Anggota DPR: Gaji Bos OJK Antara Rp 95 Juta Sampai Rp 145 Juta

Herdaru Purnomo - detikfinance
Rabu, 10/10/2012 19:36 WIB
Anggota DPR: Gaji Bos OJK Antara Rp 95 Juta Sampai Rp 145 Juta
Jakarta -Sistem dan standar remunerasi Dewan Komisoner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dinilai sudah sesuai dengan standar kewajaran dan benchmark regulator sektor keuangan yang ada di Indonesia, yaitu Bank Indonesia (BI) dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

“Kalau angkanya lebih tinggi ya wajar. Pengawas sektor keuangan kan memang harus lebih pintar, kredibel dan berintegritas daripada lembaga yang diawasi. Daripada digaji murah malah nanti kongkalikong dengan yang diawasi seperti kasus BLBI dulu. Berapa triliun negara harus membayarnya,” ujar Anggota Komisi XI DPR RI dari Golkar, Nusron Wahid kepada detikFinance, Rabu (10/10/2012).

Mantan Ketua Pansus RUU OJK ini menyatakan, menarik simpati agar para professional dan regulator terbaik untuk bergabung ke OJK tentunya akan mengalami kesulitan kalau yang bersangkutan tidak diimbangi dengan tingkat remunerasi dan standar gaji yang wajar sesuai dengan benchmark sektor keuangan.

“Mana ada orang BI yang mau pindah ke OJK kalau gajinya sama dengan PNS atau lebih rendah dari gaji BI. Lantas akan dapat basis sumber daya manusia dari mana nanti OJK? Mau mengambil dari swasta kalau gajinya lebih rendah dibandingkan dengan gaji direksi di bank atau asuransi swasta mana ada yang mau,” tegasnya.

Menurut dia, standard gaji dan remunerasi OJK berdasarkan UU No 21 tetantang OJK pasal 35 ayat (2) memang dikecualikan dari standar biaya umum.

“Di dalam UU dinyatakan bahwa anggaran OJK digunakan untuk membiayai kegiatan operasional, administratif, pengadaan asset, serta kegiatan pendukung lainnya, ditetapkan berdasarkan standar yang wajar di sektor jasa keuangan dan dikecualikan dari standar biaya umum. Di dalam penjelasannya lebih detail lagi. Saya kira ini sudah clear,” tegasnya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, gaji anggota Dewan Komisioner OJK lebih rendah dibandingkan regulator dan praktisi di sektor jasa keuangan, yaitu berada pada kisaran Rp 94-145 jutaan per bulan. Sementara Dewan Gubernur BI sekitar Rp 130–150 juta, komisioner LPS sekitar Rp 150–175 juta, sedangkan direksi perbankan yang gajinya Rp 200 – 300 juta.

Nusron mengharapkan agar seluruh pemangku kepentingan mendukung transisi keberlangsungan OJK di masa depan sehingga perlu mendapatkan dukungan penuh dari setiap stakeholder. OJK sangat berperan dalam mewujudkan sistem keuangan yang tumbuh secara berkelanjutan dan stabil.

"Masa transisi sangat penting dalam keberlangsungan OJK di masa depan sehingga perlu mendapatkan dukungan penuh dari setiap stakeholder. OJK sangat berperan dalam mewujudkan sistem keuangan yang tumbuh secara berkelanjutan dan stabil," tutup Nusron.

Sebelumnya, Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta anggaran Rp 9,25 miliar untuk pembayaran gaji periode Agustus hingga Desember 2012. Anggota Komisi XI dari PDI-P Arif Budimanta menilai anggaran gaji tersebut cukup mengagetkan dan fantastis.

"Gaji Dewan Komisioner OJK dibiayai oleh APBN sejak Agustus-Desember 2012 direncanakan sebesar Rp 9,25 miliar. Itu yang disebutkan oleh Sekjen Kementerian Keuangan dalam rapat dengan Komisi XI," kata Arif.

"Berarti rata-rata perbulan gaji Dewan Komisioner dibayar Rp 260 juta, lebih besar dari gaji Menteri dan Presiden yang sama-sama dibayar oleh APBN," imbuhnya.


(dru/hen)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Apa Saja Keuntungan Berinvestasi Obligasi? Kamis, 24/03/2016 17:19 WIB
    Apa Saja Keuntungan Berinvestasi Obligasi?
    Memilih investasi yang tepat bukan perkara mudah. Berbagai instrumen investasi ditawarkan mulai dari saham, obligasi, reksa dana, deposito, emas, dan lain-lain.
  • Perempuan Bergaji Rp 379 Miliar Kamis, 28/04/2016 07:10 WIB
    Perempuan Bergaji Rp 379 Miliar
    CEO perusahaan otomotif AS, General Motors (GM), Mary Barra, mendapatkan gaji US$ 28,6 juta atau sekitar Rp 379 miliar sepanjang 2015 lalu. Angka ini naik 77%.


“Mau berinvestasi di pasar modal ? Mega Online Trading adalah solusinya”

www.megaonlinetrading.com

Info Lebih Lanjut