detikfinance

Wilayah Kalimantan Paling Cocok Jadi Ibukota Baru Indonesia

Suhendra - detikfinance
Rabu, 23/01/2013 13:20 WIB
http://us.images.detik.com/content/2013/01/23/4/131048_thamrinmacet1.jpg
Jakarta - Sejak 1957, Presiden Soekarno sudah menyiapkan pemindahan Ibu Kota ke Palangkaraya, Kalimantan Tengah, namun ide itu belum pernah terealisasi hingga kini.

Tahun 2008 lalu, Tim Visi Indonesia 2033 diantaranya Andrinof Chaniago bersama rekan-rekannya menyodorkan gagasan pemindahan ibukota Indonesia. Mereka melalui kajian awalnya merekomendasikan wilayah Kalimantan sangat cocok sebagai ibukota atau pusat pemerintahan baru. Kenapa?

Berdasarkan naskah Visi Indonesia 2033, alasan pertama Kalimantan cocok untuk ibukota adalah wilayah ini berada di tengah-tengah Indonesia, sehingga biaya pergerakan dari Pulau Jawa yang dihuni kurang lebih 59% penduduk nasional tak terlalu tinggi.

Kedua, wilayah ini memiliki sumber bahan baku energi batubara, minyak bumi dan gas. Ketiga, sumber air sangat memadai untuk kebutuhan jangka panjang.

Keempat, kawasan Kalimantan merupakan daerah dengan kepadatan penduduk paling rendah di Indonesia termasuk Papua. Kelima, selain itu pulau ini paling aman dari ancaman bencana gempa bumi.

Keenam, kawasan ini juga mengalami sirkulasi modal yang tak adil dan tak seimbang di Indonesia. Alasannya dengan jumlah penduduk hanya kurang lebih 5,6% dari total nasional namun kontrobusi terhadap PDB nasional mencapai 9,3%.

"Sementara wilayah lain sama atau kurang dari porsi presentase penduduk. Yang lebih menyedihkan porsi investasi Kalimantan hanya 0,6% kontras dengan Jawa yang mencapai 72,3%. Dengan demikian kawasan Kalimantan terancam tak berkembang secara ekonomi karena sebagian besar pendapatan yang dihasilkan dibawa ke Jawa," jelas naskah tersebut.

Sementara itu Andrinof mengatakan kondisi di Kalimantan saat ini merupakan kebalikannya dari Jawa. Misalnya dari sisi luas, Kalimantan mencakup 30% wilayah Indonesia, sementara Jawa hanya 7%.

"Ibukota pindah ke Kalimantan alasannya demi meringankan beban di Jawa, juga memudahkan menata Jakarta, juga keseimbangan ekologis di Jawa. Di luar Jawa banyak yang sumber daya yang menganggur," katanya.

Menurutnya Indonesia perlu memisahkan pusat ekonomi dan pusat pemerintahan. Hal ini sudah banyak diterapkan oleh negara-negara lain seperti negara tetangga Malaysia.


(hen/dnl)

Sponsored Link


Komentar (0 Komentar)

     atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        
    Twitter Recommendation
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Senin, 03/06/2013 10:55 WIB
      Wawancara Khusus Wamentan
      Konsumsi Susu Orang Indonesia Terendah se-ASEAN
      Hari Sabtu, 1 Juni 2013 lalu adalah Hari Susu Nasional. Beberapa fakta miris soal persusuan Indonesia masih sangat nyata. Berikut ini wawancara khusus dengan Wamentan Rusman Heriawan soal nasib persusuan Indonesia.
    • Gb Rabu, 15/05/2013 13:51 WIB
      Prospek Saham di Tahun Politik 2014
      Indonesia akan memasuki tahun politik di 2014 nanti menjelang Pemilu. Bagaimana prospek saham di tahun tersebut?


    Online Trading Academy
    200 USD
    Rp 275.000,-
    How To Make in "Capital market"

    Apakah Anda ingin coba-coba trading for living dengan mencoba peruntungan dari pasar modal?

    Akankah Anda mencoba jadi kaya melalui pasar modal? JANGAN COBA-COBA DI PASAR MODAL!
    BUKTIKAN SENDIRI!

    REGISTRASI OTA