detikfinance

Impor Daging Sapi Tahun 2012 Terendah Dalam 5 Tahun Terakhir

Ramdhania El Hida - detikfinance
Minggu, 03/02/2013 15:57 WIB
//images.detik.com/content/2013/02/03/4/155543_daging2.jpg
Jakarta -Rencana pemerintah dalam mengurangi impor daging sepertinya mulai menunjukkan hasil. Pada tahun 2012, impor daging turun drastis hingga 50 persen dari 102,9 ribu ton di tahun 2011 menjadi hanya 40,3 ribu ton pada tahun 2012 lalu.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dikutip detikFinance, Minggu (3/2/2013), realisasi ini merupakan realisasi terendah dalam 5 tahun terakhir sejak tahun 2008. Pada tahun itu, RI mengimpor 91,6 ribu ton daging dengan nilai US$ 198,8 juta. Sementara pada tahun 2009, impor daging mencapai 110,2 ribu ton dengan nilai US$ 266,6 juta.

Sedangkan pada tahun 2010, impor daging melonjak pada titik tertinggi di 140 ribu ton dengan nilai mencapai US$ 395 juta. Kemudian mulai menurun pada tahun 2011 dengan volume impor daging sebesar 102,9 ribu ton dengan nilai US$ 321,4 juta dan kembali menurun pada tahun 2012 lalu dengan volume impor 40,3 ribu ton yang nilainya US$ 156,1 juta.

Impor daging ini berasal dari beberapa negara seperti Australia, Selandia Baru, Amerika Serikat, Kyrgyztan, Singapura, dan beberapa negara lainnya. Negara pengimpor terbesar adalah Australia dengan total impor pada tahun 2012 sebesar 29,4 ribu ton dengan nilai US$ 113,8 juta atau melebihi setengah dari jumlah daging yang diimpor.

Tidak hanya impor daging mentah yang menurun, impor sapi pun juga mengalami tren penurunan. Pada tahun 2008, impor sapi mencapai 202,9 ribu ton dengan nilai US$ 386,7 juta. Kemudian naik pada tahun 2009 menjadi 234,5 ribu ton dengan nilai US$ 438 juta dan kembali turun pada tahun 2010 menjadi 210,7 ribu ton dengan nilai US$ 450,1 juta.

Pada tahun 2011, impor sapi terus menurun menjadi 122,5 ribu ton dengan nilai US$ 328,3 juta dan pada tahun 2012 impor sapi sebesar 101,4 ribu ton dengan nilai US$ 285,9 juta.

Sapi-sapi impor ini berasal dari beberapa negara seperti Australia, Jepang, Malaysia, Timor Timur, Selandia Baru dan negara lainnya. Namun, sejak tahun 2011, impor sapi hanya dilakukan dengan Australia.
(nia/dru)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!



Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com


“Mau berinvestasi di pasar modal ? Mega Online Trading adalah solusinya”

www.megaonlinetrading.com

Info Lebih Lanjut