detikfinance

Duh, Anggaran Pendidikan Ratusan Triliun Tapi Ribuan Kelas Sekolah Rusak

Wahyu Daniel - detikfinance
Kamis, 27/09/2012 14:18 WIB
Duh, Anggaran Pendidikan Ratusan Triliun Tapi Ribuan Kelas Sekolah Rusak
Jakarta -Besaran anggaran pendidikan yang persentasenya 20% dari total APBN dipertanyakan alirannya. Pasalnya sampai saat ini masih ada ratusan ribu ruang kelas sekolah dalam kondisi rusak.

Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) mengatakan, di 2009, anggaran pendidkan sudah diwajibkan 20% dari APBN atau sudah mencapai Rp 208,2 triliun. Dalam waktu 4 tahun, anggaran ini naik 59% menjadi 331,8 triliun atau di 2013.

"Ironisnya, besarnya peningkatan anggaran pendidikan ini tidak mampu menyelesaikan persoalan pendiidkan yang masih karut marut," demikian pernyataan FITRA dalam siaran pers yang dikutip, Kamis (27/9/2012).

Diungkapkan FITRA, masih banyak gedung sekolah yang rusak dan tidak layak untuk kegiatan belajar mengajar. Berdasarkan data Kemendiknas yang dimuat dalam situs resminya, secara nasional saat ini Indonesia memiliki 899.016 ruang kelas SD, namun sebanyak 293.098 (32,6%) dalam kondisi rusak.

Sementara pada tingkat SMP, saat ini Indonesia memiliki 298.268 ruang kelas, namun 125.320 (42%) ruang kelas dalam kondisi rusak.

Bila dilihat dari daerahnya, kelas rusak terbanyak di Nusa Tenggara Timur (NTT) sebanyak 7.652, disusul Sulawesi Tengah 1.186, Lampung 911, Jawa Barat 23.415, Sulawesi Tenggara 2.776, Banten 4.696, Sulawesi Selatan 3.819, Papua Barat 576, Jawa Tengah 22.062, Jawa Timur 17.972, dan Sulawesi Barat 898.

Selain itu, secara umum kualitas dan kompetensi guru di Indonesia masih belum sesuai harapan. Hingga saat ini baru sekitar 51% berpendidikan S1 sedangkan sisanya belum berpendidikan S1. Selain itu baru 70,5% guru yang memenuhi syarat sertifikasi.

Lebih memprihatinkan lagi, ujar FITRA, dalam sidang Kabinet terbatas di kantor Kementerian Pendidikan Kebudayaan terungkap fakta, dari 285 ribu guru yang ikut uji kompetensi, ternyata 42,25% masih di bawah rata-rata.
Bahkan hal tersebut secara langsung disampaikan oleh Presiden SBY kepada pers. Padahal sebagian besar anggaran pendidikan nasional dialokasikan untuk gaji dan tunjangan guru bahkan setiap tahunnya selalu meningkat.

Kemudian, saat ini angka putus sekolah di Indonesia tergolong cukup tinggi. Di 2010 mencapai 1,08 juta anak atau naik 30% dibandingkan tahun sebelumnya. Berdasarkan laporan Education for All Global Monitoring yang dirilis UNESCO 2011, Indonesia berada di peringkat 69 dari 127 negara dalam Education Development Index.

Pada level Asia, Indonesia tertinggal jauh dari Brunei Darussalam yang berada di peringkat ke 34 yang masuk dalam jajaran kelompok dengan skor tinggi bersama Jepang (nomor 1 di Asia). Indonesia hanya mampu berada di atas negara-negara seperti Filipina, Kamboja, India, dan Laos.


(dnl/hen)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Apa Saja Keuntungan Berinvestasi Obligasi? Kamis, 24/03/2016 17:19 WIB
    Apa Saja Keuntungan Berinvestasi Obligasi?
    Memilih investasi yang tepat bukan perkara mudah. Berbagai instrumen investasi ditawarkan mulai dari saham, obligasi, reksa dana, deposito, emas, dan lain-lain.


“Mau berinvestasi di pasar modal ? Mega Online Trading adalah solusinya”

www.megaonlinetrading.com

Info Lebih Lanjut