detikfinance

Semen Indonesia Ambil Alih Saham Negara di Semen Kupang

Feby Dwi Sutianto - detikfinance
Selasa, 08/01/2013 12:41 WIB
Semen Indonesia Ambil Alih Saham Negara di Semen Kupang
Jakarta -PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) akan mengambil alih kepemilikan saham mayoritas milik pemerintah sebesar 60%-65% yang berasal dari Kerjasama Operasional (KSO) di PT Semen Kupang (Persero). Langkah itu diambil sebagai bentuk penyehatan korporasi Semen Kupang yang selama ini kinerjanya kurang kinclong.

Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan usai rapim di kantor pusat WIKA Cawang, Jakarta Timur, Selasa (8/1/2013).

"Semen Kupang ini kan andalan pulau Timor dan NTT, di KSO-kan, kita kan punya 60-65% saham disitu. Kepemilikan BUMN akan diserahkan ke Semen Indonesia," tuturnya.

Mantan bos Jawa Pos ini pun meminta Semen Indonesia untuk mengambil saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) yang juga di Semen Kupang.

"Milik Bank Mandiri juga harus dilepas, sisanya milik pemda setempat," tambahnya.

Sebelumnya, Semen Kupang beroperasi kembali pada pertengahan 2011 setelah sekian lama, setelah mendapatkan suntikan dana Kerjasama Operasional (KSO) dari perusahaan swasta senilai Rp 300 miliar.

Semen Kupang juga telah lama menghentikan operasionalnya sejak 2008 dikarenakan merugi. Semen Kupang juga pernah disuntikkan modalnya oleh PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) untuk membenahi kinerja keuangannya.

(feb/ang)

Baca Juga


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Apa Saja Keuntungan Berinvestasi Obligasi? Kamis, 24/03/2016 17:19 WIB
    Apa Saja Keuntungan Berinvestasi Obligasi?
    Memilih investasi yang tepat bukan perkara mudah. Berbagai instrumen investasi ditawarkan mulai dari saham, obligasi, reksa dana, deposito, emas, dan lain-lain.
  • Perempuan Bergaji Rp 379 Miliar Kamis, 28/04/2016 07:10 WIB
    Perempuan Bergaji Rp 379 Miliar
    CEO perusahaan otomotif AS, General Motors (GM), Mary Barra, mendapatkan gaji US$ 28,6 juta atau sekitar Rp 379 miliar sepanjang 2015 lalu. Angka ini naik 77%.


“Mau berinvestasi di pasar modal ? Mega Online Trading adalah solusinya”

www.megaonlinetrading.com

Info Lebih Lanjut