detikfinance

Subsidi BBM Ratusan Triliunan, Ini Tips Hemat Anggota DPR

Feby Dwi Sutianto - detikfinance
Selasa, 23/10/2012 16:35 WIB
http://us.images.detik.com/content/2012/10/23/1034/163705_55fotoalphardpremium.jpeg
Jakarta -Nilai subsidi BBM, elpiji, dan BBG di 2013 bakal mencapai Rp 193,8 tiliun, dan berpotensi naik karena konsumsi meningkat. Apa tips untuk menghemat anggaran ini?

Anggota Komisi VII DPR Satya W. Yudha menegaskan, pemerintah harus melakukan pengelolaan subsidi energi khususnya pengaturan subsidi BBM secara ketat di 2013, supaya tidak terjadi penggelembungan anggaran.

Politisi partai Golkar ini mau berbagi saran kepada pemerintah. Pertama, tutur Satya, pemerintah bisa membuat sebuah sistem teknologi yang dapat mengatur penyaluran BBM bersubsidi.

"Manajemen volume BBM bersubsidi perlu dilakukan melalui pengendalian volume dengan menggunakan sistem IT. Per kendaraan diberi jatah per volume per hari," kata Satya kepada detikFinance di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (23/10/2012).

Kedua, pemerintah harus mengatur dan mengenjot program konversi BBM ke energi alternatif. "Konversi BBM ke BBG atau energi yang lebih murah," paparnya.

Solusi yang ketiga, Satya mengaku, pemerintah harus berani dan tegas menaikkan harga BBM bersubsidi ketika harga minyak dunia melebihi harga minyak mentah Indonesia (Indonesia Crude Price/ICP) karena telah diberi kewenangan di dalam UU APBN 2013.

"Kalau kewenangan (penyesuaian harga BBM susidi) telah diberikan ke pemerintah, maka harus dijelaskan ke publik uang itu tidak lari ke mana melainkan menyentuh masyarakat, bisa menggerakan sektor riil," tegasnya.

Untuk jangka panjang, tambah Satya, pemerintah harus merubah pola subsidi BBM. Saat ini, menurutnya pola subsidi masih terfokus pada harga BBM, padahal BBM bersubsidi banyak disalahgunakan dan tidak tepat sasaran karena harganya terlalu murah.

Ke depan, pemerintah harus merancang program subsidi langsung yang bisa tepat sasaran kepada penduduk berpenghasilan rendah dan miskin.

"Bisa cash transfer (subsidi langsung), bantuan beras, pendidikan gratis hingga kelas 12. Bantuan untuk mobil angkot berupa bantuan sparepart. Itu lebih mengena, itu merubah paradigma," cetusnya.
(feb/dnl)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!



Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Gb Senin, 21/07/2014 17:45 WIB
    Bos Blue Bird Bicara Soal Kursi Ketua Hipmi
    Jumat (18/07/2014) lalu, detikFinance berkesempatan mewawancarai Bayu Priawan Djokosoetono, Bendahara Umum Hipmi. Bayu dikabarkan mencalonkan diri untuk menjadi ketua umum Hipmi selanjutnya.
  • Gb Minggu, 03/08/2014 18:18 WIB
    Ini Penyebab Klaim Asuransi Kecelakaan Tak Bisa Cair
    Beberapa kasus ada saja pemegang asuransi kecelakaan yang sulit mencairkan klaimnya. Berikut ini beberapa hal yang menyebabkan klaim asuransi kecelakaan sulit atau bahkan tak bisa cair.


“Mau berinvestasi di pasar modal ? Mega Online Trading adalah solusinya”

www.megaonlinetrading.com

Info Lebih Lanjut