detikfinance

BRI Sejahterakan Pensiunan Sesuai Aturan yang Berlaku

Bagus Kurniawan - detikfinance
Kamis, 21/02/2013 13:11 WIB
BRI Sejahterakan Pensiunan Sesuai Aturan yang Berlaku Foto: Dok. detikFinance
Yogyakarta -Menanggapi tuntutan para pensiunan di Yogyakarta, manajemen PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) memberikan penjelasan. Apa bunyinya?

"Apa yang menjadi tuntutan para pensiun telah kami tindaklanjuti sesuai aturan yang berlaku," ungkap Corporate Secretary BRI Muhammad Ali saat menemui perwakilan pensiunan BRI di kantor BRI Cik Ditiro, Yogyakarta, Kamis (21/2/2013).

Massa dari FKP3 perwakilan Jawa Tengah dan DIY itu sempat mendatangi kantor BRI Cik Ditiro Yogyakarta sebelum melanjutkan aksinya di Tugu Yogya hingga titik nol kilometer. Di tempat itu ditemui sejumlah pejabat BRI.

Menurut Ali, perusahaan tetap mengacu pada UU No 13/2003 seperti yang diatur dalam pasal 67 bagi pekerja yang memasuki usia pensiun normal. UU tersebut juga mensyaratkan adanya pembayaran pesangon sesuai ketentuan kepada setiap pensiunan bila perusahaan tidak mengikutsertakan pekerjanya dalam program pensiun.

"PT BRI telah memberikan jaminan perlindungan terkait hak-hak yang harus diterima setiap pensiunan," kata Ali.

Menurut Ali, hasil perhitungan atau perbandingan pesangon dengan uang pensiun terdapat tiga kondisi yang bebeda. Pertama, jumlah uang pensiun yang diterima lebih kecil pesangon, maka selisih kekurangannya (kompensasi pensiun) akan dibayar BRI. Kedua, jumlah uang pensiun yang diterima sama dengan pesangon (uang pensiun = pesangon), maka tidak ada kewajibn bagi BRI untuk membayarkan kompensasi pensiun kepada pensiunan.

Ketiga, jumlah uang pensiun yang diterima lebih besar dari pesangon, maka atas kelebihan itu, tidak perlu dikembalikan oleh pensiunan. "Itu merupakan penghargaan perusahaan bagi para pensiunan," kata Ali.

Dari hasl penetapan perhitungan itu lanjut Ali, manajemen telah menetapkan dan membayarkan selisih kurang atas besaran manfaat pensiun dibanding uang pesangon sesuai ketentuan.

"BRI telah membayarkan kepada 903 pensiunan yang berhak dari keseluruhan 6.623 orang pensiunan yang masuk pensiun normal mulai 25 Maret 2003- 31 Desember 2011 denga realisasi dana Rp 26,1 miliar," katanya.

Sedangkan untuk para pensiunan BRI yang memasuki usia pensiun normal mulai 1 Januari 2012 sampai 31 Deseber 2012 saat ini masih dalam proses penetapan perhitungan sesuai ketentuan.

"Kami mohon untuk bersabar karena saat ini penghitungan dan proses verifikasi ulang belum selesai," pinta Ali.
(bgs/dnl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Laut Natuna Akan Dipenuhi dengan Nelayan RI Jumat, 26/08/2016 07:22 WIB
    Wawancara Sekjen KKP
    Laut Natuna Akan Dipenuhi dengan Nelayan RI
    Perairan Natuna menyimpan potensi perikanan yang sangat besar. Kekayaan itu membuat nelayan dari berbagai sering mencuri ikan di wilayah ini. P
  • Apa Saja Keuntungan Berinvestasi Obligasi? Kamis, 24/03/2016 17:19 WIB
    Apa Saja Keuntungan Berinvestasi Obligasi?
    Memilih investasi yang tepat bukan perkara mudah. Berbagai instrumen investasi ditawarkan mulai dari saham, obligasi, reksa dana, deposito, emas, dan lain-lain.
  • Doa Sri Mulyani di Hari Ulang Tahun Jumat, 26/08/2016 18:56 WIB
    Doa Sri Mulyani di Hari Ulang Tahun
    Sri Mulyani genap berusia 54 tahun. Usianya tergolong muda untuk ukuran orang yang berkali-kali menduduki jabatan penting skala nasional dan internasional.


“Mau berinvestasi di pasar modal ? Mega Online Trading adalah solusinya”

www.megaonlinetrading.com

Info Lebih Lanjut