detikfinance

Jepang 'Rayu' Pemerintah RI Bangun Pelabuhan Cilamaya di Karawang

Zulfi Suhendra - detikfinance
Senin, 11/02/2013 12:29 WIB
Jepang Rayu Pemerintah RI Bangun Pelabuhan Cilamaya di Karawang
Jakarta -Pengusaha Jepang berencana melakukan relokasi pabrik besar-besaran ke Indonesia, kemungkinan lokasinya di Karawang, Jawa Barat. Pemerintah Indonesia pun dirayu agar membangun pelabuhan Cilamaya.

Menteri Perindustrian MS. Hidayat mengatakan, pelabuhan Cilamaya ini masuk dalam program Metropolitan Priority Area (MPA) yang merupakan proyek-proyek infrastruktur unggulan Indonesia. Jepang berencana untuk membantu pembiayaan beberapa proyek MPA ini.

"Jadi kalau G2G (government to government) kan sudah tercapai waktu saya sama Hatta (Hatta Rajasa) akhir tahun lalu ke Jepang. Jadi MPA sudah disepakati. Itu kan ada rel kereta, ada kereta api, terus ada pembangunan proyek otomotif dan yang penting pelabuhan (Cilamaya)," kata Hidayat usai melakukan pertemuan dengan asosiasi pengusaha Jepang yaitu Kankeiren di kantor Kementerian Perindustrian, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin (11/2/2013).

Hidayat mengatakan, pelabuhan Cilamaya akan dibangun sebagai penunjang pelabuhan yang ada sekarang ini. "Sebagai pelabuhan laut yang akan dipakai untuk menyalurkan komoditi ekspor impor domestik maupun dari sana (Jepang)," lanjutnya.

Lebih lanjut Hidayat menambahkan, nantinya pelabuhan Cilamaya akan dibangun dengan sistem Build Operation Transfer (BOT), dengan kata lain, nantinya Jepang akan membangun sekaligus mengoperasikan, dalam kurun waktu tertentu, proyek tersebut akan menjadi aset pemerintah Indonesia.

"Jadi dia yang bangun, dia yang mengoperasikan. Nanti dia transfer balik ke Indonesia sebagai aset punya negara. Itu juga terjadi di negara lain. Nanti sekitar 25-30 tahun, itu betul-betul business to business," jelasnya. Ditargetkan, pada tahun ini proyek pelabuhan ini tersebut sudah bisa terealisasi.

Seperti diketahui, Pemerintah Indonesia berencana membangun proyek infrastruktur di Jabodetabek dalam program metropolitan priority area (MPA) senilai Rp 410 triliun. Dalam hal ini, Jepang siap membantu.

Menko Perekonomian Hatta Rajasa menyatakan, dalam rangka program MPA Jabodetabek ini, ada 48 proyek dalam tahap identifikasi, 18 proyek fast track, dan 5 proyek flagship.

Lima proyek flagship seperti yang telah ditulis detikFinance antara lain MRT Cikarang-Balaraja, pelabuhan Cilamaya, perluasan Bandara Soekarno-Hatta, dan saluran limbah.

Dikatakan Hatta, pemerintah Indonesia akan membentuk tim pengawasan proyek-proyek ini dan mencoba mengatasi hambatan-hambatan yang ada.

Soal pelabuhan Cilamaya ini sempat diprotes oleh PT Pelindo II yang saat ini juga sedang melakukan pembangunan proyek Pelabuhan Kalibaru atau 'The New Tanjung Priok'.

(zul/dnl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
  • Laut Natuna Akan Dipenuhi dengan Nelayan RI Jumat, 26/08/2016 07:22 WIB
    Wawancara Sekjen KKP
    Laut Natuna Akan Dipenuhi dengan Nelayan RI
    Perairan Natuna menyimpan potensi perikanan yang sangat besar. Kekayaan itu membuat nelayan dari berbagai sering mencuri ikan di wilayah ini. P
  • Apa Saja Keuntungan Berinvestasi Obligasi? Kamis, 24/03/2016 17:19 WIB
    Apa Saja Keuntungan Berinvestasi Obligasi?
    Memilih investasi yang tepat bukan perkara mudah. Berbagai instrumen investasi ditawarkan mulai dari saham, obligasi, reksa dana, deposito, emas, dan lain-lain.
  • Doa Sri Mulyani di Hari Ulang Tahun Jumat, 26/08/2016 18:56 WIB
    Doa Sri Mulyani di Hari Ulang Tahun
    Sri Mulyani genap berusia 54 tahun. Usianya tergolong muda untuk ukuran orang yang berkali-kali menduduki jabatan penting skala nasional dan internasional.


“Mau berinvestasi di pasar modal ? Mega Online Trading adalah solusinya”

www.megaonlinetrading.com

Info Lebih Lanjut