detikfinance

Ratusan PNS Kena Sanksi Akibat 'Kumpul Kebo', Perselingkuhan dan Bolos Kerja

Herdaru Purnomo - detikfinance
Senin, 11/03/2013 12:16 WIB
Ratusan PNS Kena Sanksi Akibat Kumpul Kebo, Perselingkuhan dan Bolos Kerja
Jakarta -Badan Pertimbangan Kepegawaian (BAPEK) telah memberikan sanksi akibat banyaknya pelanggaran yang dilakukan ratusan Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Bapek juga telah memberhentikan 25 PNS yang kedapatan menjadi calo dalam penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) selama kurun waktu 2010 hingga Februari 2013. Dari jumlah itu, tiga orang diantaranya dilakukan pada awal tahun 2013 ini, dalam sidang BAPEK pada tanggal 1 Maret 2013.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN) Azwar Abubakar mengatakan, pihaknya tidak akan memberikan toleransi terhadap PNS yang melakukan berbagai pelanggaran, mulai dari tindakan displin sampai dengan kawin cerai yang tidak sesuai dengan aturan. Terlebih bagi PNS yang melakukan penyalahgunaan wewenang, misalnya menjadi calo CPNS.

Azwar yang juga menjabat sebagai Ketua BAPEK mengungkapkan, sejak tahun 2010 sebanyak 627 PNS dijatuhi sanksi.

"Tahun 2012 paling banyak, yakni 322 PNS," ujarnya seperti dikutip detikFinance dari situs resmi MenPAN, Senin (11/3/2013).

Tercatat pada tahun 2010 ada 166 PNS yang dijatuhi sanksi, tahun 2011 ada 89 orang, dan dialami dua bulan pertama 2013 ini BAPEK sudah menjatuhkan sanksi terhadap 50 PNS.

Dari 627 orang, sebanyak 511 orang dijatuhi hukuman karena melakukan pelanggaran terhadap PP No. 53/2010 tentang Displin PNS. Paling banyak PNS yang tidak masuk kerja (TMK), yakni 265 orang.

Ada juga yang melakukan pemalsuan dokumen, penipuan, narkotika, melakukan pungutan liar, perzinahan/perselingkuhan dan lain-lain. Khusus yang menjadi calo CPNS, sebanyak 25 orang selama 2010 sampai Februari 2013. Tiga orang diantaranya dijatuhi sanksi dalam sidang Bapek tanggal 1 Maret 2013 silam.

Sedangkan PNS yang dijatuhi hukuman karena pelanggaran terhadap PP No. 45/1990 tentang Ijin Kawin tercatat ada 115 orang.

"Sebanyak 64 orang melakukan kawin/cerai tanpa ijin pejabat yang berwenang, ada juga yang menjadi isteri kedua, serta PNS yang hidup bersama tanpa ikatan perkawinan yang sah (kumpul kebo)," jelas Azwar.

Diakuinya, kehadiran calo CPNS selama ini sulit diberantas, karena korban juga enggan melapor. Namun dengan penjatuhan sanksi terhadap calo-calo CPNS ini diharapkan bisa menyadarkan masyarakat, bahwa saat ini sudah tidak ada tempat lagi bagi calo dalam setiap penerimaan CPNS.

Masyarakat diminta tidak mempercayai kalau ada pihak-pihak tertentu, termasuk pegawai di suatu instansi yang mengaku dapat membantu meloloskan anak atau saudaranya untuk menjadi CPNS dengan sejumlah imbalan.

"Mantu saya saja tidak diterima karena tidak lulus test," ujarnya.

Terkait dengan PNS yang menjadi calo CPNS ini, diakuinya ada yang merupakan pegawai Badan Kepegawaian Negara (BKN). Dalam sidang BAPEK tanggal 1 Maret 2013 lalu, dua PNS dari BKN dipecat karena menjadi calo CPNS.

(dru/ang)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Laut Natuna Akan Dipenuhi dengan Nelayan RI Jumat, 26/08/2016 07:22 WIB
    Wawancara Sekjen KKP
    Laut Natuna Akan Dipenuhi dengan Nelayan RI
    Perairan Natuna menyimpan potensi perikanan yang sangat besar. Kekayaan itu membuat nelayan dari berbagai sering mencuri ikan di wilayah ini. P
  • Apa Saja Keuntungan Berinvestasi Obligasi? Kamis, 24/03/2016 17:19 WIB
    Apa Saja Keuntungan Berinvestasi Obligasi?
    Memilih investasi yang tepat bukan perkara mudah. Berbagai instrumen investasi ditawarkan mulai dari saham, obligasi, reksa dana, deposito, emas, dan lain-lain.
  • Doa Sri Mulyani di Hari Ulang Tahun Jumat, 26/08/2016 18:56 WIB
    Doa Sri Mulyani di Hari Ulang Tahun
    Sri Mulyani genap berusia 54 tahun. Usianya tergolong muda untuk ukuran orang yang berkali-kali menduduki jabatan penting skala nasional dan internasional.


“Mau berinvestasi di pasar modal ? Mega Online Trading adalah solusinya”

www.megaonlinetrading.com

Info Lebih Lanjut