Pemerintah akan Permudah Pengusaha yang Ajukan Penangguhan UMP 2013
Senin, 26/11/2012 14:50 WIB
Jakarta - Pemerintah berjanji akan mempermudah proses penangguhan pembayaran upah minimum provinsi (UMP) 2013 untuk pengusaha yang tak mampu membayar.
Rencananya akan keluar peranturan menteri tenaga kerja dan transmigrasi yang mengatur secara teknis.
"Nantinya di Kemanakertrans akan dibuatkan permen (peraturan menteri) baru soal penangguhannya. Sebenarnya sudah ada aturannya, tapi prosedurnya terlalu panjang. Menaker secara lisan setuju agar disederhanakan," kata Menteri Perindustrian MS Hidayat usai jamuan santap siang kenegaaran menyambut putra mahkota Norwegia, Hanook Magnus, di Istana Negara, Senin (26/11/2012)
Hidayat juga mengatakan ada beberapa usulan terkait kemudahan bagi pengusaha yang ingin meminta penangguhan. Kalangan pengusaha mengusulkan agar masalah penangguhan tersebut diserahkan kedua belah pihak antara pengusaha dan buruh.
"Ada usulan lain dari asosiasi, agar bisa dikembalikan ke biparti, pengusaha dan pekerja berunding. Di forum bipartit, pengusaha bisa paparkan tawarannya. Misalnya kalau upahnya sekian maka harus ada layoff (PHK) sekian. Itu tanpa intervensi pemerintah. Kita cuma tetapkan kesepakatan hasilnya," katanya.
Hidayat langsung turun tangan memfasilitasi beberapa opsi mekanisme penangguhan keberatan UMP 2013. Termasuk membahas agar sektor padat karya yang menyerap banyak tenaga kerja.
"Itu baru usulan dari pengusaha yang tergabung dalam asosiasi. Nanti jam 16.00 ini Anton (Anton Supit perwakilan Apindo) dari sepatu ketemu saya di kantor. Besok akan ada rapat lagi, kita hitung lagi buat yang labour insentif itu," katanya.
Menurutnya dari laporan yang diterima pemerintah, keberatan terhadap UMP/UMK lebih banyak berada di kawasan Jabodetabek. Hal ini karena kenaikannya cukup signifikan dibandingkan daerah lainnya.
"Laporannya buat Jabar, Jatim, Jateng yang naik 11-13 persen nggak ada masalah. Oke. Yang jadi masalah Bekasi, Tangerang dan Karawang yang ikut Jakarta naik di atas 30%," katanya.
(hen/dru)
Rencananya akan keluar peranturan menteri tenaga kerja dan transmigrasi yang mengatur secara teknis.
"Nantinya di Kemanakertrans akan dibuatkan permen (peraturan menteri) baru soal penangguhannya. Sebenarnya sudah ada aturannya, tapi prosedurnya terlalu panjang. Menaker secara lisan setuju agar disederhanakan," kata Menteri Perindustrian MS Hidayat usai jamuan santap siang kenegaaran menyambut putra mahkota Norwegia, Hanook Magnus, di Istana Negara, Senin (26/11/2012)
Hidayat juga mengatakan ada beberapa usulan terkait kemudahan bagi pengusaha yang ingin meminta penangguhan. Kalangan pengusaha mengusulkan agar masalah penangguhan tersebut diserahkan kedua belah pihak antara pengusaha dan buruh.
"Ada usulan lain dari asosiasi, agar bisa dikembalikan ke biparti, pengusaha dan pekerja berunding. Di forum bipartit, pengusaha bisa paparkan tawarannya. Misalnya kalau upahnya sekian maka harus ada layoff (PHK) sekian. Itu tanpa intervensi pemerintah. Kita cuma tetapkan kesepakatan hasilnya," katanya.
Hidayat langsung turun tangan memfasilitasi beberapa opsi mekanisme penangguhan keberatan UMP 2013. Termasuk membahas agar sektor padat karya yang menyerap banyak tenaga kerja.
"Itu baru usulan dari pengusaha yang tergabung dalam asosiasi. Nanti jam 16.00 ini Anton (Anton Supit perwakilan Apindo) dari sepatu ketemu saya di kantor. Besok akan ada rapat lagi, kita hitung lagi buat yang labour insentif itu," katanya.
Menurutnya dari laporan yang diterima pemerintah, keberatan terhadap UMP/UMK lebih banyak berada di kawasan Jabodetabek. Hal ini karena kenaikannya cukup signifikan dibandingkan daerah lainnya.
"Laporannya buat Jabar, Jatim, Jateng yang naik 11-13 persen nggak ada masalah. Oke. Yang jadi masalah Bekasi, Tangerang dan Karawang yang ikut Jakarta naik di atas 30%," katanya.
(hen/dru)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 24/05/2013 21:12 WIB
DBS Akan Akuisisi Bank Danamon
-
Jumat, 24/05/2013 19:49 WIB
Kunjungi Korsel, Chairul Tanjung Temukan Rahasia Membuat Petani Sejahtera
-
Jumat, 24/05/2013 19:31 WIB
Bersama Presiden Korsel, Chairul Tanjung Bahas Industri Pertahanan
-
Jumat, 24/05/2013 19:14 WIB
Temui Presiden Korsel, Chairul Tanjung Ingin Perkuat Kerjasama Ekonomi
-
Jumat, 24/05/2013 18:53 WIB
BCA Pamerkan 'Dompet Mini Berjalan'
-
Jumat, 24/05/2013 10:21 WIB
Rumah Aneh di Singapura, 11 Tahun Dijual Tak Laku-laku
-
Jumat, 24/05/2013 14:31 WIB
6 Pengusaha Arab Cantik Paling Berpengaruh dari Timur Tengah
-
Jumat, 24/05/2013 13:40 WIB
Kisah Jepang Paksa Warganya Beralih dari Kendaraan Pribadi ke Transportasi Massal
-
Jumat, 24/05/2013 17:55 WIB
Beda Nasib, Garuda Masuk Jajaran Maskapai Terbaik Dunia dan Merpati Terburuk
-
Jumat, 24/05/2013 16:16 WIB
Buah Durian di Seluruh Dunia Aslinya Dari Indonesia
-
33 Komentar
-
33 Komentar
-
29 Komentar
-
21 Komentar
-
20 Komentar
-
Rabu, 17/04/2013 12:45 WIB
Wawancara Direktur Komersial AirAsia
Penerbangan adalah Bisnis yang Seksi
PT Indonesia AirAsia adalah maskapai murah paling dikenal di Indonesia. Direktur Komersial Indonesia AirAsia Bernard Francis menilai penerbangan adalah bisnis yang seksi.
-
Rabu, 15/05/2013 13:51 WIB
Prospek Saham di Tahun Politik 2014
Indonesia akan memasuki tahun politik di 2014 nanti menjelang Pemilu. Bagaimana prospek saham di tahun tersebut?
-
Jumat, 24/05/2013 14:35 WIB
6 Pengusaha Arab Cantik Paling Berpengaruh dari Timur Tengah
Tak mau ketinggalan, Arabian Business juga ikut merilis daftar serupa yang bertajuk 100 Wanita Arab Paling Berpengaruh di Dunia.
Online Trading Academy
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Nullam eu justo lacus. Phasellus pulvinar ullamcorper congue. Vivamus porttitor, justo sit amet luctus pretium, leo purus eleifend ligula, vitae elementum dolor turpis consectetur eros.
REGISTRASI OTA
MustRead
close
-
Jumat, 24/05/2013 13:42 WIB WIB
Bagaimana Nasib Rp 1.000 Jadi Rp 1 di Tangan Gubernur BI Baru Agus Marto?
-
Jumat, 24/05/2013 13:40 WIB WIB
Kisah Jepang Paksa Warganya Beralih dari Kendaraan Pribadi ke Transportasi Massal
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer











