Iran Cari 'Biang Kerok' Penyebab Turunnya Nilai Mata Uang
Rabu, 03/10/2012 11:42 WIB
Foto: Reuters
Jakarta - Pada Senin awal pekan ini, mata uang Iran yaitu Iran rial jatuh 17% dalam sehari. Pemerintah Iran mencari biang kerok penyebab jatuhnya nilai mata uang ini.
Menteri Industri, Pertambangan, dan Perdagangan Iran Mehdi Ghazafari menyatakan, pemerintah Iran berharap otoritas keamanan bisa mencari penyebab kejatuhan rial yang tidak wajar ini.
"Kami mempunyai harapan besar bahwa otoritas keamanan bisa mengontrol dan mencari penyebab gangguan di pasar uang ini. Para broker di pasar juga berharap adanya peningkatan harga agar lebih menguntungkan. Tidak ada yang bisa mengontrol broker-broker itu," kata Ghazafari dikutip dari Arab News, Rabu (3/10/2012).
Sebelumnya, seorang pejabat dari AS menyatakan, penurunan nilai mata uang Iran ini adalah hasil kesuksesan dari sanksi internasional yang dilakukan AS akibat penolakan terhadap program nuklir di Iran. "Ini memperlihatkan kesuksesan tekanan internasional yang kami kepada ekonomi Iran," ujar pejabat tersebut.
Pada Senin lalu, nilai mata uang Iran rial turun menjadi 34.700 per dolar AS, dari sebelumnya hanya 29.600 per dolar AS.
Akibat gejolak ini, para pelaku pasar uang di Teheran menyatakan penurunan rial ini akan lebih dalam, bahkan mencapai 38.000-40.000 per dolar AS. Para pelaku pasar uang enggan diwawancara karena isu politik yang sensitif di Iran.
Pemerintah Iran memang menyalahkan spekulator menjadi biang kerok jatuhnya nilai mata uang tersebut. Bahkan ada pelaku pasar gelap yang mencoba menjatuhkan nilai mata uang Iran.
Selama ini memang AS dan Eropa tengah kompak memberi sanksi kepada Iran dengan mengembargo minyak dari Iran akibat program nuklir yang dilakukan Iran. Selain itu, AS juga mempengaruhi negara-negara lain utnuk melakukan embargo minyak Iran, jika tidak mau, maka negara yang masih melakukan perdagangan minyak dengan Iran bakal dikucilkan.
(dnl/ang)
Menteri Industri, Pertambangan, dan Perdagangan Iran Mehdi Ghazafari menyatakan, pemerintah Iran berharap otoritas keamanan bisa mencari penyebab kejatuhan rial yang tidak wajar ini.
"Kami mempunyai harapan besar bahwa otoritas keamanan bisa mengontrol dan mencari penyebab gangguan di pasar uang ini. Para broker di pasar juga berharap adanya peningkatan harga agar lebih menguntungkan. Tidak ada yang bisa mengontrol broker-broker itu," kata Ghazafari dikutip dari Arab News, Rabu (3/10/2012).
Sebelumnya, seorang pejabat dari AS menyatakan, penurunan nilai mata uang Iran ini adalah hasil kesuksesan dari sanksi internasional yang dilakukan AS akibat penolakan terhadap program nuklir di Iran. "Ini memperlihatkan kesuksesan tekanan internasional yang kami kepada ekonomi Iran," ujar pejabat tersebut.
Pada Senin lalu, nilai mata uang Iran rial turun menjadi 34.700 per dolar AS, dari sebelumnya hanya 29.600 per dolar AS.
Akibat gejolak ini, para pelaku pasar uang di Teheran menyatakan penurunan rial ini akan lebih dalam, bahkan mencapai 38.000-40.000 per dolar AS. Para pelaku pasar uang enggan diwawancara karena isu politik yang sensitif di Iran.
Pemerintah Iran memang menyalahkan spekulator menjadi biang kerok jatuhnya nilai mata uang tersebut. Bahkan ada pelaku pasar gelap yang mencoba menjatuhkan nilai mata uang Iran.
Selama ini memang AS dan Eropa tengah kompak memberi sanksi kepada Iran dengan mengembargo minyak dari Iran akibat program nuklir yang dilakukan Iran. Selain itu, AS juga mempengaruhi negara-negara lain utnuk melakukan embargo minyak Iran, jika tidak mau, maka negara yang masih melakukan perdagangan minyak dengan Iran bakal dikucilkan.
(dnl/ang)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Rabu, 22/05/2013 08:44 WIB
Yuk! Lihat 10 Merek Dagang Termahal di Dunia Ini
-
Rabu, 22/05/2013 08:43 WIB
Singapura Setujui Syarat BI Soal Komitmen Akuisisi Danamon
-
Rabu, 22/05/2013 08:36 WIB
Market Flash eTrading
-
Rabu, 22/05/2013 08:34 WIB
Trust Securities: Pelemahan IHSG Bisa Berlanjut
-
Rabu, 22/05/2013 08:30 WIB
Semesta Indovest: IHSG Bergerak Konsolidasi
-
Rabu, 22/05/2013 07:40 WIB
Pencari Kerja Lirik BUMN Ketimbang Perusahaan Swasta
-
Rabu, 22/05/2013 07:52 WIB
Total Korban Jiwa Runtuhan Tambang Freeport di Papua 28 Orang
-
Rabu, 22/05/2013 08:11 WIB
Disokong Komentar The Fed, Dow Jones dan S&P Cetak Rekor Baru
-
Rabu, 22/05/2013 08:23 WIB
Laporan dari Singapura
Banyak Gedung Tinggi, Tapi Belum Ada Menara Bernama 'Singapura' di Singapura
-
Rabu, 22/05/2013 08:18 WIB
Rekomendasi Saham
IHSG Bisa Rebound Didorong Pasar Global
-
68 Komentar
-
38 Komentar
-
30 Komentar
-
29 Komentar
-
26 Komentar
-
Rabu, 17/04/2013 12:45 WIB
Wawancara Direktur Komersial AirAsia
Penerbangan adalah Bisnis yang Seksi
PT Indonesia AirAsia adalah maskapai murah paling dikenal di Indonesia. Direktur Komersial Indonesia AirAsia Bernard Francis menilai penerbangan adalah bisnis yang seksi.
-
Rabu, 15/05/2013 13:51 WIB
Prospek Saham di Tahun Politik 2014
Indonesia akan memasuki tahun politik di 2014 nanti menjelang Pemilu. Bagaimana prospek saham di tahun tersebut?
-
Selasa, 21/05/2013 12:26 WIB
Dahlan Iskan Diserbu 10.000 Guru di Sentul
Usai menjadi pembicara di depan 10.000 guru se-Kabupaten Bogor, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan langsung diserbu oleh peserta. Ada apa ya?
Online Trading Academy
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Nullam eu justo lacus. Phasellus pulvinar ullamcorper congue. Vivamus porttitor, justo sit amet luctus pretium, leo purus eleifend ligula, vitae elementum dolor turpis consectetur eros.
REGISTRASI OTA
MustRead
close
-
Selasa, 21/05/2013 14:15 WIB WIB
Ini Kementerian yang Berikan Gaji Paling Tinggi Bagi PNS-nya
-
Selasa, 21/05/2013 14:06 WIB WIB
Gita Wirjawan Akui BlackBerry Q10 dan Z10 Tak Boleh Beredar
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer


_2.gif)







