detikfinance

Jika Banjir Terjadi Hingga 3 Hari, Air Kemasan Galon Bakal Langka

Dewi Rachmat Kusuma - detikfinance
Kamis, 17/01/2013 18:12 WIB
http://us.images.detik.com/content/2013/01/17/4/181424_galoon.jpeg
Jakarta - Dampak banjir Jakarta mengancam warganya mendapatkan pasokan air minum kemasan. Asosiasi Perusahaan Air Minum Dalam Kemasan (ASPADIN) menyatakan, warga Jakarta harus bersiap untuk menghadapi kelangkaan air minum kemasan jika banjir terus berlangsung hingga 3 hari ke depan.

Ketua Umum ASPADIN Hendro Baruno mengaku, kelangkaan air minum kemasan akan terjadi hingga 1 bulan lamanya jika banjir terus menggenangi Jakarta sampai 2-3 hari ke depan.

"Kelangkaan akan terjadi jika 2-3 hari ke depan Jakarta masih terus banjir. Bahkan kelangkaan air minum bisa sampai 1 bulan. Mudah-mudahan besok nggak banjir lagi," kata Hendro saat dihubungi detikFinance, di Jakarta, Kamis (17/1/2013).

Kata dia, walaupun pabrik air kemasan saat ini tidak terendam banjir, namun akses menuju depot-depot air kemasan terkepung banjir sehingga mengganggu distribusi.

Saat ini, Hendro menyebutkan, pabrik air minum kemasan baik cup atau galon tersebar di wilayah Serang, Cilegon, Bekasi, Cibubur, Bogor, dan Sukabumi. "Pabrik kita ngga ada yang terendam. Sukabumi yang paling banyak. Kalau yang di Pulogadung dan wilayah sekitar Jakarta itu bukan pabrik tapi gudangnya aja, nah akses kesitu juga susah apalagi ke depot-depot wilayah pinggiran Jakarta, semua banjir," kata dia.

Dia menjelaskan, untuk distribusi air kemasan hari ini saja yang berkurang 70% hanya mampu memenuhi kebutuhan warga sekitar hingga 2 hari ke depan saja. Sehingga, kata dia, jika sampai 2-3 hari distribusi tidak berjalan, maka kemungkinan besar kelangkaan akan terjadi hingga 1 bulan lamanya.

"Mobil-mobil pengangkut air kemasan disini ngga bisa keluar. Kelangkaan pasti. Pasokan hari ini paling bisa tercover untuk 2 hari. Kalau 2-3 hari ke depan masih banjir, kelangkaan bisa sampai 1 bulan ngga bisa tercover. Untuk sistem distribusi, satu kali distribusi untuk ke agen (yang diutamakan) hanya bisa memenuhi kebutuhan 3-4 hari, itu kalau normal, sekarang kan ngga bisa full ngisinya, jadi takutnya ada kelangkaan," tandasnya.



(dru/dru)

Sponsored Link


Komentar (0 Komentar)

     atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        
    Twitter Recommendation
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Senin, 03/06/2013 10:55 WIB
      Wawancara Khusus Wamentan
      Konsumsi Susu Orang Indonesia Terendah se-ASEAN
      Hari Sabtu, 1 Juni 2013 lalu adalah Hari Susu Nasional. Beberapa fakta miris soal persusuan Indonesia masih sangat nyata. Berikut ini wawancara khusus dengan Wamentan Rusman Heriawan soal nasib persusuan Indonesia.
    • Gb Rabu, 15/05/2013 13:51 WIB
      Prospek Saham di Tahun Politik 2014
      Indonesia akan memasuki tahun politik di 2014 nanti menjelang Pemilu. Bagaimana prospek saham di tahun tersebut?


    Online Trading Academy

    Deskripsi Online Trading Academy. Silakan membuka http://jahex.detik.com/statik/createstatic untuk mengupdate deskripsi ini.

    REGISTRASI OTA