detikfinance

90 Perusahaan Cabut dari DKI, Jokowi: Nggak Apa-apa

Ray Jordan - detikfinance
Senin, 18/03/2013 14:49 WIB
//images.detik.com/content/2013/03/18/4/145239_jokowowo.jpg
Jakarta -Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mencatat 90 perusahaan yang bergerak di sektor garmen dan tekstil telah berpindah lokasi ke Jawa Tengah dari yang semulanya di DKI Jakarta. Hal ini diakibatkan Upah Minimum Provinsi DKI Jakarta terlalu tinggi. Apa kata Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo?

"Ya nggak apa-apa. Kan perusahaan selalu melihat peluang. Kalau peluangnya lebih bagus di sana (Jateng) karena upah pekerjanya lebih murah dan menguntungkan, maka akan berpindah," ungkap Jokowi ketika berbincang dengan detikFinance di kawasan Jakarta Utara, Senin (18/3/2013).

Ia mengibaratkan dalam berbisnis setiap perusahaan mencari peluang. Sama halnya di sebuah negara jika terjadi krisis banyak perusahaan akan hengkang.

"Nanti yang dari negara lain juga sama. Mislanya di Eropa berat, lari ke China. Di China berat terus akan lari ke Indonesia. Jadi dalam bisnis itu biasa lah," jelasnya.

Jokowi tidak takut akan pendapatan daerah yang akan berkurang akibat dari hengkangnya 90 perusahaan ini.

"Biasa sajalah. Kan ada yang lain lagi," tutup Jokowi.

(dru/ang)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!



Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Gb Selasa, 30/09/2014 08:17 WIB
    Muda dan Cantik, Ini Miliuner AS Berharta Rp 49 Triliun
    Jajaran perempuan yang masuk daftar 400 orang terkaya AS versi Forbes didominasi oleh mereka yang berumur 45 tahun ke atas. Namun ada satu perempuan muda nan cantik yang masuk daftar orang terkaya di AS.


“Mau berinvestasi di pasar modal ? Mega Online Trading adalah solusinya”

www.megaonlinetrading.com

Info Lebih Lanjut
MustRead close