detikfinance

BPS Yakin Inflasi Akibat Banjir Tidak Separah Tahun 2007

Ramdhania El Hida - detikfinance
Kamis, 17/01/2013 19:24 WIB
http://us.images.detik.com/content/2013/01/17/4/192645_konpersluar.jpg Foto: Dok. detikFinance
Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) menilai inflasi akibat banjir yang terjadi tahun ini tidak akan sebesar inflasi yang terjadi di 2007 dan 2008 saat terjadi banjir besar di Jabodetabek yang mendorong inflasi bulanan tembus 1%.

Inflasi tak bakal sebesar saat banjir 2007 karena beberapa harga komoditas yang tidak menekan, seperti CPO atau minyak kelapa sawit.

Demikian disampaikan Deputi Bidang Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS Sasmito Hadi Wibowo saat ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (17/1/2013).

"Kita Alhamdulillah karena harga minyak goreng menurun, suplai CPO kan di dalam negeri melimpah karena ekspor CPO masih terganggu sehingga harga minyak goreng turun, itu yang membuat ada pengimbang ada komoditas yang negatif inflasinya," ujar Sasmito saat ditanya apakah dampak banjir di bulan ini bakal mendorong laju inflasi seperti banjir 2007 lalu.

Seperti diketahui, inflasi pada Januari 2007 pernah menembus 1,04% akibat banjir yang melanda Jabodetabek saat itu.

Selain CPO, lanjut Sasmito, ada juga beberapa komoditas yang harganya cenderung turun pada Januari ini, seperti harga daging.

"Daging sapi juga harganya turun, sehingga ada komoditas-komoditas yang menarik ke bawah dan ada yang bikin menarik ke atas. Jadi amanlah di Januari, itu salah satu penyebab inflasinya aman di bawah 1%," tegasnya.

Namun, Sasmito mengingatkan, inflasi bulan ini diperkirakan akan disebabkan harga komoditas pangan yang gampang busuk, seperti cabai dan bawang merah.

"Tapi yang memang selalu berat karena faktor musim ya cabai merah, bawang merah, bawang putih, ikan, beras sedikit naik, tapi kata Bulog stok cukup," jelasnya.

Selain itu, lanjut Sasmito, pola konsumsi pegawai yang melonjak pada akhir bulan harus diwaspadai dapat meningkatkan inflasi.

"Tergantung pola konsumsi kita yang biasanya di minggu ke-IV agak tinggi terutama yang karyawan swasta sudah gajian," cetusnya.



(nia/dnl)

Sponsored Link


Komentar (0 Komentar)

     atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        
    Twitter Recommendation
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Senin, 03/06/2013 10:55 WIB
      Wawancara Khusus Wamentan
      Konsumsi Susu Orang Indonesia Terendah se-ASEAN
      Hari Sabtu, 1 Juni 2013 lalu adalah Hari Susu Nasional. Beberapa fakta miris soal persusuan Indonesia masih sangat nyata. Berikut ini wawancara khusus dengan Wamentan Rusman Heriawan soal nasib persusuan Indonesia.
    • Gb Rabu, 15/05/2013 13:51 WIB
      Prospek Saham di Tahun Politik 2014
      Indonesia akan memasuki tahun politik di 2014 nanti menjelang Pemilu. Bagaimana prospek saham di tahun tersebut?


    200 USD
    Rp 275.000,-
    How To Make in "Capital market"

    Apakah Anda ingin coba-coba trading for living dengan mencoba peruntungan dari pasar modal?

    Akankah Anda mencoba jadi kaya melalui pasar modal? JANGAN COBA-COBA DI PASAR MODAL!
    BUKTIKAN SENDIRI!

    Info Lebih Lanjut