detikfinance

Minyak Pertamina Sering Dicuri, Ini Komentar Dahlan Iskan

Feby Dwi Sutianto - detikfinance
Rabu, 03/10/2012 21:31 WIB
http://us.images.detik.com/content/2012/10/03/1034/213324_2100165021tetesminyak.jpg
Jakarta -Pipa minyak Pertamina yang berada Tempino-Plaju, Sumatera Selatan seringkali jadi korban pencurian. Menteri BUMN Dahlan Iskan meminta Pertamina terus mengadukan ini ke pihak keamanan.

Dahlan mengatakan, pipa milik Pertagas (anak usaha Pertamina) di Sumsel tersebut menyalurkan 2.000 barel minyak dan aksi pencurian sudah makin parah.

"Pertamina tidak disiapkan organisasinya mengatasi persoalan itu. Itukan sudah menyangkut jaringan yang begitu luas, Pertamina bisanya mengadu kepada pihak keamanan. Karena di negara ini ada pihak yang menangani keamanan," tegas Dahlan saat ditemui di JCC, Senayan, Jakarta, Rabu (3/10/2012).

Dahlan menyatakan, dirinya sudah tahu soal aksi pencurian minyak ini. Dirinya menegaskan, Pertamina tak boleh hanya diam.

Sebelumnya, Manajer Humas Pertamina EP Agus Amperianto mengatakan, dari Januari-17 September 2012, pengiriman minyak mentah Pertamina EP ke kilang pengolahan hilang rata-rata sebanyak 17%.

Menurut Agus, dalam sebulan Pertamina EP mendistribusikan minyak mentah sebanyak 330.000 barel per bulan atau dengan rata-rata per hari mencapai 11.000 barel.

"Setelah kita hitung ternyata kehilangan pengiriman minyak kami sebesar 17%, atau hingga 17 September mencapai 232.000 barel jika dirupiahkan mencapai Rp 198,3 miliar lebih," ujar Agus.

Hari ini, minyak Pertamina yang dicuri oleh kawanan pencuri meledak dan menimbulkan korban tewas dan luka-luka yang tak lain adalah pencuri itu sendiri.

Kebakaran terjadi di dekat jalur pipa Tempino-Plaju di kilometer 219 Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.

Deputi Pengendalian Operasi Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) Gde Pradyana pernah mengatakan, sudah puluhan tahun minyak mentah Indonesia khususnya di Sumatera Selatan, Tempino-Plaju dicuri. Dalam setahun ratusan miliar melayang, dan pelaku pencurian saat ini sudah 'berjamaah' mencapai 3.500 orang lebih.
(feb/dnl)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!

Sponsored Link


Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com


“Mau berinvestasi di pasar modal ? Mega Online Trading adalah solusinya”

www.megaonlinetrading.com

Info Lebih Lanjut
MustRead close