Jujur, Masyarakat RI Lebih 'Cinta' Buah Impor Ketimbang Buah Lokal
Sabtu, 26/01/2013 16:08 WIB
Jakarta - Niat dan semangat masyarakat Indonesia untuk mencintai produk dalam negeri terutama buah lokal sedang diuji. Pemerintah sudah mengeluarkan pelarangan sementara 13 produk hortikultura (sayur dan buah) untuk periode Januari-Juni 2013.
Menurut Wakil Sekjen Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Satria Hamid, konsumen buah di Indonesia nyatanya masih lebih suka buah impor bila dibandingkan dengan buah lokal. Ini terlihat dari lakunya buah impor di tokok-toko modern seperti supermarket atau swalayan.
"Kalau jujur saya katakan, 60% untuk buah impor dan 40% untuk buah lokal," kata Satria saat dihubungi detikFinance, Sabtu (26/1/2013).
Menurutnya, angka 60:40 adalah pilihan para konsumen. Ia menambahkan, banyak yang harus dibenahi agar buah lokal tidak kalah kompetitif dengan produk buah impor.
"Kembali itu kan pilihan konsumen sedangkan kompetitif buah lokal banyak yang harus dibenahi. Misalnya pemerintah melakukan pembinaan kepada petani yang berkelanjutan agar adanya sertifikasi produk buah. Soal harga agar tidak melambung dan turun naik seperti saat ini karena ada tengkulak main di situ," paparnya.
Lebih lanjut, ia menyarankan agar pemerintah tidak boleh secara langsung menutup impor secara sepihak. Baginya tindakan pemerintah tidak tepat bahkan seperti memotong jalur hanya pada bagian hilirnya saja.
"Yang pasti kita tanggapi perkembangan yang ada jangan sampai kita stok barang menjadi kosong dan tindakan pemerintah harus dikaji betul. Banyak yang harus dibenahi bukan hanya di hilir jadi jangan menutup impor sepihak," cetusnya.
Adapun 13 produk hortikultura yang dilarang mulai Januari-Juni 2013 ini adalah:
(wij/dnl)
Menurut Wakil Sekjen Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Satria Hamid, konsumen buah di Indonesia nyatanya masih lebih suka buah impor bila dibandingkan dengan buah lokal. Ini terlihat dari lakunya buah impor di tokok-toko modern seperti supermarket atau swalayan.
"Kalau jujur saya katakan, 60% untuk buah impor dan 40% untuk buah lokal," kata Satria saat dihubungi detikFinance, Sabtu (26/1/2013).
Menurutnya, angka 60:40 adalah pilihan para konsumen. Ia menambahkan, banyak yang harus dibenahi agar buah lokal tidak kalah kompetitif dengan produk buah impor.
"Kembali itu kan pilihan konsumen sedangkan kompetitif buah lokal banyak yang harus dibenahi. Misalnya pemerintah melakukan pembinaan kepada petani yang berkelanjutan agar adanya sertifikasi produk buah. Soal harga agar tidak melambung dan turun naik seperti saat ini karena ada tengkulak main di situ," paparnya.
Lebih lanjut, ia menyarankan agar pemerintah tidak boleh secara langsung menutup impor secara sepihak. Baginya tindakan pemerintah tidak tepat bahkan seperti memotong jalur hanya pada bagian hilirnya saja.
"Yang pasti kita tanggapi perkembangan yang ada jangan sampai kita stok barang menjadi kosong dan tindakan pemerintah harus dikaji betul. Banyak yang harus dibenahi bukan hanya di hilir jadi jangan menutup impor sepihak," cetusnya.
Adapun 13 produk hortikultura yang dilarang mulai Januari-Juni 2013 ini adalah:
- Kentang
- Kubis
- Wortel
- Cabai
- Nanas
- Melon
- Pisang
- Mangga
- Pepaya
- Durian
- Bunga Krisan
- Bunga Anggrek
- Bunga Heliconia.
(wij/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Selasa, 21/05/2013 22:46 WIB
DBS Boleh Beli 67% Saham Danamon, Asal Bank BUMN Mudah Buka Cabang di Singapura
-
Selasa, 21/05/2013 20:48 WIB
Pesawat Perdana Buatan Honda Lolos Uji FAA
-
Selasa, 21/05/2013 20:36 WIB
Chatib Basri Angkat Bicara Soal Nasib Jembatan Selat Sunda
-
Selasa, 21/05/2013 20:23 WIB
Jero Wacik: Jika Tak Impor BBM, Antrean Kendaraan di SPBU Bisa 10 Km
-
Selasa, 21/05/2013 20:11 WIB
Pemerintah Masih Tunggu Investigasi Runtuhnya Tambang Bawah Tanah Freeport
-
Selasa, 21/05/2013 08:34 WIB
Kisah Sulitnya Bintang Porno Membuka Rekening Bank
-
Selasa, 21/05/2013 08:24 WIB
Dapat Predikat 'Termahal', Ini Dia Rumah Berharga Rp 1,8 Triliun
-
Selasa, 21/05/2013 07:31 WIB
Cari 60.000 PNS Baru, Pemerintah Gunakan Kembali Passing Grade
-
Selasa, 21/05/2013 20:48 WIB
Pesawat Perdana Buatan Honda Lolos Uji FAA
-
Selasa, 21/05/2013 09:52 WIB
Puluhan Brimob Berjaga-jaga di Kantor Jero Wacik, Ada Apa?
-
68 Komentar
-
38 Komentar
-
30 Komentar
-
29 Komentar
-
26 Komentar
-
Rabu, 17/04/2013 12:45 WIB
Wawancara Direktur Komersial AirAsia
Penerbangan adalah Bisnis yang Seksi
PT Indonesia AirAsia adalah maskapai murah paling dikenal di Indonesia. Direktur Komersial Indonesia AirAsia Bernard Francis menilai penerbangan adalah bisnis yang seksi.
-
Rabu, 15/05/2013 13:51 WIB
Prospek Saham di Tahun Politik 2014
Indonesia akan memasuki tahun politik di 2014 nanti menjelang Pemilu. Bagaimana prospek saham di tahun tersebut?
-
Selasa, 21/05/2013 12:26 WIB
Dahlan Iskan Diserbu 10.000 Guru di Sentul
Usai menjadi pembicara di depan 10.000 guru se-Kabupaten Bogor, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan langsung diserbu oleh peserta. Ada apa ya?
Online Trading Academy
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Nullam eu justo lacus. Phasellus pulvinar ullamcorper congue. Vivamus porttitor, justo sit amet luctus pretium, leo purus eleifend ligula, vitae elementum dolor turpis consectetur eros.
REGISTRASI OTA
MustRead
close
-
Selasa, 21/05/2013 14:15 WIB WIB
Ini Kementerian yang Berikan Gaji Paling Tinggi Bagi PNS-nya
-
Selasa, 21/05/2013 14:06 WIB WIB
Gita Wirjawan Akui BlackBerry Q10 dan Z10 Tak Boleh Beredar
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer


_2.gif)







