detikfinance

Pabrik Pembuat Komponen iPhone akan Produksi 6 Bulan Lagi

Zulfi Suhendra - detikfinance
Senin, 17/12/2012 12:50 WIB
Pabrik Pembuat Komponen iPhone akan Produksi 6 Bulan Lagi
Jakarta -Perusahaan pembuat komponen elektronika untuk iPhone, iPad dan lain-lain asal Taiwan, Foxconn Technology Group dipastikan batal berproduksi tahun ini. Awalnya, mereka mulai produksi tanggal 25 Desember 2012.

Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan, masih perlu dibicarakan lebih lanjut antara kementerian terkati dan pemangku kepentingan. Ia menargetkan paling lambat 6 bulan ke depan, pabrik ini bisa beroperasi di Indonesia.

"3 sampai 6 bulan lagi lah, terhitung mulai dari sekarang," ungkap Hidayat saat ditemui di acara Capaian Kinerja Akhir Tahun 2012 Kementerian Perindustrian, di Kantor Kementerian Perindustrian, Senin (17/12/2012).

Ia menjelaskan, masih ada syarat dan ketentuan yang belum sesuai antara pemerintah Indonesia dengan pihak Foxconn yang menjadi pemicu tertundanya pabrik ini beroperasi.

"Foxconn tertunda karena ada requirement mereka juga yang agak berbeda dari apa yang kita regulasikan. Saya nggak bisa menyebutkan apa regulasinya," imbuhnya.

Hidayat menambahkan alasan lain pabrik asal Taiwan tersebut menunda beroperasi karena mitra lokal yang akan digandeng masih belum sepakat mengenai syarat dan ketentuan pabrik komponen elektronik besar ini.

Rencananya, jika pabrik ini beroperasi, pemerintah mempersyaratkan agar menggandeng mitra lokal yang nantinya bisa membuat barang elektronikz buatan dalam negeri. "Dan belum sepakatnya local partner mengenai term and conditions-nya, jadi mungkin butuh waktu beberapa bulan," jelasnya.

Sejak pertengahan tahun ini, berita tentang Foxconn akan mengoperasikan pabrik di Indonesia ramai dibicarakan. Pabrik ini bakal menyerap sekitar sejuta tenaga kerja langsung. Jumlah ini setara dengan pekerja yang sekarang menjadi karyawan Foxconn di China.

Pabrik Foxconn di Cina mendapat sejumlah masalah karena ada sejumlah karyawan yang bunuh diri. Menurut aktivis buruh, hal itu terjadi karena kondisi kerja yang berat. Selain itu, upah buruh di China naik dengan sangat cepat.

Foxconn sudah mulai mengoperasikan pabrik di luar China. Selain Indonesia, yang masih dalam tahap awal, mereka sudah masuk Brasil untuk melayani pasar Amerika Latin. Di Brasil mereka terus berekspansi. Bulan lalu mereka, misalnya, telah membeli lahan seluas 142 hektare untuk memperluas pabrik mereka di Brasil.

Foxconn pun sudah mengincar lahan seluas setengah hektare di Kawasan Industri Modern Cikande, Banten, sebagai awal pembangunan pabrik. Mereka akan memanfaatkan satu gedung yang sudah ada dan melakukan renovasi sehingga bisa mulai berproduksi dengan cepat. Targetnya, pada tahap awal mereka akan memproduksi sekitar 3 juta unit ponsel di Cikande, Banten.

(zul/hen)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Natuna, Daerah Kaya Sumber Daya yang Diincar China Senin, 18/07/2016 12:05 WIB
    Wawancara Tenaga Ahli Kemenko Maritim
    Natuna, Daerah Kaya Sumber Daya yang Diincar China
    Natuna adalah wilayah yang sangat penting. Bukan hanya kaya akan ikan, Natuna juga menyimpan potensi besar di sektor migas dan pariwisata.
  • Apa Saja Keuntungan Berinvestasi Obligasi? Kamis, 24/03/2016 17:19 WIB
    Apa Saja Keuntungan Berinvestasi Obligasi?
    Memilih investasi yang tepat bukan perkara mudah. Berbagai instrumen investasi ditawarkan mulai dari saham, obligasi, reksa dana, deposito, emas, dan lain-lain.


“Mau berinvestasi di pasar modal ? Mega Online Trading adalah solusinya”

www.megaonlinetrading.com

Info Lebih Lanjut