detikfinance

Harga Tiket KRL Ekonomi Rp 2.000, Sudah 12 Tahun Tak Naik

Feby Dwi Sutianto - detikfinance
Senin, 04/03/2013 11:36 WIB
Harga Tiket KRL Ekonomi Rp 2.000, Sudah 12 Tahun Tak Naik
Jakarta -Tiket KRL Commuter Line Jabodetabek kelas ekonomi (subsidi) sudah 12 tahun tak naik. Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Ignasius Jonan menyatakan tiketnya sudah terlalu murah untuk saat ini.

Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu mengelola KRL Commuter Line Jabodetabek kelas ekonomi dan kelas ac (non subsidi). Harga tiket KRL kelas ekonomi dibanderol Rp 2.000 untuk semua jurusan jauh-dekat, sekali jalan.

"Jakarta Bota-bogor untuk ekonomi Rp 2.000. Yang AC harga tiketnya Rp 9.000. Yang Rp 2.000, itu enggak naik sejak 10 tahun sampai 12 tahun. Itu keputusan di Kemenhub," tutur Jonan di depan Rapat Dengar Pendata (RDP) di Komisi XI Senayan Jakarta, Senin (4/3/2013).

Jonan menjelaskan besaran anggaran subsidi yang dialokasikan pemerintah untuk kereta angkut penumpang kelas ekonomi termasuk KRL ekonomi mencapai Rp 623 miliar di 2012. Namun, besaran subsidi sebanding dengan pajak yang harus dibayarkan KAI ke negara sebesar Rp 609,38 miliar.

Terkait anggaran subsidi 2013, Jonan menegaskan andaikata dana subsidi dipotong maka KAI pun tak segan memotong pelayanan KRL ekonomi kepada penumpang namun tetap memperhatikan aspek keselamatan.

"Subsidi, kembali ke kelas ekonomi. Kalau ini subsidi dipotong pelayanan kami potong karena terkait perawatan," tambahnya.

(feb/ang)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
  • Apa Saja Keuntungan Berinvestasi Obligasi? Kamis, 24/03/2016 17:19 WIB
    Apa Saja Keuntungan Berinvestasi Obligasi?
    Memilih investasi yang tepat bukan perkara mudah. Berbagai instrumen investasi ditawarkan mulai dari saham, obligasi, reksa dana, deposito, emas, dan lain-lain.
  • CEO Ini Digaji Rp 1 Triliun Selasa, 03/05/2016 06:53 WIB
    CEO Ini Digaji Rp 1 Triliun
    Martin Sorrell, pada 2015 lalu dibayar 70 juta poundsterling (US$ 102 juta) atau lebih dari Rp 1 triliun oleh perusahaannya.


“Mau berinvestasi di pasar modal ? Mega Online Trading adalah solusinya”

www.megaonlinetrading.com

Info Lebih Lanjut
MustRead close