detikfinance

Perangi Kemiskinan, Orang Terkaya India Sumbang Rp 22 Triliun

Zulfi Suhendra - detikfinance
Minggu, 24/02/2013 11:54 WIB
Halaman 1 dari 2
//images.detik.com/content/2013/02/24/68/115850_azimpremjiforbes.jpeg foto:Forbes
New Delhi -Mejadi orang terkaya, memiliki banyak aset dan harta tak selalu menjadikan seseorang lupa pada kepentingan sosial khususnya bidang pendidikan.

Contohnya konglomerat pembuat perangkat lunak asal India, Azim Premji yang telah menyumbangkan US$ 2,3 miliar atau sekitar Rp 22 triliun ke yayasan pendidikan yang dikendalikannya. Angka sumbangan ini merupakan terbesar dalam sejarah India.

Sumbangan ini merupakan pemberian kedua yang diberikan Azim Premji, setelah pada tahun 2010, ia juga memberikan sumbangan sebesar hampir US$ 2 miliar atau sekitar Rp 19 triliun.

Hal ini ia lakukan tak lama setelah ia bergabung pada sebuah grup bersama miliuner penemu Microsoft Bill Gates, dan konglomerat Warren Buffet. Azim Premji merupakan orang India pertama yang bergabung dalam grup ini.

"Mereka yang memiliki keiistimewaan dalam memiliki kekayaan harus memberikan kontribusi yang signifikan untuk mencoba dan menciptakan dunia yang lebih baik bagi jutaan orang yang jauh kurang beruntung," ungkap Premji dikutip dari AFP, Minggu, (24/2/2013)

Pihak perusahaan perangkat lunak yang dikelola Premji yaitu Wipro, pada hari Sabtu kemarin, menyumbangkan saham senilai US$ 2,3 miliar dari perusahaannnya ke yayasan pendidikan yang dikendalikannya. Premji juga merupakan orang terkaya ke-3 di India menurut Forbes dengan total kekayaan bersih mencapai US$ 16 miliar, pada tahun 2012.

Premji yang juga mewarisi perusahaan minyak goreng ini dan mentransformasikannya menjadi sebuah perusahaan alih daya ketiga terbesar ini mengatakan, sumbangan yang ia berikan tersebut adalah untuk meningkatkan kinerja yayasan secara signifikan.Next

Halaman 12
(zul/hen)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!



Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Gb Senin, 27/10/2014 11:44 WIB
    Wawancara Khusus Menkeu
    Bambang Brodjonegoro: Kita Sebagai Menteri Bukan Superman
    Salah satu menteri Kabinet Kerja dari kalangan profesional adalah Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, yang didapuk sebagai Menteri Keuangan. Guru Besar Ekonomi Universitas Indonesia ini tidak asing dengan lingkungan Kementerian Keuangan.
  • Gb Kamis, 30/10/2014 08:45 WIB
    Ellen May: Bye-bye QE
    Quantitative Easing, kebijakan Pelonggaran Kualitatif adalah sebuah kebijakan moneter di AS. Sekarang kebijakan ini sudah selesai.


“Mau berinvestasi di pasar modal ? Mega Online Trading adalah solusinya”

www.megaonlinetrading.com

Info Lebih Lanjut