detikfinance

Resesi dan Depresi Ekonomi Selalu Melahirkan Orang Kaya Baru

Tung Desem Waringin - detikfinance
Senin, 18/02/2013 11:53 WIB
Resesi dan Depresi Ekonomi Selalu Melahirkan Orang Kaya Baru
Jakarta -Seperti hukum alam yang ada siang dan malam, panas dan dingin, hujan dan terang, pasang dan surut, yang abadi di dunia ini adalah Tuhan dan Perubahan itu sendiri.

Robert Kiyosaki berharap bahwa perkiraan dia terhadap apa yang akan terjadi salah, mungkin pemerintah bisa terus membuat janji-janji untuk mengurus orang-orang : terus menaikkan pajak, dan terus tenggelam dalam hutang yang lebih besar.

Mungkin bursa saham akan selalu naik dan tidak pernah turun lagi dan mungkin harga–harga real estate akan selalu naik dan rumah Anda akan menjadi investasi terbaik. Dan mungkin jutaan orang akan menemukan kebahagiaan dengan memperoleh upah minimum serta bisa memberikan hidup yang baik bagi keluarga mereka.

Mungkin semua itu bisa terjadi. Tapi menurut Robert Kiyosaki tidak mungkin kalau kita berpatokan pada sejarah. Menurut sejarah, kalau orang hidup sampai 75 tahun, mereka akan mengalami dua resesi dan satu depresi.

Para baby boomer telah mengalami dua resesi, tapi belum mengalami depresi. Mungkin takkan pernah depresi lagi. Tapi menurut sejarah tidak begitu. Kita harus belajar sejarah ekonomi dan perubahannya yang lebih panjang dan perspektif yang lebih baik tentang asal dan tujuan kita.

Depresi bukan problem masa lalu, karena kita semua adalah manusia yang akan selalu mempunyai emosi serakah dan takut. Dan ketika rasa serakah dan takut bertabrakan , maka seseorang mengalami kerugian besar, dan emosi berikutnya adalah depresi. Depresi terdiri dari 2 emosi manusia :

1. Marah
2. Sedih

Marah kepada diri sendiri dan sedih karena kerugian. Depresi ekonomi adalah depresi emosi.

Di Indonesia atau di dunia ada siklus atau pola perubahan 12 tahunan. Diawali tahun 1945 ada kejadian Indonesia merdeka, dan perubahan ini menimbulkan peluang bisnis sehingga banyak orang kaya baru.

Tahun 1957 Malaysia merdeka, terjadi perubahan peta perdagangan di Asia Tenggara, banyak orang kaya baru. Tahun 1969 pemerintah orde baru membuat peluang dan membuat banyak orang kaya baru. Tahun 1981, terjadi booming saham di Asia Tenggara sehingga orang yang tidak pintar pun mampu membeli saham orang kaya. Tahun 1993, terjadi booming properti di Indonesia yang membuat banyak orang kaya baru.

Tahun 2005, di Indonesia, Singapore dan Malaysia tampil pemimpin baru, perubahan yang akan membuat orang kaya baru.

Mengapa di setiap resesi dan depresi, selalu ada orang miskin menjadi kaya, dan mengapa di setiap resesi dan depresi selalu banyak orang kaya yang menjadi dinosaurus yang punah? Menurut Robert Kiyosaki, orang akan tumbuh semakin kaya melalui perubahan-perubahan ketika orang tersebut terus belajar (open mind) dan berani mengambil risiko (take action).
Semoga bermanfaat.

Saya Tung Desem Waringin mengucapkan salam dahsyat!

(hen/hen)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Yuk, Menabung Saham Jumat, 13/11/2015 09:22 WIB
    Yuk, Menabung Saham
    Kemarin Wakil Presiden Jususf Kalla (JK) meluncurkan kampanye menabung saham. Seperti apa bentuknya dan bagaimana caranya?


“Mau berinvestasi di pasar modal ? Mega Online Trading adalah solusinya”

www.megaonlinetrading.com

Info Lebih Lanjut