Effendi Simbolon Bakal Surati SBY Karena Anggap Dahlan Lecehkan DPR
Rabu, 05/12/2012 15:22 WIB
Foto: Dok. detikFinance
Jakarta - Wakil Ketua Komisi VII DPR Effendi Simbolon mengungkapkan, Komisi VII DPR akan mengirim surat kepada Presiden SBY karena menilai ada pelecehan dan wanprestasi yang dilakukan Menteri BUMN Dahlan Iskan.
Hari ini, Dahlan tidak kembali datang dalam rapat dengan Komisi VII DPR terkait temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) soal inefisiensi PLN Rp 37 triliun di 2009/2010. Dahlan diminta tanggung jawab karena saat itu menjabat sebagai Dirut PLN.
"Ini dia tidak datang, kita (Komisi VII akan rapat internal), kita akan kirim surat ke presiden," kata Effendi ditemui di ruang Komisi VII, Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (5/12/2012).
Pengiriman surat tersebut karena perilaku Dahlan tidak mencerminkan etika baik, wanprestasi, dan pelecehan kepada Komisi VII DPR.
"Ini karena sikapnya mencermintakan tidak beretika, wanprestasi, dan pelecehan kepada presiden," ucapnya.
"Kita ini sudah panggil yang ke 5 kali, baru sekali dipenuhi, ini sudah terlihat Dahlan lari dari permintaan tanggung jawab dan klarifikasi temuan BPK kerugian negara Rp 37,6 triliun," cetus Effendi.
Kemarin, Dahlan mengatakan dirinya lebih memilih menghadiri pertemuan dengan salah satu BUMN Dhuafa yakni PT Kertas Leces (Persero) di Probolinggo Jawa Timur hari ini.
Pengamat Perminyakan Kurtubi menilai pemanggilan mantan Dirut PLN Dahlan Iskan oleh Komisi VII DPR untuk menjelaskan pemborosan atau inefisiensi PLN 2009/2010 sebesar Rp 37 triliun salah alamat.
Menurutnya akar permasalahannya karena kebijakan Presiden Megawati, termasuk Menteri ESDM pada waktu itu Purnomo Yusgiantoro.
Direktur Utama PLN Nur Pamudji pernah mengatakan, kehilangan kesempatan penghematan tersebut terjadi karena tidak adanya pasokan gas ke PLTG. "Karena nggak ada gas," ucapnya.
Tidak dapat gas, kata Pamudji, karena Kementerian ESDM dan BP Migas memiliki prioritas tersendiri untuk pasokan gas. "Itu ada Permen ESDM nomor 3 tahun 2010 terkait prioritas gas," jelasnya.
Wakil Menteri ESDM Rudi Rubiandini juga mengatakan, penyebab pemborosan yang ditemukan BPK dikarenakan tata niaga gas.
"Ada priotitas peruntukkan gas, di mana prioritas pertama untuk injeksi produksi minyak (minyak duri yang dikelola Chevron), untuk listrik, untuk pupuk dan terakhir untuk industri," kata Rudi.
Dikarenakan prioritas gas tersebut, alokasi gas untuk PLN tidak ada.
"Betul (karena prioritas gas). Tapi kan barangnya nggak ada. Barangnya nggak ada. Lagipula, masalahnya adalah mau ke mana ini didahulukan. Waktu itu kan harus injeksi uap nomor satu, baru PLN, lalu pupuk yang terkahir baru industri. Itu yang jadi masalah. Karena pada saat itu ketika gas shortage, kalau nggak salah 20 hari, karena sesuai permen itu yang dilakukan," ungkap Rudi.
(rrd/dnl)
Hari ini, Dahlan tidak kembali datang dalam rapat dengan Komisi VII DPR terkait temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) soal inefisiensi PLN Rp 37 triliun di 2009/2010. Dahlan diminta tanggung jawab karena saat itu menjabat sebagai Dirut PLN.
"Ini dia tidak datang, kita (Komisi VII akan rapat internal), kita akan kirim surat ke presiden," kata Effendi ditemui di ruang Komisi VII, Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (5/12/2012).
Pengiriman surat tersebut karena perilaku Dahlan tidak mencerminkan etika baik, wanprestasi, dan pelecehan kepada Komisi VII DPR.
"Ini karena sikapnya mencermintakan tidak beretika, wanprestasi, dan pelecehan kepada presiden," ucapnya.
"Kita ini sudah panggil yang ke 5 kali, baru sekali dipenuhi, ini sudah terlihat Dahlan lari dari permintaan tanggung jawab dan klarifikasi temuan BPK kerugian negara Rp 37,6 triliun," cetus Effendi.
Kemarin, Dahlan mengatakan dirinya lebih memilih menghadiri pertemuan dengan salah satu BUMN Dhuafa yakni PT Kertas Leces (Persero) di Probolinggo Jawa Timur hari ini.
Pengamat Perminyakan Kurtubi menilai pemanggilan mantan Dirut PLN Dahlan Iskan oleh Komisi VII DPR untuk menjelaskan pemborosan atau inefisiensi PLN 2009/2010 sebesar Rp 37 triliun salah alamat.
Menurutnya akar permasalahannya karena kebijakan Presiden Megawati, termasuk Menteri ESDM pada waktu itu Purnomo Yusgiantoro.
Direktur Utama PLN Nur Pamudji pernah mengatakan, kehilangan kesempatan penghematan tersebut terjadi karena tidak adanya pasokan gas ke PLTG. "Karena nggak ada gas," ucapnya.
Tidak dapat gas, kata Pamudji, karena Kementerian ESDM dan BP Migas memiliki prioritas tersendiri untuk pasokan gas. "Itu ada Permen ESDM nomor 3 tahun 2010 terkait prioritas gas," jelasnya.
Wakil Menteri ESDM Rudi Rubiandini juga mengatakan, penyebab pemborosan yang ditemukan BPK dikarenakan tata niaga gas.
"Ada priotitas peruntukkan gas, di mana prioritas pertama untuk injeksi produksi minyak (minyak duri yang dikelola Chevron), untuk listrik, untuk pupuk dan terakhir untuk industri," kata Rudi.
Dikarenakan prioritas gas tersebut, alokasi gas untuk PLN tidak ada.
"Betul (karena prioritas gas). Tapi kan barangnya nggak ada. Barangnya nggak ada. Lagipula, masalahnya adalah mau ke mana ini didahulukan. Waktu itu kan harus injeksi uap nomor satu, baru PLN, lalu pupuk yang terkahir baru industri. Itu yang jadi masalah. Karena pada saat itu ketika gas shortage, kalau nggak salah 20 hari, karena sesuai permen itu yang dilakukan," ungkap Rudi.
(rrd/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Minggu, 26/05/2013 13:15 WIB
Pemerintah Jual BUMN Tekstil PT Primissima
-
Minggu, 26/05/2013 12:43 WIB
Alasan Bank Mandiri Ingin Ekspansi ke Luar Negeri
-
Minggu, 26/05/2013 11:34 WIB
Bank Mandiri Luncurkan Alat Pembayaran Canggih, Gelang e-Money
-
Minggu, 26/05/2013 11:22 WIB
Gaet Nasabah Baru, Bank Syariah Bukopin Buka Kantor Cabang di BSD
-
Minggu, 26/05/2013 10:45 WIB
Lewat Rekening Ponsel CIMB Niaga, Tarik Tunai di ATM Bisa Tanpa Kartu
-
Minggu, 26/05/2013 11:34 WIB
Bank Mandiri Luncurkan Alat Pembayaran Canggih, Gelang e-Money
-
Minggu, 26/05/2013 10:13 WIB
Saingi 7 Eleven, Indomaret Mulai Perkenalkan Tempat Khusus Kongkow
-
Minggu, 26/05/2013 12:40 WIB
Alasan Bank Mandiri Ingin Ekspansi ke Luar Negeri
-
Minggu, 26/05/2013 10:42 WIB
Lewat Rekening Ponsel CIMB Niaga, Tarik Tunai di ATM Bisa Tanpa Kartu
-
Minggu, 26/05/2013 11:22 WIB
Gaet Nasabah Baru, Bank Syariah Bukopin Buka Kantor Cabang di BSD
-
34 Komentar
-
33 Komentar
-
29 Komentar
-
22 Komentar
-
22 Komentar
-
Rabu, 17/04/2013 12:45 WIB
Wawancara Direktur Komersial AirAsia
Penerbangan adalah Bisnis yang Seksi
PT Indonesia AirAsia adalah maskapai murah paling dikenal di Indonesia. Direktur Komersial Indonesia AirAsia Bernard Francis menilai penerbangan adalah bisnis yang seksi.
-
Rabu, 15/05/2013 13:51 WIB
Prospek Saham di Tahun Politik 2014
Indonesia akan memasuki tahun politik di 2014 nanti menjelang Pemilu. Bagaimana prospek saham di tahun tersebut?
-
Sabtu, 25/05/2013 15:50 WIB
Dahlan Iskan Pakai Bahasa Mandarin Ngajar di Peking University
Menteri BUMN Dahlan Iskan, menjadi dosen tamu di Peking University, Beijing, China. Dahlan menjadi pembicara pada acara yang diselenggarakan PPI di China.
Online Trading Academy
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Nullam eu justo lacus. Phasellus pulvinar ullamcorper congue. Vivamus porttitor, justo sit amet luctus pretium, leo purus eleifend ligula, vitae elementum dolor turpis consectetur eros.
REGISTRASI OTA
MustRead
close
-
Jumat, 24/05/2013 16:24 WIB WIB
Bisnis Keripik Jamur Beromzet Rp 500 Juta/Bulan, Berminat?
-
Jumat, 24/05/2013 15:54 WIB WIB
PT DI Jualan Pesawat 'Made in Bandung' ke 6 Negara
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer











