detikfinance

Kapan Harga BBM Subsidi Dinaikkan? Ini Penjelasan Agus Marto

Maikel Jefriando - detikfinance
Senin, 14/01/2013 14:09 WIB
//images.detik.com/content/2013/01/14/1034/141044_183235agusmarto4.jpg Foto: Dok. detikFinance
Jakarta -Menteri Keuangan Agus Martowardojo menyatakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi sangat bergantung kepada program pengendalian konsumsi yang dilakukan Kementerian ESDM.

"Kalau Kementerian ESDM bisa punya program BBM subsidi Jawa dan Sumatera bisa pengendalian mungkin tidak naik. Tapi kalau tidak, itu adalah sinyal mungkn kita harus lakukan penyesuaian harga BBM," ujar Agus saat pembahasan Outlook Perekonomian Indonesia 2013 dengan Komisi XI DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (14/1/2013)

Menurut mantan Dirut Bank Mandiri ini, poin penting dalam urusan BBM subsidi adalah kuota. Tahun lalu, realisasi konsumsi BBM subsidi sudah mencapai 45,2 juta kiloliter (KL). Sedangkan tahun ini, dari kuota 46 juta KL dikhawatirkan juga akan terlewati.

"Kami sangat menyoroti tentang BBM bersubdi, kami yakin saat pembahasan DPR dengan pemerintah itu kata kunci ada di plafon," jelasnya.

Selain itu, pertimbangan lainnya kenaikan harga BBM subsidi adalah terkait asumsi makro. Seperti harga minyak Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP), nilai tukar rupiah (NTR), ataupun target lifting minyak.

"Kita akan hitung ulang dan jika membahayakan fiskal, kita akan rekomendasikan untuk menaikkan harga," tegas Agus. Namun untuk saat ini, menurutnya belum ada rencana kenaikan dan masih dibahas dalam internal pemerintah.

(dnl/dnl)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!



Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Gb Senin, 27/10/2014 11:44 WIB
    Wawancara Khusus Menkeu
    Bambang Brodjonegoro: Kita Sebagai Menteri Bukan Superman
    Salah satu menteri Kabinet Kerja dari kalangan profesional adalah Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, yang didapuk sebagai Menteri Keuangan. Guru Besar Ekonomi Universitas Indonesia ini tidak asing dengan lingkungan Kementerian Keuangan.
  • Gb Kamis, 30/10/2014 08:45 WIB
    Ellen May: Bye-bye QE
    Quantitative Easing, kebijakan Pelonggaran Kualitatif adalah sebuah kebijakan moneter di AS. Sekarang kebijakan ini sudah selesai.


“Mau berinvestasi di pasar modal ? Mega Online Trading adalah solusinya”

www.megaonlinetrading.com

Info Lebih Lanjut