detikfinance

Kawasan Cileungsi Mulai Diserbu Pengembang

Suhendra - detikfinance
Rabu, 09/01/2013 11:44 WIB
http://us.images.detik.com/content/2013/01/09/1016/rumah222.jpg
Jakarta -Dinamika prospek properti di kawasan Jabodetabek terus berlanjut. Setelah sebelumnya kawasan BSD, Tangerang Selatan berkembang pesat, kini muncul beberapa kawasan yang menjadi rambahan baru bagi pengembang.

Direktur Eksekutif Eksekutif Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda mengatakan, dalam dua tahun terakhir pasar properti di kawasan BSD mulai terlihat jenuh.

"Di kawasan ini banyak dibangun rumah-rumah mewah, dan inilah yang mulai jenuh. Di sisi harga, saya melihat sudah mulai over value. Jadi saya memprediksi tahun 2013, pasar hunian mewah di BSD akan melemah," kata Ali dalam keterangan tertulis rumah.com dikutip, Rabu (9/1/2013)

Menurut Ali, tidak masalah bagi konsumen atau end usser yang ingin membeli rumah di BSD, begitu pula investor yang ingin berinvestasi dalam jangka panjang. “Tetapi bagi investor yang berinvestasi dalam jangka pendek, sebaiknya mengurungkan niatnya membeli properti di kawasan ini," katanya.

Ali menuturkan justru kini kawasan Cibubur memiliki daya tarik karena kawasan ini melebar hingga ke Cileungsi, karena harga properti di Cibubur—sepanjang Jalan Transyogi—sendiri sudah sangat mahal.

"Kawasan Cileungsi inilah yang sekarang banyak diserbu pengembang. Beberapa proyek perumahan berskala besar tengah dibangun di sini, seperti Metland Transyogi, Metland Cileungsi, dan Harvest City," kata Ali.

Berdasarkan catatan rumah.com, yang menunjukkan banyak konsumen mencari hunian di Kota Wisata. Menurut Ali, hal ini disebabkan karena Kota Wisata adalah ikon Cibubur. "Perumahan ini adalah proyek besar pertama yang dibangun di Cibubur, sehingga identik dengan Cibubur," katanya.

Selain itu Ali menuturkan, ada wilayah yang memang tetap menjadi favorit konsumen mencari rumah yaitu Bintaro. Kawasan ini yang telah matang dan ramai, sehingga menarik bagi konsumen. "Bintaro adalah kawasan satelit yang sudah jadi, dengan infrastruktur yang bagus," katanya.

Harga properti di kawasan Bintaro saat ini belum over value, sehingga masih berpotensi menghasilkan capital gain.

"Bintaro masih menyasar pada segmen menengah dan menengah-atas, dengan harga properti mulai Rp 500 jutaan. Dan karena lahan mulai terbatas, maka pengembang di Bintaro mulai berani membangun proyek apartemen dengan harga Rp 300 jutaan," katanya.
(hen/dnl)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!



Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Gb Senin, 21/07/2014 17:45 WIB
    Bos Blue Bird Bicara Soal Kursi Ketua Hipmi
    Jumat (18/07/2014) lalu, detikFinance berkesempatan mewawancarai Bayu Priawan Djokosoetono, Bendahara Umum Hipmi. Bayu dikabarkan mencalonkan diri untuk menjadi ketua umum Hipmi selanjutnya.
  • Gb Minggu, 20/07/2014 09:52 WIB
    Tips Cermat Mengelola Uang THR
    Sudah mendapat suntikan Tunjangan Hari Raya (THR)? Jika tidak dikelola dengan bijak, bisa jadi THR hanya akan numpang lewat saja. Berikut tipsnya.
  • Gb Senin, 21/07/2014 20:59 WIB
    Pilih Tak Mudik, CT: Saya Tak Punya Kampung
    Bagi para perantau, kegiatan mudik Lebaran sudah menjadi tradisi setiap tahun. Namun bagi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Chairul Tanjung, kegiatan mudik tak berlaku.


“Mau berinvestasi di pasar modal ? Mega Online Trading adalah solusinya”

www.megaonlinetrading.com

Info Lebih Lanjut