detikfinance

Pengusaha Anggap Aneh dan Lucu Aturan Larangan Impor Buah dan Sayur

Rista Rama Dhany - detikfinance
Minggu, 27/01/2013 13:53 WIB
Halaman 1 dari 2
//images.detik.com/content/2013/01/27/4/135555_duren4.jpg
Jakarta -Para pengusaha menganggap aturan Pemerintah melarang 13 produk hortikultura masuk ke Indonesia merupakan sesuatu hal yang lucu dan aneh. Mereka beralasan 50% kebutuhan sayur dan buah masih dipasok lewat impor, namun kenyataannya malah dilarang.

"Aturan ini lucu, mau nya apa pemerintah ini, 30-50% kebutuhan sayur dan buah di Indonesia masih dipasok lewat impor," kata Wakil Ketua Gabungan Importir Hasil Bumi Indonesia (Gisimindo) Bob B Budiman, ketika dihubungi detikFinance, Minggu (27/1/2013).

Dikatakan Bob, sebagian besar kebutuhan hortikultura masih dipasok lewat impor, kenyataannya saat ini sayur dan buah tersebut dilarang dan dibatasi kuota masuk ke Indonesia, yang terjadi adalah harga buah dan sayuran naik.

"Pasti naik, masyarakat butuh tapi barangnya tidak ada, seperti wortel, kentang, durian montong dari Thailand, Durian Musang King dari Malaysia, harganya pasti naik, kalau harga naik yang rugi pasti konsumen, konsumen kan rakyat, buat apa pemerintah buat aturan kalau ujung-ujungnya rakyat yang dirugkan," tuturnya.

Bob menyebut aturan larangan ini lucu, pasalnya wortel, kentang, durian dan lainnya yang impor dari luar negeri berbeda jenis dengan yang ditanam di Indonesia.

"Lucu, wortel impor dengan lokal kan beda, durian impor dan beda, apel lokal dan impor beda, beda rasa, beda kualitas, kok dilarang, itukan haknya konsumen memilih. lain halnya pemerintah larang cabe, nanas, beras, garam, itu tidak apa-apa karena rasa dan kualitasnya sama tidak ada beda," cetusnya.

Menurut Bob, tentunya dengan larangan ini pengusaha rugi, konsumen pun ikut rugi. "Jelas sudah pasti kami rugi, Protes? sudah ada yang protes kan dari Amerika Serikat (AS) terkait aturan yang kontroversial ini," tandasnya.Next

Halaman 12
(rrd/hen)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!



Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Gb Senin, 27/10/2014 11:44 WIB
    Wawancara Khusus Menkeu
    Bambang Brodjonegoro: Kita Sebagai Menteri Bukan Superman
    Salah satu menteri Kabinet Kerja dari kalangan profesional adalah Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, yang didapuk sebagai Menteri Keuangan. Guru Besar Ekonomi Universitas Indonesia ini tidak asing dengan lingkungan Kementerian Keuangan.
  • Gb Kamis, 30/10/2014 08:45 WIB
    Ellen May: Bye-bye QE
    Quantitative Easing, kebijakan Pelonggaran Kualitatif adalah sebuah kebijakan moneter di AS. Sekarang kebijakan ini sudah selesai.


“Mau berinvestasi di pasar modal ? Mega Online Trading adalah solusinya”

www.megaonlinetrading.com

Info Lebih Lanjut