21:31 WIB
Ke Mana Darmin Nasution Setelah Pensiun dari BI?
-
Senin, 20/05/2013 21:07 WIB
Chatib Menkeu Baru, Hatta Berharap Proyek Jembatan Selat Sunda Jadi Lancar
-
Senin, 20/05/2013 20:53 WIB
Pengalaman Darmin Nasution Tangani Bank Bermasalah Saat Jadi Gubernur BI
-
Senin, 20/05/2013 20:21 WIB
Pesan Hatta ke Menkeu Chatib: Tak Ada Waktu Untuk Belajar
-
Senin, 20/05/2013 20:14 WIB
Darmin Nasution Buka Rahasia di Balik Akuisisi BTPN oleh Bank Jepang
-
Senin, 20/05/2013 10:06 WIB
Wanita-wanita Paling Tajir di Dunia (1)
-
Senin, 20/05/2013 14:48 WIB
Ini Satu-satunya Orang Arab yang Masuk Daftar Orang Terkaya di Dunia
-
Senin, 20/05/2013 17:09 WIB
Program Resepsi Nikah di D'Cost, 'Hamil Baru Bayar'
-
Senin, 20/05/2013 11:28 WIB
Kenapa Utang RI Tembus Rp 2.000 T? Ini Penjelasan Pemerintah
-
Senin, 20/05/2013 14:20 WIB
Chatib Basri Jadi Menkeu, Bos Pertamina dan Kepala BKPM Diisi Orang Baru?
-
68 Komentar
-
38 Komentar
-
27 Komentar
-
26 Komentar
-
25 Komentar
-
Rabu, 17/04/2013 12:45 WIB
Wawancara Direktur Komersial AirAsia
Penerbangan adalah Bisnis yang Seksi
PT Indonesia AirAsia adalah maskapai murah paling dikenal di Indonesia. Direktur Komersial Indonesia AirAsia Bernard Francis menilai penerbangan adalah bisnis yang seksi.
-
Rabu, 15/05/2013 13:51 WIB
Prospek Saham di Tahun Politik 2014
Indonesia akan memasuki tahun politik di 2014 nanti menjelang Pemilu. Bagaimana prospek saham di tahun tersebut?
-
Senin, 20/05/2013 19:32 WIB
Pensiun dari BI, Darmin Nasution Bikin Buku 'Bank Sentral Harus Membumi'
Masa jabatan Darmin Nasution sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) akan berakhir di 22 Mei 2013. Sebelum meninggalkan BI, Darmin meluncurkan buku tentang bank sentral.
Online Trading Academy
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Nullam eu justo lacus. Phasellus pulvinar ullamcorper congue. Vivamus porttitor, justo sit amet luctus pretium, leo purus eleifend ligula, vitae elementum dolor turpis consectetur eros.
REGISTRASI OTA
MustRead
close
-
Senin, 20/05/2013 16:44 WIB WIB
30 Tahun Diincar, Apakah Inalum 100% Jadi Milik Indonesia 30 Oktober?
-
Senin, 20/05/2013 16:41 WIB WIB
Cerita Industri Unggas China Rugi Rp 1 T/Hari Gara-gara Flu Burung
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer










