detikfinance

Seputar 'Kartu Sakti'

Hanya Bermodalkan KTP, Membuat Kartu Kredit Sangat Mudah

Herdaru Purnomo - detikfinance
Senin, 04/03/2013 10:10 WIB
Hanya Bermodalkan KTP, Membuat Kartu Kredit Sangat Mudah
Jakarta -Bank dan penerbit kartu kredit masih terus gencar melakukan promosi untuk menggaet nasabah baru. Meskipun Bank Indonesia (BI) telah mengeluarkan aturan baru yang lebih ketat, pencarian nasabah dengan banyak iming-iming terus ditawarkan kepada masyarakat.

Bank dan penerbit bahkan memberikan kemudahan bagi calon nasabah yang sebelumnya telah memiliki kartu kredit. Hanya bermodalkan KTP dan fotocopy kartu kredit yang telah dimiliki, maka nasabah bisa mendapatkan kartu kredit dari bank lainnya.

Padahal BI sendiri, sesuai Surat Edaran Bank Indonesia No.14/27/DASP tanggal 25 September 2012 perihal Mekanisme Penyesuaian Kepemilikan Kartu Kredit telah memberikan 'warning' kepada bank dan penerbit untuk membatasi kepemilikan kartu kredit bagi setiap nasabah.

Penelusuran detikFinance di sebuah Mal yang terletak di Thamrin, Jakarta, terlihat beberapa bank melalui 'sang marketing' menghampiri para konsumen yang tengah berbelanja sambil menawarkan kartu kreditnya.

"Boleh pak kartu kreditnya, free annual fee seumur hidup lho," ungkap seorang marketing dari sebuah bank asing, Minggu (4/3/2013).

"Syaratnya gampang Pak, KTP saja nanti saya isikan," imbuhnya.

Jika sang calon nasabah mengaku sudah punya kartu kredit maka sang marketing berani menawarkan limit yang lebih besar di atas kartu kredit yang sudah dimiliki si calon nasabah.

"Jika sudah punya kartu kredit malah lebih gampang pak. Dapat limit besar ditambah dengan syarat yang cukup mudah fotocopy KTP, tanda tangan dan fotocopy kartu kredit yang sudah dimiliki saja," terang marketing tersebut.

Sang marketing pun berjanji paling lambat 2 minggu kartu kredit baru akan dikirimkan kepada nasabahnya.

Juru Bicara BI, Difi Johansyah mewanti-wanti pihak bank maupun penerbit agar tetap mengindahkan segala aturan yang telah dibuat BI.

"Semua sudah diatur BI sebagai bentuk untuk meningkatkan penerapan aspek kehati-hatian, dan aspek manajemen risiko pemberian kredit dalam penyelenggaraan Alat Pembayaran dengan Menggunakan Kartu (APMK). Jika bank tidak mengindahkan maka siap terkena sanksi BI," tutur Difi ketika berbincang dengan detikFinance, Senin (4/3/2013).

"Dari minimal penghasilan hingga pembatasan kepemilikan kartu kredit itu sudah diatur. Entah bagaimana bank melakukan promosi dan seperti apa itu terserah bank. Namun jika dalam proses pemberikan kartu kredit ada yang dilanggar maka bank maupun penerbit siap menerima sanksi," tegas BI.
Punya pengalaman unik seputar kartu kredit? Yuk kita bagi-bagi dengan mengirim ke redaksi@detikfinance.com dengan subjek: Kartu Kredit.
(dru/dnl)

Baca Juga


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Apa Saja Keuntungan Berinvestasi Obligasi? Kamis, 24/03/2016 17:19 WIB
    Apa Saja Keuntungan Berinvestasi Obligasi?
    Memilih investasi yang tepat bukan perkara mudah. Berbagai instrumen investasi ditawarkan mulai dari saham, obligasi, reksa dana, deposito, emas, dan lain-lain.


“Mau berinvestasi di pasar modal ? Mega Online Trading adalah solusinya”

www.megaonlinetrading.com

Info Lebih Lanjut