Ini Alasan Komisi VII DPR Panggil Dahlan Iskan
Senin, 22/10/2012 13:41 WIB
Jakarta - Komisi VII DPR hari ini harusnya dijadwalkan meminta klarifikasi Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan atas temuan hasil pemeriksaan BPK RI No30/Auditama VII/PDTT/09/2011 tertanggal 16 September 2011. Kok bisa padahal Menteri BUMN bukan mitra kerja Komisi VII?
Dari temuan BPK tersebut, PLN ditenggarai telah inefisiensi hampir Rp 37 triliun dikarenakan menggunakan banyak bahan bakar minyak (BBM) untuk membangkitkan listrik.
"Kami meminta, mengundang Dahlan Iskan untuk meminta klarifikasi atau penjelasan atas temuan BPK yang membuat negara rugi triliunan rupiah akibat kinerja PLN pada 2009-2010, kebetulan status Dahlan Iskan saat ini sebagai Menteri BUMN," kata Wakil Ketua Komisi VII DPR, Efendi Simbolon dalam rapat kerja dengan Kementerian ESDM dan Kementerian BUMN, Senin (22/10/2012).
Ditempat yang sama, Menurut Wakil Menteri ESDM, Rudi Rubiandini mengatakan penyebab inefesiensi yang ditemukan BPK dikarekan tata niaga gas.
"Ada Priotitas peruntukan gas, dimana prioritas pertama untuk injeksi produksi minyak (Minyak Duri yang dikelola Chevron), untuk listrik, untuk pupuk dan terakhir untuk industri," kata Rudi.
Dikarenakan prioritas gas tersebut, alokasi gas untuk PLN tidak ada. "Betul (karena priotiras gas). Tapi kan barangnya nggak ada. Lagipula, masalahnya adalah mau ke mana ini didahulukan. Waktu itu kan harus injeksi uap nomor satu, baru PLN, lalu pupuk yang terkahir baru industri. Itu yang jadi masalah. Karena pada saat itu ketika gas shortage, kalau nggak salah 20 hari, karena sesuai permen itu yang dilakukan," ungkap Rudi.
Namun rapat yang meminta klarifikasi Dahlan Iskan sekalu mantan Dirut PLN terpaksa dibatalkan karena ketidakhadiran Dahlan Iskan dikarenakan sedang mengikuti rapat kabinet dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Yogyakarta. Rapat ditunda hari Rabu (24/10/2012) pada malam harinya.
(rrd/dru)
Dari temuan BPK tersebut, PLN ditenggarai telah inefisiensi hampir Rp 37 triliun dikarenakan menggunakan banyak bahan bakar minyak (BBM) untuk membangkitkan listrik.
"Kami meminta, mengundang Dahlan Iskan untuk meminta klarifikasi atau penjelasan atas temuan BPK yang membuat negara rugi triliunan rupiah akibat kinerja PLN pada 2009-2010, kebetulan status Dahlan Iskan saat ini sebagai Menteri BUMN," kata Wakil Ketua Komisi VII DPR, Efendi Simbolon dalam rapat kerja dengan Kementerian ESDM dan Kementerian BUMN, Senin (22/10/2012).
Ditempat yang sama, Menurut Wakil Menteri ESDM, Rudi Rubiandini mengatakan penyebab inefesiensi yang ditemukan BPK dikarekan tata niaga gas.
"Ada Priotitas peruntukan gas, dimana prioritas pertama untuk injeksi produksi minyak (Minyak Duri yang dikelola Chevron), untuk listrik, untuk pupuk dan terakhir untuk industri," kata Rudi.
Dikarenakan prioritas gas tersebut, alokasi gas untuk PLN tidak ada. "Betul (karena priotiras gas). Tapi kan barangnya nggak ada. Lagipula, masalahnya adalah mau ke mana ini didahulukan. Waktu itu kan harus injeksi uap nomor satu, baru PLN, lalu pupuk yang terkahir baru industri. Itu yang jadi masalah. Karena pada saat itu ketika gas shortage, kalau nggak salah 20 hari, karena sesuai permen itu yang dilakukan," ungkap Rudi.
Namun rapat yang meminta klarifikasi Dahlan Iskan sekalu mantan Dirut PLN terpaksa dibatalkan karena ketidakhadiran Dahlan Iskan dikarenakan sedang mengikuti rapat kabinet dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Yogyakarta. Rapat ditunda hari Rabu (24/10/2012) pada malam harinya.
(rrd/dru)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Sabtu, 25/05/2013 13:32 WIB
Hotel Indonesia Natour Tambah 13 Hotel Baru Dalam 2 Tahun
-
Sabtu, 25/05/2013 13:10 WIB
Korea Selatan Andalkan Teknologi untuk Pertumbuhan Ekonomi
-
Sabtu, 25/05/2013 12:30 WIB
BUMN Ini Punya Hotel dengan Kamar Terbanyak di Bali
-
Sabtu, 25/05/2013 11:48 WIB
CT Puji Kemajuan Teknologi Korsel yang Sangat Pesat
-
Sabtu, 25/05/2013 11:16 WIB
Indonesia Bisa Maju Seperti Korsel, Apa Kuncinya?
-
Sabtu, 25/05/2013 12:15 WIB
BUMN Ini Punya Hotel dengan Kamar Terbanyak di Bali
-
Sabtu, 25/05/2013 11:10 WIB
Laporan dari Korea Selatan
Indonesia Bisa Maju Seperti Korsel, Apa Kuncinya?
-
Sabtu, 25/05/2013 11:47 WIB
Laporan dari Korea Selatan
CT Puji Kemajuan Teknologi Korsel yang Sangat Pesat
-
Sabtu, 25/05/2013 10:58 WIB
Laporan dari Korea Selatan
Mantan Presiden Korsel Sambut Hangat Kunjungan Chairul Tanjung ke Seoul
-
Sabtu, 25/05/2013 13:04 WIB
Laporan dari Korea Selatan
Korea Selatan Andalkan Teknologi untuk Pertumbuhan Ekonomi
-
34 Komentar
-
33 Komentar
-
29 Komentar
-
22 Komentar
-
20 Komentar
-
Rabu, 17/04/2013 12:45 WIB
Wawancara Direktur Komersial AirAsia
Penerbangan adalah Bisnis yang Seksi
PT Indonesia AirAsia adalah maskapai murah paling dikenal di Indonesia. Direktur Komersial Indonesia AirAsia Bernard Francis menilai penerbangan adalah bisnis yang seksi.
-
Rabu, 15/05/2013 13:51 WIB
Prospek Saham di Tahun Politik 2014
Indonesia akan memasuki tahun politik di 2014 nanti menjelang Pemilu. Bagaimana prospek saham di tahun tersebut?
-
Jumat, 24/05/2013 14:35 WIB
6 Pengusaha Arab Cantik Paling Berpengaruh dari Timur Tengah
Tak mau ketinggalan, Arabian Business juga ikut merilis daftar serupa yang bertajuk 100 Wanita Arab Paling Berpengaruh di Dunia.
Online Trading Academy
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Nullam eu justo lacus. Phasellus pulvinar ullamcorper congue. Vivamus porttitor, justo sit amet luctus pretium, leo purus eleifend ligula, vitae elementum dolor turpis consectetur eros.
REGISTRASI OTA
MustRead
close
-
Jumat, 24/05/2013 14:15 WIB WIB
'Indonesia Seharusnya Bisa Jadi Negara Hebat'
-
Jumat, 24/05/2013 14:03 WIB WIB
Gelar Operasi Pasar, Pemerintah Sebar 1.500 Ton Daging di Jabodetabek
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer











