BJ Habibie: Saya Bilang Gila, Industri Strategis Penerbangan Dibubarkan
Kamis, 17/01/2013 17:13 WIB
Jakarta - Mantan Menristek sekaligus Presiden RI ke-3 BJ Habibie mengenang proyek besar pembuatan pesawat N250 dan N2130 yang kandas karena krisis ekonomi 1997-1998. Menurutnya keputusan Presiden Soeharto pada waktu itu menghentikan pendanaan kepada IPTN sebuah langkah gila.
Habibie menuturkan setelah sukses mengembangkan pesawat CN-235, ia bersama timnya melanjutkan mengembangkan pesawat jenis N250 dan pesawat jet penumpang N2130.
Saat pengembangan itu, di bawah bendera IPTN (sekarang PT Dirgantara Indonesia), ribuan tenaga ahli IPTN di bawah komandonya mempersiapkan segala macam uji coba di dalam dan luar negeri.
Di luar negeri, Habibie membuat pusat pengembangan di Amerika Serikat (AS) dan Jerman. Pengembangan itu dilakukan agar pesawat buatan putra putri Indonesia mengudara dan mengusai industri penerbangan dunia.
"N250 dan N2130 saya perkenalkan. Saya dirikan (pusat pengembangan) di Amerika, saya dirikan di Jerman untuk pasar Eropa, Afrika dan Timur Tengah.
Sudah siap 80%, saya persiapkan 10 tahun dan tahun 1995 terbang," tutur Habibie di JCC Senayan Jakarta, Kamis (17/1/2013).
Saat itu, pekerja profesional di IPTN mencapai 16.000 pekerja. Dengan suntikan dan dukungan pendanaan pemerintah, pengembangan pesawat tersebut tinggal menuju sertifikasi internasional untuk bisa mengusai pasar pesawat dunia.
Habibie mengenang, pada saat itu terjadi bencana krisis ekonomi menerpa Indonesia tahun 1997-1998. Akhirnya, Presiden Soeharto menghentikan pembiayaan ke IPTN atas desakan IMF.
"Di Alabama (Amerika Serikat) dan Eropa, pesawat sudah test flight lebih 800 jam terbang, terus saya bilang gila. Industri strategis dibubarkan, edan," nadanya keras.
Sejak dari itu, awan gelap menerpa industri pengembangan pesawat Indonesia termasuk rencana N250 dan N2130 menguasai penerbangan internasional.
Akibat berhentinya operasi karena suntikan dana mandek, banyak pegawai profesional PT DI akhirnya harus berkarier di perusahaan pesawat luar negeri seperti Boeing dan Airbus.
"Industri penerbangan dengan 16 ribu pekerja, bubar. Anak-anak kita cari kerja di manapun, itu namanya edan," pungkasnya.
(feb/hen)
Habibie menuturkan setelah sukses mengembangkan pesawat CN-235, ia bersama timnya melanjutkan mengembangkan pesawat jenis N250 dan pesawat jet penumpang N2130.
Saat pengembangan itu, di bawah bendera IPTN (sekarang PT Dirgantara Indonesia), ribuan tenaga ahli IPTN di bawah komandonya mempersiapkan segala macam uji coba di dalam dan luar negeri.
Di luar negeri, Habibie membuat pusat pengembangan di Amerika Serikat (AS) dan Jerman. Pengembangan itu dilakukan agar pesawat buatan putra putri Indonesia mengudara dan mengusai industri penerbangan dunia.
"N250 dan N2130 saya perkenalkan. Saya dirikan (pusat pengembangan) di Amerika, saya dirikan di Jerman untuk pasar Eropa, Afrika dan Timur Tengah.
Sudah siap 80%, saya persiapkan 10 tahun dan tahun 1995 terbang," tutur Habibie di JCC Senayan Jakarta, Kamis (17/1/2013).
Saat itu, pekerja profesional di IPTN mencapai 16.000 pekerja. Dengan suntikan dan dukungan pendanaan pemerintah, pengembangan pesawat tersebut tinggal menuju sertifikasi internasional untuk bisa mengusai pasar pesawat dunia.
Habibie mengenang, pada saat itu terjadi bencana krisis ekonomi menerpa Indonesia tahun 1997-1998. Akhirnya, Presiden Soeharto menghentikan pembiayaan ke IPTN atas desakan IMF.
"Di Alabama (Amerika Serikat) dan Eropa, pesawat sudah test flight lebih 800 jam terbang, terus saya bilang gila. Industri strategis dibubarkan, edan," nadanya keras.
Sejak dari itu, awan gelap menerpa industri pengembangan pesawat Indonesia termasuk rencana N250 dan N2130 menguasai penerbangan internasional.
Akibat berhentinya operasi karena suntikan dana mandek, banyak pegawai profesional PT DI akhirnya harus berkarier di perusahaan pesawat luar negeri seperti Boeing dan Airbus.
"Industri penerbangan dengan 16 ribu pekerja, bubar. Anak-anak kita cari kerja di manapun, itu namanya edan," pungkasnya.
(feb/hen)
Baca Juga
Foto Video Terkait
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Sabtu, 18/05/2013 17:35 WIB
Harga BBM Belum Naik, Harga Asbes, Cat, dan Pipa Sudah Naik
-
Sabtu, 18/05/2013 16:04 WIB
Gita Wirjawan: Jangan Sampai 20 Tahun Lagi Kita Masih Beli HP China
-
Sabtu, 18/05/2013 15:31 WIB
Hatta Rajasa Jamin 'Balsem' Rp 150 Ribu/Bulan Tidak Akan Salah Sasaran
-
Sabtu, 18/05/2013 15:16 WIB
Hatta: Minggu Depan Presiden Akan Lantik Menkeu Baru
-
Sabtu, 18/05/2013 15:06 WIB
Bunga Kredit di RI 10% Sementara Malaysia Hanya 2%, Pengusaha Sulit Bersaing
-
Sabtu, 18/05/2013 15:55 WIB
Gita Wirjawan: Jangan Sampai 20 Tahun Lagi Kita Masih Beli HP China
-
Sabtu, 18/05/2013 12:23 WIB
Ini 2 Negara Pemborong Emas Terbesar di Dunia
-
Sabtu, 18/05/2013 13:43 WIB
RI Tidak Mau Disalahkan Atas Perubahan Iklim Dunia
-
Sabtu, 18/05/2013 11:44 WIB
Cerita Gita Wirjawan Temui Hillary Clinton Karena Sawit RI Ditolak AS
-
Sabtu, 18/05/2013 14:33 WIB
Gita Wirjawan: Mahasiswa Korea Masuk Harvard 700 Orang, RI Hanya 5 Orang
-
68 Komentar
-
65 Komentar
-
50 Komentar
-
48 Komentar
-
45 Komentar
-
Rabu, 17/04/2013 12:45 WIB
Wawancara Direktur Komersial AirAsia
Penerbangan adalah Bisnis yang Seksi
PT Indonesia AirAsia adalah maskapai murah paling dikenal di Indonesia. Direktur Komersial Indonesia AirAsia Bernard Francis menilai penerbangan adalah bisnis yang seksi.
-
Rabu, 15/05/2013 13:51 WIB
Prospek Saham di Tahun Politik 2014
Indonesia akan memasuki tahun politik di 2014 nanti menjelang Pemilu. Bagaimana prospek saham di tahun tersebut?
-
Sabtu, 18/05/2013 11:27 WIB
Pagi-pagi, Gita Wirjawan Beri Kuliah Mahasiswa dan Alumni IPB di Hotel Hyatt
Menteri Perdagangan Gita Wirjawan di pagi in imemberi kuliah umum kepada mahasiswa dan alumni program pasca sarjana Manajemen dan Bisnis Institut Pertanian Bogor (IPB).
Online Trading Academy
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Nullam eu justo lacus. Phasellus pulvinar ullamcorper congue. Vivamus porttitor, justo sit amet luctus pretium, leo purus eleifend ligula, vitae elementum dolor turpis consectetur eros.
REGISTRASI OTA
MustRead
close
-
Sabtu, 18/05/2013 12:23 WIB WIB
Ini 2 Negara Pemborong Emas Terbesar di Dunia
-
Sabtu, 18/05/2013 11:44 WIB WIB
Cerita Gita Wirjawan Temui Hillary Clinton Karena Sawit RI Ditolak AS
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








