detikfinance

Harga Daging RI Lebih Mahal dari Singapura, Malaysia & Australia

Wiji Nurhayat - detikfinance
Jumat, 01/02/2013 17:23 WIB
//images.detik.com/content/2013/02/01/4/dagingluar2.jpg
Jakarta -Sepanjang tahun lalu harga daging sapi di Indonesia terus mengalami fluktuasi harga bahkan cenderung bertahan tinggi. Kenyataanya harga daging di Indonesia jauh lebih mahal dibandingkan dengan Singapura, Malaysia bahkan Australia.

"Data Desember 2012 dengan harga Rp 90-95.000/Kg. Malaysia itu sekitar Rp 50.000, Singapura Rp 40.000-50.000/Kg tergantung kualitas, Thailand Rp 40.000-50.000/Kg berdasarkan kualitas, Australia sendiri sama Rp 40.000-50.000/Kg. Dan itu kalau ditelusuri sampai dengan Desember 2011 di negara tersebut kira-kira sama angkanya stabil Rp 40.000-50.000. Jadi kita cuma bilang faktanya saja," kata Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi saat berdiskusi dengan media di Kantor Kementerian Perdagangan Jakarta, Jumat (1/2/2013).

Menurut Bayu, sepanjang tahun 2012, harga daging sapi di Indonesia terus mengalami peningkatan. Padahal di awal tahun 2012 harga daging sapi hanya Rp 65.000/Kg.

"Satu faktor yang betul kami perhatikan pada awal tahun 2012 harga daging itu sekitar Rp 65.000/Kg. Itu menjelang lebaran naik sekitar Rp 85.000/Kg. Kemudian naik lagi di kisaran Rp 90.000-95.000/Kg," tuturnya.

Sampai saat ini, harga daging sapi masih pada kisaran Rp 90.000-95.000/kg. Bayu berkomentar jika harga daging saat ini masih pada kisaran Rp 90.000-95.000/kg, maka menjelang Lebaran tahun ini harga daging bisa meroket menjadi Rp 125.000/kg.

"Menggunakan logika yang sama saja. Kalau menjelang lebaran kita start dengan harga masih Rp 90.000-95.000/kg. Kita bayangkan saat Ramadhan dan lebaran harga bisa naik sampai Rp 125.000. Apa mau kita biarkan seperti itu. Apa konsekuensinya nambah kuota? ya nggak. Silahkan dong keluarkan sapinya, pasok dong kirim, tambah dagingnya," cetus Bayu.

(wij/hen)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!



Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Gb Senin, 27/10/2014 11:44 WIB
    Wawancara Khusus Menkeu
    Bambang Brodjonegoro: Kita Sebagai Menteri Bukan Superman
    Salah satu menteri Kabinet Kerja dari kalangan profesional adalah Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, yang didapuk sebagai Menteri Keuangan. Guru Besar Ekonomi Universitas Indonesia ini tidak asing dengan lingkungan Kementerian Keuangan.
  • Gb Kamis, 30/10/2014 08:45 WIB
    Ellen May: Bye-bye QE
    Quantitative Easing, kebijakan Pelonggaran Kualitatif adalah sebuah kebijakan moneter di AS. Sekarang kebijakan ini sudah selesai.


“Mau berinvestasi di pasar modal ? Mega Online Trading adalah solusinya”

www.megaonlinetrading.com

Info Lebih Lanjut