January Effect, 'Tamu' Pasar Modal Tiap Awal Tahun
Jumat, 18/01/2013 07:23 WIB
Jakarta - Seolah tidak mau kalah dengan alam yang memiliki pegantian siklus dan musim, dunia bisnis khususnya saham juga memiliki siklus dan musim tersendiri. Dalam satu tahun masa perdagangan (12 bulan), terdapat beberapa siklus yang biasanya terjadi di mana tidak selamanya harga-harga saham akan secara terus menerus naik (uptrend/bullish) atau secara terus menerus turun (downtrend/bearish).
Ada siklus bulanan di mana biasanya di bulan-bulan tersebut harga-harga saham naik dan ada bulan-bulan dimana di bulan tersebut biasanya harga-harga saham turun. Siklus ini terus berulang selama bertahun-tahun walaupun tidak selalu pasti terjadi.
Menjelang pergantian tahun menyambut tahun baru 2013, para investor dan para pelaku pasar modal kerap ramai membicarakan apa yang disebut dengan January effect. Seiring dengan semakin ramainya pembicaraan menganai fenomena January effect ini, banyak rekan-rekan yang bertanya kepada saya baik melalui akun twitter saya @pakarsaham maupun melalui media lainnya,
“Apakah January effect itu? Lalu, “Apakah January effect ini akan terjadi di tahun 2013?”
January effect adalah fenomena anomali pasar modal di mana harga-harga saham cenderung mengalami kenaikan pada dua pekan pertama di bulan Januari. Fenomena melonjaknya harga-harga saham ini disebabkan pada akhir tahun para investor maupun para fund manajer cenderung menjual saham-sahamnya untuk mengamankan dana atau merealisasikan capital gain serta untuk mengurangi beban pajak mereka.
Memasuki awal tahun, para investor, maupun para fund manager akan kembali lagi ke market dengan dana, optimisme, serta analisis outlook terbaru mereka. Analisis tersebut tentunya sudah memproyeksikan harga saham yang sudah tidak lagi memakai data tahun lalu dan biasanya proyeksi harga saham cenderung akan lebih tinggi lagi.
Pada mommen ini biasanya para investor mulai kembali melakukan aksi pembelian. Pada pekan pertama hingga ketiga bulan Januari, biasanya rally cukup tinggi. Namun pada pekan keempat Januari, para investor mulai melakukan profit taking sehingga biasanya indeks mengalami koreksi hingga pertengahan Februari.
Fenomena January effect ini memang terbukti terjadi sejak puluhan tahun yang lalu di dunia termasuk di Indonesia. Namun apabila kita me-review beberapa tahun ke belakang, fenomena Januari effect ini kadang terjadi kadang juga tidak.
Pada tahun 2008 yang lalu krisis Subprime Mortgage di AS berimbas pada tiadanya January effect tahun 2009, kemudian pada tahun 2010 lalu January effect tidak terjadi akibat dari masalah penyelesaian krisis di AS.
Pada tahun 2011 January effect juga terganggu oleh adanya masalah krisis Uni Eropa. Pada tahun 2012 January Effect cukup nampak pada 3 minggu pertama bulan Januari. Demikian pula tahun 2013 ini, January Effect nampak dengan adanya rally saham-saham di sektor konstruksi dan property.
Sejatinya dalam market share yang sangat dinamis segala kemungkinan bisa saja terjadi. Alangkah baiknya jika fenomena-fenomena seperti January effect ini tidak dijadikan sebagai pedoman utama atas keputusan investasi Anda.
Tetaplah waspada dan selalu berhati-hati terhadap segala kemungkinan, apapun yang terjadi slalu konfirmasikan dengan grafik dan analisis teknikal. Sebagai bahan pertimbangan, saya melihat saham-saham sektor konstruksi, property, dan saham-saham consumer yang berbasis dalam negeri masih berada dalam trend naiknya, hal ini bisa menjadi pilihan bagi investasi anda.
Semoga bermanfaat dan salam profit !
*) Ellen May, Penulis buku Best Selling Smart Traders Not Gamblers, praktisi pasar modal, @pakarsaham
(ang/ang)
Ada siklus bulanan di mana biasanya di bulan-bulan tersebut harga-harga saham naik dan ada bulan-bulan dimana di bulan tersebut biasanya harga-harga saham turun. Siklus ini terus berulang selama bertahun-tahun walaupun tidak selalu pasti terjadi.
Menjelang pergantian tahun menyambut tahun baru 2013, para investor dan para pelaku pasar modal kerap ramai membicarakan apa yang disebut dengan January effect. Seiring dengan semakin ramainya pembicaraan menganai fenomena January effect ini, banyak rekan-rekan yang bertanya kepada saya baik melalui akun twitter saya @pakarsaham maupun melalui media lainnya,
“Apakah January effect itu? Lalu, “Apakah January effect ini akan terjadi di tahun 2013?”
January effect adalah fenomena anomali pasar modal di mana harga-harga saham cenderung mengalami kenaikan pada dua pekan pertama di bulan Januari. Fenomena melonjaknya harga-harga saham ini disebabkan pada akhir tahun para investor maupun para fund manajer cenderung menjual saham-sahamnya untuk mengamankan dana atau merealisasikan capital gain serta untuk mengurangi beban pajak mereka.
Memasuki awal tahun, para investor, maupun para fund manager akan kembali lagi ke market dengan dana, optimisme, serta analisis outlook terbaru mereka. Analisis tersebut tentunya sudah memproyeksikan harga saham yang sudah tidak lagi memakai data tahun lalu dan biasanya proyeksi harga saham cenderung akan lebih tinggi lagi.
Pada mommen ini biasanya para investor mulai kembali melakukan aksi pembelian. Pada pekan pertama hingga ketiga bulan Januari, biasanya rally cukup tinggi. Namun pada pekan keempat Januari, para investor mulai melakukan profit taking sehingga biasanya indeks mengalami koreksi hingga pertengahan Februari.
Fenomena January effect ini memang terbukti terjadi sejak puluhan tahun yang lalu di dunia termasuk di Indonesia. Namun apabila kita me-review beberapa tahun ke belakang, fenomena Januari effect ini kadang terjadi kadang juga tidak.
Pada tahun 2008 yang lalu krisis Subprime Mortgage di AS berimbas pada tiadanya January effect tahun 2009, kemudian pada tahun 2010 lalu January effect tidak terjadi akibat dari masalah penyelesaian krisis di AS.
Pada tahun 2011 January effect juga terganggu oleh adanya masalah krisis Uni Eropa. Pada tahun 2012 January Effect cukup nampak pada 3 minggu pertama bulan Januari. Demikian pula tahun 2013 ini, January Effect nampak dengan adanya rally saham-saham di sektor konstruksi dan property.
Sejatinya dalam market share yang sangat dinamis segala kemungkinan bisa saja terjadi. Alangkah baiknya jika fenomena-fenomena seperti January effect ini tidak dijadikan sebagai pedoman utama atas keputusan investasi Anda.
Tetaplah waspada dan selalu berhati-hati terhadap segala kemungkinan, apapun yang terjadi slalu konfirmasikan dengan grafik dan analisis teknikal. Sebagai bahan pertimbangan, saya melihat saham-saham sektor konstruksi, property, dan saham-saham consumer yang berbasis dalam negeri masih berada dalam trend naiknya, hal ini bisa menjadi pilihan bagi investasi anda.
Semoga bermanfaat dan salam profit !
*) Ellen May, Penulis buku Best Selling Smart Traders Not Gamblers, praktisi pasar modal, @pakarsaham
(ang/ang)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 24/05/2013 00:29 WIB
Kuliner Indonesia Tembus Jaringan High-End, De Bijenkorf
-
Kamis, 23/05/2013 21:13 WIB
Banyak Permintaan, Harga Apartemen di Jakarta dan Sekitarnya Naik Hingga 21%
-
Kamis, 23/05/2013 19:01 WIB
Harga Produk Fesyen Bermerek di Jakarta Lebih Murah 30% daripada KL
-
Kamis, 23/05/2013 18:45 WIB
Kasihan, 10.211 Desa di Indonesia Belum Teraliri Listrik
-
Kamis, 23/05/2013 18:23 WIB
Louis Vuitton dan Hermes Tak Ikutan Midnight Sale 80% di Jakarta
-
Jumat, 24/05/2013 00:29 WIB
Laporan dari Den Haag
Kuliner Indonesia Tembus Jaringan High-End, De Bijenkorf
-
Kamis, 23/05/2013 08:37 WIB
Laporan dari Singapura
Hati-hati Belanja di Singapura, Banyak Tipu-tipu
-
Kamis, 23/05/2013 10:00 WIB
Hebat! Sri Mulyani Kembali Masuk Jajaran Wanita Paling Berpengaruh di Dunia
-
Kamis, 23/05/2013 17:20 WIB
Ini Dia 2 Merek HP Impor yang Paling Banyak Masuk Indonesia
-
Kamis, 23/05/2013 17:22 WIB
Ini 13 Mal yang Beri Diskon Hingga 80% di Midnight Sale Jakarta 2013
-
40 Komentar
-
33 Komentar
-
33 Komentar
-
25 Komentar
-
22 Komentar
-
Rabu, 17/04/2013 12:45 WIB
Wawancara Direktur Komersial AirAsia
Penerbangan adalah Bisnis yang Seksi
PT Indonesia AirAsia adalah maskapai murah paling dikenal di Indonesia. Direktur Komersial Indonesia AirAsia Bernard Francis menilai penerbangan adalah bisnis yang seksi.
-
Rabu, 15/05/2013 13:51 WIB
Prospek Saham di Tahun Politik 2014
Indonesia akan memasuki tahun politik di 2014 nanti menjelang Pemilu. Bagaimana prospek saham di tahun tersebut?
-
Kamis, 23/05/2013 13:15 WIB
Ini Wanita Muda Cantik Paling Berpengaruh di Dunia Bisnis
Masih muda, cantik, dan punya pengaruh yang sangat besar di dunia. Mereka ini wanita yang masuk daftar 'Wanita Paling Berpengaruh di 2013' versi Forbes.
Online Trading Academy
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Nullam eu justo lacus. Phasellus pulvinar ullamcorper congue. Vivamus porttitor, justo sit amet luctus pretium, leo purus eleifend ligula, vitae elementum dolor turpis consectetur eros.
REGISTRASI OTA
MustRead
close
-
Kamis, 23/05/2013 16:12 WIB WIB
Dahlan Sebut Garuda Indonesia Bisa Kalahkan Singapore Airlines
-
Kamis, 23/05/2013 15:44 WIB WIB
Lewat Ponsel, Kirim-kirim Uang Tak Perlu Punya Rekening Bank
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer


_2.gif)







