detikfinance

Dirut Kawasan Berikat: Belum Ada Perusahaan Tutup dan PHK Karena UMP Naik

Wiji Nurhayat - detikfinance
Selasa, 05/02/2013 11:52 WIB
Dirut Kawasan Berikat: Belum Ada Perusahaan Tutup dan PHK Karena UMP Naik Foto: Wiji-detikFinance
Jakarta -Kenaikan upah minimum provinsi (UMP) yang terjadi tahun ini di Jakarta membuat banyak pengusaha ingin hengkang. Namun manajemen Kawasan Berikat Nusantara (KBN) menyatakan belum ada perusahaan di lokasinya yang tutup.

"Sampai saat ini belum ada laporan perusahaan yang tutup dan kaloaumenguntungkan dia (perusahaan) akan jalan terus," kata Direktur Utama KBN HM Sattar Taba Sattar saat berbincang dengan detikFinance di Kantor Pusat KBN Cakung Jakarta Timur, Selasa (5/2/2013).

Namun Sattar mengatakan, saat ini para perusahaan sedang menunggu langkah kebijakan seperti apa yang akan dilakukan oleh pemerintah terkait UMP. Pengusaha hanya menginginkan kenaikan UMP tidak dilakukan secara sekaligus tetapi bertahap.

"Mereka itu pengusaha sekarang menunggu dan sangat mengharapkan penyesuaian upah minimum dilakukan seecara bertahap karena penyesuaian biaya cash flow," katanya.

Menurut Sattar, saat ini PT KBN mempunyai lahan seluas 620 hektar (ha). Sebanyak 180 ha di KBN Cakung 180 ha, 8 ha di Tanjung Priok, dan sisanya di KBN Marunda. Dari jumlah itu, sebanyak 250 perusahaan berdiri dan berinvestasi dengan melibatkan 105 ribu jumlah karyawan.

"Perusahaan di sini paling banyak itu padat karya yaitu garmen, tekstil dan ada juga elektronik. Namun saya katakan belum ada laporan perusahaan tutup dan PHK di Kawasan Berikat Nusantara," tandasnya.

(wij/dnl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Apa Saja Keuntungan Berinvestasi Obligasi? Kamis, 24/03/2016 17:19 WIB
    Apa Saja Keuntungan Berinvestasi Obligasi?
    Memilih investasi yang tepat bukan perkara mudah. Berbagai instrumen investasi ditawarkan mulai dari saham, obligasi, reksa dana, deposito, emas, dan lain-lain.
  • Perempuan Bergaji Rp 379 Miliar Kamis, 28/04/2016 07:10 WIB
    Perempuan Bergaji Rp 379 Miliar
    CEO perusahaan otomotif AS, General Motors (GM), Mary Barra, mendapatkan gaji US$ 28,6 juta atau sekitar Rp 379 miliar sepanjang 2015 lalu. Angka ini naik 77%.


“Mau berinvestasi di pasar modal ? Mega Online Trading adalah solusinya”

www.megaonlinetrading.com

Info Lebih Lanjut