detikfinance

Buruh di RI Suka Demo, BlackBerry Pilih Buka Pabrik di Malaysia

Dewi Rachmat Kusuma - detikfinance
Rabu, 06/02/2013 10:43 WIB
//images.detik.com/content/2013/02/06/1036/104719_demo.jpg
Jakarta -Kalangan pengusaha meminta aksi demo buruh yang rencananya dilakukan hari ini berlangsung dengan tertib. Karena aksi demo buruh ini berdampak negatif pada iklim investasi.

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) DKI Jakarta Sarman Simanjorang mengatakan, dulu RIM selaku produsen BlackBerry berencana buka pabrik di Indonesia, namun batal akibat kondisi iklim investasi yang tak kondusif di Indonesia, seperti demo buruh.

Akhirnya, produsen BlackBerry ini memilih untuk membuka pabriknya di Kuala Lumpur, Malaysia.

"RIM Blackberry tadinya mau ke Indonesia tapi dipindahkan ke Kuala Lumpur karena di sini ngga kondusif. Kita kan sudah ada dewan pengupahan, itu kan sudah mewakili, seharusnya ngga perlu demo," kata Sarman di sela sosialisasi pasar modal HIPPI Provinsi DKI Jakarta, di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (6/2/2013).

Karena itu, Sarman meminta aksi demo yang dilakukan hari ini diharapkan berjalan tertib agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat. Apalagi, kata dia, selama ini demo kerap diwarnai keributan. Hal itu, berdampak pada iklim investasi di Indonesia.

"Beberapa kali disampaikan kepada buruh tolong dijaga investasi kita karena salah satu penghambat investasi adalah buruh. Kalau mau demo yang tertib tapi kalau bisa menghindari demo," ujar Sarman.

Sementara itu, Sarman mengaku pernah dua kali disandera buruh terkait kebijakan Upah Minimum Provinsi (UMP).

"Saya pernah 2 kali disandera buruh. Tahun lalu dalam hal UMP, mereka memaksakan angka, kita disandera tidak boleh keluar. Harusnya pengusaha dan buruh itu saling bersinergi. Pengusaha tanpa butuh tidak berjalan, buruh tanpa pengusaha tidak jalan. Tidak ada pengusaha yang tidak menginginkan buruhnya sejahtera. Tapi kalau kenaikan upahnya sampai 44 persen itu kebablasan," tandasnya.
(dnl/dnl)





Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Gb Minggu, 21/12/2014 18:22 WIB
    Dari Tukang Kompor, Kamadjaya Jadi Bos Gula
    Presiden Direktur PT Gendhis Multi Manis Kamadjaya salah satu pengusaha gula yang mencoba berpikir di luar kebiasaan. Justru hal tersebut yang membawanya sukses.


“Mau berinvestasi di pasar modal ? Mega Online Trading adalah solusinya”

www.megaonlinetrading.com

Info Lebih Lanjut