Jika Banjir Terjadi Hingga 3 Hari, Air Kemasan Galon Bakal Langka
Kamis, 17/01/2013 18:12 WIB
Jakarta - Dampak banjir Jakarta mengancam warganya mendapatkan pasokan air minum kemasan. Asosiasi Perusahaan Air Minum Dalam Kemasan (ASPADIN) menyatakan, warga Jakarta harus bersiap untuk menghadapi kelangkaan air minum kemasan jika banjir terus berlangsung hingga 3 hari ke depan.
Ketua Umum ASPADIN Hendro Baruno mengaku, kelangkaan air minum kemasan akan terjadi hingga 1 bulan lamanya jika banjir terus menggenangi Jakarta sampai 2-3 hari ke depan.
"Kelangkaan akan terjadi jika 2-3 hari ke depan Jakarta masih terus banjir. Bahkan kelangkaan air minum bisa sampai 1 bulan. Mudah-mudahan besok nggak banjir lagi," kata Hendro saat dihubungi detikFinance, di Jakarta, Kamis (17/1/2013).
Kata dia, walaupun pabrik air kemasan saat ini tidak terendam banjir, namun akses menuju depot-depot air kemasan terkepung banjir sehingga mengganggu distribusi.
Saat ini, Hendro menyebutkan, pabrik air minum kemasan baik cup atau galon tersebar di wilayah Serang, Cilegon, Bekasi, Cibubur, Bogor, dan Sukabumi. "Pabrik kita ngga ada yang terendam. Sukabumi yang paling banyak. Kalau yang di Pulogadung dan wilayah sekitar Jakarta itu bukan pabrik tapi gudangnya aja, nah akses kesitu juga susah apalagi ke depot-depot wilayah pinggiran Jakarta, semua banjir," kata dia.
Dia menjelaskan, untuk distribusi air kemasan hari ini saja yang berkurang 70% hanya mampu memenuhi kebutuhan warga sekitar hingga 2 hari ke depan saja. Sehingga, kata dia, jika sampai 2-3 hari distribusi tidak berjalan, maka kemungkinan besar kelangkaan akan terjadi hingga 1 bulan lamanya.
"Mobil-mobil pengangkut air kemasan disini ngga bisa keluar. Kelangkaan pasti. Pasokan hari ini paling bisa tercover untuk 2 hari. Kalau 2-3 hari ke depan masih banjir, kelangkaan bisa sampai 1 bulan ngga bisa tercover. Untuk sistem distribusi, satu kali distribusi untuk ke agen (yang diutamakan) hanya bisa memenuhi kebutuhan 3-4 hari, itu kalau normal, sekarang kan ngga bisa full ngisinya, jadi takutnya ada kelangkaan," tandasnya.
(dru/dru)
Ketua Umum ASPADIN Hendro Baruno mengaku, kelangkaan air minum kemasan akan terjadi hingga 1 bulan lamanya jika banjir terus menggenangi Jakarta sampai 2-3 hari ke depan.
"Kelangkaan akan terjadi jika 2-3 hari ke depan Jakarta masih terus banjir. Bahkan kelangkaan air minum bisa sampai 1 bulan. Mudah-mudahan besok nggak banjir lagi," kata Hendro saat dihubungi detikFinance, di Jakarta, Kamis (17/1/2013).
Kata dia, walaupun pabrik air kemasan saat ini tidak terendam banjir, namun akses menuju depot-depot air kemasan terkepung banjir sehingga mengganggu distribusi.
Saat ini, Hendro menyebutkan, pabrik air minum kemasan baik cup atau galon tersebar di wilayah Serang, Cilegon, Bekasi, Cibubur, Bogor, dan Sukabumi. "Pabrik kita ngga ada yang terendam. Sukabumi yang paling banyak. Kalau yang di Pulogadung dan wilayah sekitar Jakarta itu bukan pabrik tapi gudangnya aja, nah akses kesitu juga susah apalagi ke depot-depot wilayah pinggiran Jakarta, semua banjir," kata dia.
Dia menjelaskan, untuk distribusi air kemasan hari ini saja yang berkurang 70% hanya mampu memenuhi kebutuhan warga sekitar hingga 2 hari ke depan saja. Sehingga, kata dia, jika sampai 2-3 hari distribusi tidak berjalan, maka kemungkinan besar kelangkaan akan terjadi hingga 1 bulan lamanya.
"Mobil-mobil pengangkut air kemasan disini ngga bisa keluar. Kelangkaan pasti. Pasokan hari ini paling bisa tercover untuk 2 hari. Kalau 2-3 hari ke depan masih banjir, kelangkaan bisa sampai 1 bulan ngga bisa tercover. Untuk sistem distribusi, satu kali distribusi untuk ke agen (yang diutamakan) hanya bisa memenuhi kebutuhan 3-4 hari, itu kalau normal, sekarang kan ngga bisa full ngisinya, jadi takutnya ada kelangkaan," tandasnya.
(dru/dru)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Selasa, 18/06/2013 21:30 WIB
Harga BBM Naik, Lorena Siap Naikkan Tarif Bus
-
Selasa, 18/06/2013 20:50 WIB
Tunggu Antrean Izin, Lorena Undur Waktu IPO
-
Selasa, 18/06/2013 19:52 WIB
Pemerintah Akan Naikkan BBM Saat Kompensasi Siap Dilaksanakan
-
Selasa, 18/06/2013 19:30 WIB
Molor, Proyek Tol Kebon Jeruk-Ulujami Baru Rampung Habis Lebaran
-
Selasa, 18/06/2013 19:27 WIB
Awas! Parkir Sembarangan di Bandara Soekarno Hatta akan Kena Gembok
-
Selasa, 18/06/2013 07:38 WIB
Curhatan Sopir Taksi yang Pusing BBM Bakal Jadi Rp 6.500/Liter
-
Selasa, 18/06/2013 21:22 WIB
Harga BBM Naik, Lorena Siap Naikkan Tarif Bus
-
Selasa, 18/06/2013 10:18 WIB
Bandel! Fortuner Pejabat Masih Parkir Sembarangan di Bandara Soetta
-
Selasa, 18/06/2013 09:20 WIB
BBM Premium Naik, Tarif KRL Jabodetabek Turun Per 1 Juli
-
Selasa, 18/06/2013 19:06 WIB
Kalahkan Singapore Airlines, Garuda Sabet World Best Economy Class 2013
-
77 Komentar
-
75 Komentar
-
69 Komentar
-
63 Komentar
-
53 Komentar
-
Senin, 03/06/2013 10:55 WIB
Wawancara Khusus Wamentan
Konsumsi Susu Orang Indonesia Terendah se-ASEAN
Hari Sabtu, 1 Juni 2013 lalu adalah Hari Susu Nasional. Beberapa fakta miris soal persusuan Indonesia masih sangat nyata. Berikut ini wawancara khusus dengan Wamentan Rusman Heriawan soal nasib persusuan Indonesia.
-
Rabu, 15/05/2013 13:51 WIB
Prospek Saham di Tahun Politik 2014
Indonesia akan memasuki tahun politik di 2014 nanti menjelang Pemilu. Bagaimana prospek saham di tahun tersebut?
-
Selasa, 18/06/2013 11:55 WIB
Tumben.. Dahlan Iskan Tampil Rapi Pakai Setelan Jas
Ada yang tidak biasa dengan Menteri BUMN Dahlan Iskan hari ini. hanya kemeja putih yang menempel di badannya, tapi sesuatu yang lebih formal dan rapi.
Online Trading Academy
Deskripsi Online Trading Academy. Silakan membuka http://jahex.detik.com/statik/createstatic untuk mengupdate deskripsi ini.
REGISTRASI OTA
MustRead
close
-
Selasa, 18/06/2013 15:42 WIB WIB
Sanksi SPBU Tutup Jelang BBM Naik, Pertamina: Kita Bablasin Tutup Sebulan
-
Selasa, 18/06/2013 15:39 WIB WIB
Tak Ada yang Seperti RI, Cadangan Minyak Sedikit Tapi BBM Murah
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer











