Jepang 'Rayu' Pemerintah RI Bangun Pelabuhan Cilamaya di Karawang

Zulfi Suhendra - detikfinance
Senin, 11/02/2013 12:29 WIB
Halaman 1 dari 2
//images.detik.com/content/2013/02/11/1036/123137_165135prioks.jpg
Jakarta -Pengusaha Jepang berencana melakukan relokasi pabrik besar-besaran ke Indonesia, kemungkinan lokasinya di Karawang, Jawa Barat. Pemerintah Indonesia pun dirayu agar membangun pelabuhan Cilamaya.

Menteri Perindustrian MS. Hidayat mengatakan, pelabuhan Cilamaya ini masuk dalam program Metropolitan Priority Area (MPA) yang merupakan proyek-proyek infrastruktur unggulan Indonesia. Jepang berencana untuk membantu pembiayaan beberapa proyek MPA ini.

"Jadi kalau G2G (government to government) kan sudah tercapai waktu saya sama Hatta (Hatta Rajasa) akhir tahun lalu ke Jepang. Jadi MPA sudah disepakati. Itu kan ada rel kereta, ada kereta api, terus ada pembangunan proyek otomotif dan yang penting pelabuhan (Cilamaya)," kata Hidayat usai melakukan pertemuan dengan asosiasi pengusaha Jepang yaitu Kankeiren di kantor Kementerian Perindustrian, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin (11/2/2013).

Hidayat mengatakan, pelabuhan Cilamaya akan dibangun sebagai penunjang pelabuhan yang ada sekarang ini. "Sebagai pelabuhan laut yang akan dipakai untuk menyalurkan komoditi ekspor impor domestik maupun dari sana (Jepang)," lanjutnya.

Lebih lanjut Hidayat menambahkan, nantinya pelabuhan Cilamaya akan dibangun dengan sistem Build Operation Transfer (BOT), dengan kata lain, nantinya Jepang akan membangun sekaligus mengoperasikan, dalam kurun waktu tertentu, proyek tersebut akan menjadi aset pemerintah Indonesia.

"Jadi dia yang bangun, dia yang mengoperasikan. Nanti dia transfer balik ke Indonesia sebagai aset punya negara. Itu juga terjadi di negara lain. Nanti sekitar 25-30 tahun, itu betul-betul business to business," jelasnya. Ditargetkan, pada tahun ini proyek pelabuhan ini tersebut sudah bisa terealisasi.

Seperti diketahui, Pemerintah Indonesia berencana membangun proyek infrastruktur di Jabodetabek dalam program metropolitan priority area (MPA) senilai Rp 410 triliun. Dalam hal ini, Jepang siap membantu.Next

Halaman 12
(zul/dnl)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!



Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com


“Mau berinvestasi di pasar modal ? Mega Online Trading adalah solusinya”

www.megaonlinetrading.com

Info Lebih Lanjut