detikfinance

Indomaret & Alfamart Cs Paling Terpukul Adanya Aturan Waralaba Toko Moderen

Suhendra - detikfinance
Rabu, 31/10/2012 12:13 WIB
Indomaret & Alfamart Cs Paling Terpukul Adanya Aturan Waralaba Toko Moderen
Jakarta -Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor: 68/M-DAG/PER/10/2012 tentang waralaba untuk jenis usaha toko moderen dipastikan akan memukul pelaku toko moderen yang mengklaim sebagai waralaba. Toko moderen dengan status waralaba umumnya pelaku usaha lokal seperti minimarket Indomaret, Alfamart dan lain-lain.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Komite Tetap Waralaba dan Lisensi Kadin Indonesia Amir Karamoy kepada detikFinance, Rabu (31/10/2012)

"Permendag No 68, relatif yang dirugikan adalah pengusaha lokal, diantaranya minimarket seperti Indomaret dan Alfamart," kata Amir.

Amir menjelaskan dalam Permendag ini memang hanya berlaku bagi toko moderen yang berstatus waralaba. Sementara toko moderen yang belum mengklaim sebagai waralaba yang umumnya adalah pemain asing lolos dari ketentuan ini.

Ia menambahkan dampak yang terasa bagi toko moderen waralaba lokal seperti Indomaret dan Alfamart adalah soal ketentuan penyesuaian jumlah gerai milik sendiri yang hanya dibatasi 150 outlet. Sementara dua minimarket tersebut sudah memiliki jumlah hingga ribuan outlet dan mayoritas dimiliki sendiri (company owned), dengan kata lain mereka harus melepas gerai-gerai mereka ke publik secara bertahap.

"Menurut saya Permendag ini lebih memukul toko moderen lokal yang besar, mereka tentunya tak suka," katanya.

Seperti diketahui Permendag baru ini mengatur bahwa pemberi Waralaba dan Penerima Waralaba untuk jenis usaha Toko Modern hanya dapat mendirikan outlet/gerai yang dimiliki dan dikelola sendiri paling banyak 150 (seratus lima puluh) outlet/gerai. Maka outlet yang ke-151 dan seterusnya wajib diwaralabakan ke publik.

Permendag itu mengatur juga usaha toko moderen yang sudah berdiri saat ini melebihi 150 outlet, diberikan waktu 5 (lima) tahun untuk menyesuaikan ketentuan jumlah outlet/gerai yang dimiliki dan dikelola sendiri dan yang diwaralabakan.

"Penyesuaian dilakukan dengan cara melepas paling sedikit 20 persen dari jumlah outlet/gerai yang harus diwaralabakan oleh Pemberi Waralaba atau Penerima Waralaba setiap tahunnya," jelas Permendag tersebut.

Peraturan ini ditandatangani Menteri Perdagangan Gita Wirjawan pada 29 Oktober 2012. Tujuan dari peraturan baru ini untuk membatasi ruang ekspansi waralaba toko modeern, sekaligus mendorong kemitraan dengan penerima waralaba atau masyarakat luas dan memperluas peluang pemasaran bagi produk-produk dalam negeri.
(hen/dnl)

Baca Juga


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Apa Saja Keuntungan Berinvestasi Obligasi? Kamis, 24/03/2016 17:19 WIB
    Apa Saja Keuntungan Berinvestasi Obligasi?
    Memilih investasi yang tepat bukan perkara mudah. Berbagai instrumen investasi ditawarkan mulai dari saham, obligasi, reksa dana, deposito, emas, dan lain-lain.
  • Perempuan Bergaji Rp 379 Miliar Kamis, 28/04/2016 07:10 WIB
    Perempuan Bergaji Rp 379 Miliar
    CEO perusahaan otomotif AS, General Motors (GM), Mary Barra, mendapatkan gaji US$ 28,6 juta atau sekitar Rp 379 miliar sepanjang 2015 lalu. Angka ini naik 77%.


“Mau berinvestasi di pasar modal ? Mega Online Trading adalah solusinya”

www.megaonlinetrading.com

Info Lebih Lanjut
MustRead close