Orang Singapura Makin Hobi Beli Rumah di Luar Negeri
Rabu, 16/01/2013 10:06 WIB
Jakarta - Pemerintah Singapura memperketat pembelian rumah kedua dan seterusnya di negara singa tersebut. Hal ini mendorong warga Singapura mengincar pembelian properti di luar negeri.
Sejak Sabtu lalu, pemerintah Singapura membuat aturan uang muka (down payment/DP) pembelian rumah kedua atau seterusnya minimal adalah 25%. Selain itu juga diatur peningkatan bea materai (stamp duty) antara 3% hingga 8%.
Dalam siaran pers Rumah.com yang disampaikan Marketing Communication Manager Aloysia Artati Lengkong, sosialisasi peraturan ini tak pelak membuat warga Singapura melirik sejumlah proyek properti di Malaysia.
"Jumlah pembeli asal Singapura yang membeli properti di luar negeri cenderung meningkat belakangan ini lantaran sosialisasi kebijakan 'property cooling' yang dilakukan pemerintah," kata pernyataan Rumah.com.
Pemerintah Singapura sengaja memperkenalkan kebijakan ini sekarang dengan maksud untuk memperlambat pasar properti dan menghindari crash di kemudian hari. Kebijakan yang diambil juga dimaksudkan untuk mengurangi jumlah properti yang dibeli oleh spekulan. Di sisi lain, peraturan ini tidak berpengaruh bagi warga Singapura yang ingin memiliki hunian untuk ditempati.
Tahun lalu, memang telah diprediksi, pembeli asal Singapura akan menjadi pembeli properti dominan di mancanegara, seperti Malaysia, Thailand, Inggris, dan Australia. Bahkan, tujuan investasi yang sebelumnya kurang populer, seperti Brasil, Kanada, dan Filipina juga menjadi incaran pembeli properti Singapura. Salah satu indikatornya adalah maraknya pameran properti mancanegara di Singapura yang jumlahnya memecahkan rekor tahun lalu.
Belum lagi, harga properti yang sangat tinggi di Singapura membuat warganya mengincar properti di negara lain karena masih terjangkau.
Permintaan yang kuat dari warga Singapura terhadap properti di mancanegara cenderung meningkat, seiring dengan prediksi pertumbuhan GDP (gross domestic product) yang kuat dan prospek harga properti di pasar properti terdekat seperti Malaysia, Thailand, dan Filipina.
(dnl/ang)
Sejak Sabtu lalu, pemerintah Singapura membuat aturan uang muka (down payment/DP) pembelian rumah kedua atau seterusnya minimal adalah 25%. Selain itu juga diatur peningkatan bea materai (stamp duty) antara 3% hingga 8%.
Dalam siaran pers Rumah.com yang disampaikan Marketing Communication Manager Aloysia Artati Lengkong, sosialisasi peraturan ini tak pelak membuat warga Singapura melirik sejumlah proyek properti di Malaysia.
"Jumlah pembeli asal Singapura yang membeli properti di luar negeri cenderung meningkat belakangan ini lantaran sosialisasi kebijakan 'property cooling' yang dilakukan pemerintah," kata pernyataan Rumah.com.
Pemerintah Singapura sengaja memperkenalkan kebijakan ini sekarang dengan maksud untuk memperlambat pasar properti dan menghindari crash di kemudian hari. Kebijakan yang diambil juga dimaksudkan untuk mengurangi jumlah properti yang dibeli oleh spekulan. Di sisi lain, peraturan ini tidak berpengaruh bagi warga Singapura yang ingin memiliki hunian untuk ditempati.
Tahun lalu, memang telah diprediksi, pembeli asal Singapura akan menjadi pembeli properti dominan di mancanegara, seperti Malaysia, Thailand, Inggris, dan Australia. Bahkan, tujuan investasi yang sebelumnya kurang populer, seperti Brasil, Kanada, dan Filipina juga menjadi incaran pembeli properti Singapura. Salah satu indikatornya adalah maraknya pameran properti mancanegara di Singapura yang jumlahnya memecahkan rekor tahun lalu.
Belum lagi, harga properti yang sangat tinggi di Singapura membuat warganya mengincar properti di negara lain karena masih terjangkau.
Permintaan yang kuat dari warga Singapura terhadap properti di mancanegara cenderung meningkat, seiring dengan prediksi pertumbuhan GDP (gross domestic product) yang kuat dan prospek harga properti di pasar properti terdekat seperti Malaysia, Thailand, dan Filipina.
(dnl/ang)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Senin, 20/05/2013 21:31 WIB
Ke Mana Darmin Nasution Setelah Pensiun dari BI?
-
Senin, 20/05/2013 21:07 WIB
Chatib Menkeu Baru, Hatta Berharap Proyek Jembatan Selat Sunda Jadi Lancar
-
Senin, 20/05/2013 20:53 WIB
Pengalaman Darmin Nasution Tangani Bank Bermasalah Saat Jadi Gubernur BI
-
Senin, 20/05/2013 20:21 WIB
Pesan Hatta ke Menkeu Chatib: Tak Ada Waktu Untuk Belajar
-
Senin, 20/05/2013 20:14 WIB
Darmin Nasution Buka Rahasia di Balik Akuisisi BTPN oleh Bank Jepang
-
Senin, 20/05/2013 10:06 WIB
Wanita-wanita Paling Tajir di Dunia (1)
-
Senin, 20/05/2013 14:48 WIB
Ini Satu-satunya Orang Arab yang Masuk Daftar Orang Terkaya di Dunia
-
Senin, 20/05/2013 17:09 WIB
Program Resepsi Nikah di D'Cost, 'Hamil Baru Bayar'
-
Senin, 20/05/2013 11:28 WIB
Kenapa Utang RI Tembus Rp 2.000 T? Ini Penjelasan Pemerintah
-
Senin, 20/05/2013 14:20 WIB
Chatib Basri Jadi Menkeu, Bos Pertamina dan Kepala BKPM Diisi Orang Baru?
-
68 Komentar
-
38 Komentar
-
27 Komentar
-
26 Komentar
-
25 Komentar
-
Rabu, 17/04/2013 12:45 WIB
Wawancara Direktur Komersial AirAsia
Penerbangan adalah Bisnis yang Seksi
PT Indonesia AirAsia adalah maskapai murah paling dikenal di Indonesia. Direktur Komersial Indonesia AirAsia Bernard Francis menilai penerbangan adalah bisnis yang seksi.
-
Rabu, 15/05/2013 13:51 WIB
Prospek Saham di Tahun Politik 2014
Indonesia akan memasuki tahun politik di 2014 nanti menjelang Pemilu. Bagaimana prospek saham di tahun tersebut?
-
Senin, 20/05/2013 19:32 WIB
Pensiun dari BI, Darmin Nasution Bikin Buku 'Bank Sentral Harus Membumi'
Masa jabatan Darmin Nasution sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) akan berakhir di 22 Mei 2013. Sebelum meninggalkan BI, Darmin meluncurkan buku tentang bank sentral.
Online Trading Academy
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Nullam eu justo lacus. Phasellus pulvinar ullamcorper congue. Vivamus porttitor, justo sit amet luctus pretium, leo purus eleifend ligula, vitae elementum dolor turpis consectetur eros.
REGISTRASI OTA
MustRead
close
-
Senin, 20/05/2013 16:44 WIB WIB
30 Tahun Diincar, Apakah Inalum 100% Jadi Milik Indonesia 30 Oktober?
-
Senin, 20/05/2013 16:41 WIB WIB
Cerita Industri Unggas China Rugi Rp 1 T/Hari Gara-gara Flu Burung
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer










