NU Ancam Mogok Bayar Pajak, Ini Jawaban Bos Pajak

Ramdhania El Hida - detikfinance
Selasa, 18/09/2012 18:05 WIB
Halaman 1 dari 2
//images.detik.com/content/2012/09/18/4/180706_fuadanggaluar2.jpg Foto: Dok. detikFinance
Jakarta -Pihak Nahdlatul Ulama (NU) mengancam akan mengajak warganya untuk mogok bayar pajak jika masih terjadi kasus korupsi pajak. Apa jawaban Dirjen Pajak Fuad Rahmany soal ini?

Fuad mengklaim, pihaknya telah menggunakan sistem terpadu dan terpercaya dalam menjaga penerimaan pajak. Dia menilai apa yang dimaksud NU dalam musyawarah nasional adalah pada pengelolaan pajaknya bukan pada teknis penerimaan pajak.

"Kan yang dia (NU) maksud uang pajak bukan yang di DJP (Ditjen Pajak) tapi pengeluarannya. Jadi jangan salah paham juga. Kita di pajak kan sudah punya sistem bagus, di kantor pajak tidak ada yang terima uang pajak, tidak ada satu sen pun uang membayar pajak masuk ke kantor pajak. Itu bayar ke bank, masuk ke kas negara," ujar Fuad ketika ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (18/9/2012).

Fuad menegaskan, dengan sistem yang baik tersebut maka sangat kecil peluang bagi pegawai pajak untuk menyelewengkan potensi penerimaan pajak.

"Saya ingin meluruskan bahwa seolah-olah orang di Pajak bisa mengorupsi uang di Ditjen Pajak, bukan itu salah," tegasnya.

Fuad menyebutkan dalam contoh kasus Gayus, kasus pegawai Ditjen Pajak yang resmi menjadi tersangka penggelapan pajak itu terjadi di luar sistemnya. Kasus Gayus akibat moral yang buruk dari individu yang bersangkutan.

"Tentu ini salah, kalau yang begitu kita setuju untuk ditindak," tegasnya. Next

Halaman 12
(nia/dnl)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!



Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com


“Mau berinvestasi di pasar modal ? Mega Online Trading adalah solusinya”

www.megaonlinetrading.com

Info Lebih Lanjut