detikfinance

Laporan dari Myanmar

Jokowi Ternyata Sudah Dikenal Hingga Myanmar

Feby Dwi Sutianto - detikfinance
Kamis, 04/04/2013 09:56 WIB
http://us.images.detik.com/content/2013/04/04/68/095308_jokowi.jpg Foto: Dok. detikFinance
Yangon -Sosok Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) ternyata sudah dikenal hingga ke Myanmar. Seorang wanita berkewarganegaraan Myanmar Ei May Zin mengaku dirinya ternyata mengetahui dan mengenal sosok Jokowi. Menurutnya Jokowi adalah sosok pemimpin yang baik.

"Dia orangnya baik dan ramah," tutur Zein kepada detikFinance di Yangon, Myanmar, Rabu (3/4/2014).

Meskipun agak sulit mengeja nama Jokowi, ia pun bercerita asal mula dirinya mengenal sosok Jokowi. Wanita asal Burma berusia 27 tahun ini mengatakan, dirinya mengenal jokowi ketika belajar selama 1 tahun pada 2011 di Indonesia. Ia mengambil kuliah Bahasa Indonesia di Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Solo dan musik di Institut Seni Indonesia (ISI) Solo.

"Dengan beberapa teman waktu di Solo, kita pernah ada jamuan makan dengan Pak Jokowi. Waktu itu dia masih jadi Walikota Solo," sebut Zein dengan Bahasa Indonesia yang cukup lancar namun masih kental aksen Myanmar.

Zein saat itu mengobrol santai bersama para rombongan delegasi Indonesia saat mengiringi kunjungan dan kerja sama bisnis yang dipimpin Menko Perekonomian Hatta Rajasa, terlihat sudah bisa bahasa Jawa, meskipun hanya sedikit-sedikit. Zein merupakan salah seorang guru di Indonesia International School Yangon (IISY).

Ia ke belajar ke Indonesia atas biaya Kedutaan Besar Republik Indonesai (KBRI) Yangon. Zein dan beberapa rekan guru di IISY dikirim ke Indonesia selama 1 tahun untuk mendukung pengembangan kurikulum dan pengetahuan tentang bahasa dan budaya Indonesia.

Kepala Sekola IISY Sirdjanul Ghufron menjelaskan, dengan menggunakan dua kurikulum yakni kurikulum Indonesia (KTS) dan kurikulum internasional yang bekerjasama dengan British Council di Yangon, pihaknya tidak sekedar hanya mengajar dalam bahasa Inggris saja.

Tetapi membangun dan memperkenalkan suasana dan budaya Indonesia. Salah satu caranya ialah mengirim para guru lokal di IISY ke Indonesia untuk belajar bahasa dan budaya.

"Jumlah guru 43 orang, 9 orang dari Indonesia, 32 orang dari Myanmar, 1 orang dari Australia, 1 orang Amerika Serikat. Dengan jumlah siswa 480 orang, 47 orang dari Indonesia, 425 orang Myanmar, 3 orang Korea, 2 orang Singapura, 2 orang Vietnam, dan 1 orang Malaysia," tambahnya.


(feb/dnl)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!



Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Gb Senin, 21/07/2014 17:45 WIB
    Bos Blue Bird Bicara Soal Kursi Ketua Hipmi
    Jumat (18/07/2014) lalu, detikFinance berkesempatan mewawancarai Bayu Priawan Djokosoetono, Bendahara Umum Hipmi. Bayu dikabarkan mencalonkan diri untuk menjadi ketua umum Hipmi selanjutnya.
  • Gb Minggu, 03/08/2014 18:18 WIB
    Ini Penyebab Klaim Asuransi Kecelakaan Tak Bisa Cair
    Beberapa kasus ada saja pemegang asuransi kecelakaan yang sulit mencairkan klaimnya. Berikut ini beberapa hal yang menyebabkan klaim asuransi kecelakaan sulit atau bahkan tak bisa cair.


“Mau berinvestasi di pasar modal ? Mega Online Trading adalah solusinya”

www.megaonlinetrading.com

Info Lebih Lanjut