Mana yang Lebih Untung, ORI atau Deposito?
Jumat, 21/09/2012 12:06 WIB
Jakarta - Tahun ini pemerintah kembali menerbitkan Obligasi Negara Ritel (ORI) dengan seri ORI009. Produk investasi dengan bunga 6,25% per tahun ini mulai ditawarkan di pasar perdana mulai 21 September hingga 5 Oktober 2012.
Apakah keuntungan berinvestasi di ORI? Lebih untung mana dengan deposito?
Investasi di ORI memang terlihat menarik, namun perlu diingat setiap produk investasi sudah pasti ada risikonya. Mari melihat lebih jauh soal ORI dan perbandingannya terhadap deposito.
Melalui data yang dihimpun detikFinance, Jumat (21/9/2012), ORI cukup memberikan banyak manfaat bagi para investornya. Minimum pembelian ORI009 adalah Rp 5 juta dan maksimum Rp 3 miliar dengan kelipatan Rp 5 juta.
Berinvestasi di ORI009 memiliki berbagai keunggulan. Dari segi keamanan, investor individu bisa lebih tenang karena kupon dan pokok dijamin Undang-Undang. Kupon dibayarkan setiap bulan dengan tingkat tetap, tidak terpengaruh fluktuasi pasar.
ORI juga bisa menjadi agunan bagi para nasabah SME, Komersial, dan Korporasi. Dengan ORI yang menjadi agunan maka akan memberikan fleksibilitas dan keleluasaan untuk mendapatkan dana talangan kapan saja.
Banyak bank yang telah memberikan fasilitas kredit Time Loan Revolving dengan ORI. Produk ini memberikan kemudahan karena bisa menjadikan ORI yang dimiliki sebagai agunan kredit.
Namun perlu diingat, sama seperti investasi lainnya ORI juga terkena pajak penghasilan. Bunga ORI nantinya akan dikenakan pajak hingga 15%.
Lalu bagaimana dengan deposito? Apa yang pertama dilirk investor sudah pasti mengenai tingkat bunga. Bunga deposito yang 'wajar' sudah pasti di bawah penjaminan LPS yang saat ini untuk rupiah sebesar 5,5%.
Dari jatuh temponya, deposito kurang dari 12 bulan sedangkan ORI jangka panjang yakni 3-5 tahun. Meski berbunga lebih rendah, deposito tidak memiliki risiko penurunan harga seperti ORI.
Maksud dari risiko penurunan harga ini karena dengan tingkat bunga tetap, maka ORI bisa kurang menarik jika inflasi mengancam. Pemerintah dan BI menargetkan inflasi di posisi 4,5% plus minus 1%.
Dengan kata lain, maka inflasi bisa tembus 5,5% yang cukup tipis dari bunga ORI. Seiring dengan kenaikan harga barang dan tren inflasi ke depan maka bunga ORI dengan skema tetap ini perlu diperhatikan lebih jauh.
Sama seperti ORI, deposito juga dikenakan pajak penghasilan. Adapun pajak tersebut mencapai 20% yang memang lebih tinggi dari ORI.
ORI bisa dijual di pasar sekunder sedangkan deposito tidak. Misalnya, jika investor telah 'deal' dengan simpanan yang jatuh tempo pencairannya selama 3 bulan maka selama 3 bulan itu juga investor tak bisa menarik dananya.
Sedangkan sebaliknya, jika berinvestasi di ORI maka kapanpun dana bisa dicairkan dengan syarat menjualnya di pasar sekunder seperti perusahaan sekuritas, bank dan beberapa jasa keuangan di Bursa Efek Indonesia yang menerima ORI tersebut.
Nilai tambah berinvestasi di ORI adalah memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk turut serta mendukung pembiayaan pembangunan nasional. Baik ORI maupun deposito memang memiliki kelebihan dan kekurangannya, hanya tinggal disesuaikan terhadap kebutuhan investor saja.
(dru/dnl)
Apakah keuntungan berinvestasi di ORI? Lebih untung mana dengan deposito?
Investasi di ORI memang terlihat menarik, namun perlu diingat setiap produk investasi sudah pasti ada risikonya. Mari melihat lebih jauh soal ORI dan perbandingannya terhadap deposito.
Melalui data yang dihimpun detikFinance, Jumat (21/9/2012), ORI cukup memberikan banyak manfaat bagi para investornya. Minimum pembelian ORI009 adalah Rp 5 juta dan maksimum Rp 3 miliar dengan kelipatan Rp 5 juta.
Berinvestasi di ORI009 memiliki berbagai keunggulan. Dari segi keamanan, investor individu bisa lebih tenang karena kupon dan pokok dijamin Undang-Undang. Kupon dibayarkan setiap bulan dengan tingkat tetap, tidak terpengaruh fluktuasi pasar.
ORI juga bisa menjadi agunan bagi para nasabah SME, Komersial, dan Korporasi. Dengan ORI yang menjadi agunan maka akan memberikan fleksibilitas dan keleluasaan untuk mendapatkan dana talangan kapan saja.
Banyak bank yang telah memberikan fasilitas kredit Time Loan Revolving dengan ORI. Produk ini memberikan kemudahan karena bisa menjadikan ORI yang dimiliki sebagai agunan kredit.
Namun perlu diingat, sama seperti investasi lainnya ORI juga terkena pajak penghasilan. Bunga ORI nantinya akan dikenakan pajak hingga 15%.
Lalu bagaimana dengan deposito? Apa yang pertama dilirk investor sudah pasti mengenai tingkat bunga. Bunga deposito yang 'wajar' sudah pasti di bawah penjaminan LPS yang saat ini untuk rupiah sebesar 5,5%.
Dari jatuh temponya, deposito kurang dari 12 bulan sedangkan ORI jangka panjang yakni 3-5 tahun. Meski berbunga lebih rendah, deposito tidak memiliki risiko penurunan harga seperti ORI.
Maksud dari risiko penurunan harga ini karena dengan tingkat bunga tetap, maka ORI bisa kurang menarik jika inflasi mengancam. Pemerintah dan BI menargetkan inflasi di posisi 4,5% plus minus 1%.
Dengan kata lain, maka inflasi bisa tembus 5,5% yang cukup tipis dari bunga ORI. Seiring dengan kenaikan harga barang dan tren inflasi ke depan maka bunga ORI dengan skema tetap ini perlu diperhatikan lebih jauh.
Sama seperti ORI, deposito juga dikenakan pajak penghasilan. Adapun pajak tersebut mencapai 20% yang memang lebih tinggi dari ORI.
ORI bisa dijual di pasar sekunder sedangkan deposito tidak. Misalnya, jika investor telah 'deal' dengan simpanan yang jatuh tempo pencairannya selama 3 bulan maka selama 3 bulan itu juga investor tak bisa menarik dananya.
Sedangkan sebaliknya, jika berinvestasi di ORI maka kapanpun dana bisa dicairkan dengan syarat menjualnya di pasar sekunder seperti perusahaan sekuritas, bank dan beberapa jasa keuangan di Bursa Efek Indonesia yang menerima ORI tersebut.
Nilai tambah berinvestasi di ORI adalah memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk turut serta mendukung pembiayaan pembangunan nasional. Baik ORI maupun deposito memang memiliki kelebihan dan kekurangannya, hanya tinggal disesuaikan terhadap kebutuhan investor saja.
(dru/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Rabu, 19/06/2013 19:20 WIB
Akhir Pekan Ini Jokowi Buka Pameran Monorel Gratis di Monas
-
Rabu, 19/06/2013 18:52 WIB
Bangun Parkir Bawah Tanah di Monas, Ahok Suntik Rp 1 Triliun ke BUMD
-
Rabu, 19/06/2013 18:45 WIB
Ahok: Tak Mudah Urai Macet, Ps. Minggu dan Tanah Abang Semrawut
-
Rabu, 19/06/2013 18:32 WIB
43 BUMN Rebutan Penghargaan dari Dahlan Iskan
-
Rabu, 19/06/2013 18:05 WIB
Jelang Puasa dan Lebaran, Omzet Pegadaian Bisa Sampai Rp 1 Triliun
-
Rabu, 19/06/2013 18:52 WIB
Bangun Parkir Bawah Tanah di Monas, Ahok Suntik Rp 1 Triliun ke BUMD
-
Rabu, 19/06/2013 18:45 WIB
Ahok: Tak Mudah Urai Macet, Ps. Minggu dan Tanah Abang Semrawut
-
Rabu, 19/06/2013 18:24 WIB
43 BUMN Rebutan Penghargaan dari Dahlan Iskan
-
Rabu, 19/06/2013 17:55 WIB
Harga BBM Naik, Pengembang Properti Ngirit Iklan
-
Rabu, 19/06/2013 18:00 WIB
Disiapkan Sejak 2006, Tol Depok-Antasari Terus Molor Hingga 2015
-
79 Komentar
-
75 Komentar
-
70 Komentar
-
63 Komentar
-
56 Komentar
-
Senin, 03/06/2013 10:55 WIB
Wawancara Khusus Wamentan
Konsumsi Susu Orang Indonesia Terendah se-ASEAN
Hari Sabtu, 1 Juni 2013 lalu adalah Hari Susu Nasional. Beberapa fakta miris soal persusuan Indonesia masih sangat nyata. Berikut ini wawancara khusus dengan Wamentan Rusman Heriawan soal nasib persusuan Indonesia.
-
Rabu, 15/05/2013 13:51 WIB
Prospek Saham di Tahun Politik 2014
Indonesia akan memasuki tahun politik di 2014 nanti menjelang Pemilu. Bagaimana prospek saham di tahun tersebut?
-
Rabu, 19/06/2013 12:28 WIB
Ini Dia 10 Orang Kaya yang Pernah Jadi Pencuri (2)
Jadi orang kaya atau konglomerat memang punya banyak harta dan mampu memiliki segalanya. Namun, beberapa orang kaya ini pernah mencuri sesuatu dan menjadi pengutil.
200 USD
Rp 275.000,-
Apakah Anda ingin coba-coba trading for living dengan mencoba peruntungan dari pasar modal?
Akankah Anda mencoba jadi kaya melalui pasar modal?
JANGAN COBA-COBA DI PASAR MODAL!
BUKTIKAN SENDIRI!
MustRead
close
-
Rabu, 19/06/2013 11:38 WIB WIB
ANTV Dijual ke Hary Tanoe, Grup Bakrie: Itu Cuma Gosip
-
Rabu, 19/06/2013 11:16 WIB WIB
Sempat Jadi Pembersih Tinja, Gita Wirjawan: Banyak yang Pikir Saya Mulai Hidup Enak
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer


_6.gif)








