Pos Indonesia dan Mandiri Bikin 'Bank Pos', Dahlan Iskan Senang

Pos Indonesia dan Mandiri Bikin 'Bank Pos', Dahlan Iskan Senang

- detikFinance
Selasa, 29 Jan 2013 15:17 WIB
Jakarta - PT Pos Indonesia (Persero) berencana membentuk 'Bank Pos' dengan menggandeng PT Bank Mandiri Tbk dan PT Taspen (Persero). Rencana ini diharapkan bisa terwujud di tahun 2013 ini jika tak ada halangan.

Menteri BUMN Dahlan Iskan yang membawahi 141 korporasi pelat merah merespon positif rencana strategis 3 BUMN tersebut.

"Saya malah menunggu realisasi. Bagus, Pos-nya mendapat bisnis baru, Bank Mandiri bisa tambah network, jauh lebih luas," tutur Dahlan ketika ditemui di Kementerian BUMN Jakarta, Selasa (29/1/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, langkah strategis ini akan memperkuat bisnis 3 korporasi tersebut di bidang jasa keuangan. Bahkan dengan pendirian 'Bank Pos' ini, Dahlan tak khawatir bank baru ini akan besaing ketat dengan yakni PT Bank Rakyat Indonesia Tbk karena memiliki core bisnis serupa dalam pembiayaan sektor UMKM dan pensiunan.

"Mereka harus bersaing, BRI harus melawan," sebutnya.

Pada kesempatan itu, terkait permintaan Pos Indonesia untuk suntikan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebagai solusi ditolaknya persetujuan penawaran saham perdana (Initial Public Offering/IPO), mantan wartawan ini dengan tegas menolak opsi PMN.

"Kan saya udah bilang tidak lagi ada PMN, kecuali strategis," cetusnya.

Sebelumnya Direktur Utama Pos Indonesia, I Ketut Mardjana menjelaskan pengembangan 'Bank Pos' bertujuan menangkap peluang pembiayaan kredit sektor UMKM dan pemberian kredit untuk pensiun yang selama ini masih belum digarap secara maksimal. Serta memperluas akses masyarakat terhadap perbankan.

"Ini akan memberikan kredit pensiun dan UMKM," tutur Ketut.

Bank baru ini selanjutnya akan berbentuk join venture company karena Pos Indonesia tak sendiri yakni menggandeng Bank Mandiri dan Taspen.

Nantinya sesuai aturan dari Bank Indonesia (BI), Bank Mandiri akan memiliki porsi saham mayoritas dan berperan sebagai pendukung dana. Taspen dengan jumlah nasabah pesiunan yang banyak menjadi target pasar bank baru ini. Pos Indonesia sendiri akan membentuk PT Pos Jasa Keuangan Indonesia di dalam 'Bank Pos' ini dan berperan memanfaatkan jaringan kantor yang luas untuk penyaluran dan penagihan kredit.

(feb/dru)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads