detikfinance

Tren Baju Kotak-kotak Sekarang Digeser Jas Koko Jokowi

Dewi Rachmat Kusuma - detikfinance
Senin, 08/04/2013 12:28 WIB
http://us.images.detik.com/content/2013/04/08/4/124138_jasko.jpg Foto: Dewi-detikFinance
Jakarta -Saat ini tren kemeja kotak-kotak yang pernah tenar karena digunakan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) saat kampanye, mulai bergeser. Tren tersebut digeser oleh jas koko atau jasko Jokowi.

Jasko adalah baju muslim koko ala Jokowi yang bercirikan 3 kantong, satu di atas bagian dada dan dua kantong di samping kanan kiri.

"Kalau baju koko kan biasanya kantongnya 2 kanan kiri. Jasko, jas koko ini kayak jas tapi modelnya Jokowi kantongnya 3," kata Hendrik (32) karyawan Toko Syahid Enterprise saat disambangi detikFinance di pusat grosir Tanah Abang, Jakarta Pusat, Minggu (7/4/2013).

Jasko ini, kata Hendrik, dijual dengan harga berkisar antara Rp 130 ribu sampai Rp 140 ribu. Warnanya mulai dari putih tulang, abu-abu, hitam, cokelat, krem, dan ungu. "Yang paling laku yang warna putih tulang," katanya.

Biasanya Jasko ini banyak diserbu oleh para Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau pun pegawai pemerintahan. Tapi tak sedikit, orang dari kalangan biasa pun mencari baju muslim koko ala Jokowi ini.

"PNS DKI kan wajib pakai baju koko tiap Rabu. Nah, kan Jokowi yang nerapin, makanya dikasih nama Jasko ala Jokowi, padahal sih bajunya, baju koko betawi," terangnya.

Hendrik mengaku, Jasko ini punya omzet yang tidak sedikit. Nama Jokowi rupanya memberikan daya tarik bagi pembeli. Untuk sehari saja, kata dia, pihaknya bisa meraup omzet Rp 1 juta hingga Rp 4 juta dari berjualan Jasko ini.

"Dibilang laku sih laku. Karena orang identik dengan Jokowi. Orang Indonesia kan pada ngikutin tren," cetusnya.

Jasko ini diakui Hendrik dibuat di dalam negeri, produk lokal. "Ini produk sendiri. Jokowi kan Indonesia banget. Modelnya 3 kantong. Dasarnya koko betawi karena Jokowi mengeluarkan setiap hari Rabu pakai baju koko jadi ya namanya itu," tandasnya.
(dnl/dnl)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!



Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Gb Senin, 21/07/2014 17:45 WIB
    Bos Blue Bird Bicara Soal Kursi Ketua Hipmi
    Jumat (18/07/2014) lalu, detikFinance berkesempatan mewawancarai Bayu Priawan Djokosoetono, Bendahara Umum Hipmi. Bayu dikabarkan mencalonkan diri untuk menjadi ketua umum Hipmi selanjutnya.
  • Gb Minggu, 03/08/2014 18:18 WIB
    Ini Penyebab Klaim Asuransi Kecelakaan Tak Bisa Cair
    Beberapa kasus ada saja pemegang asuransi kecelakaan yang sulit mencairkan klaimnya. Berikut ini beberapa hal yang menyebabkan klaim asuransi kecelakaan sulit atau bahkan tak bisa cair.


“Mau berinvestasi di pasar modal ? Mega Online Trading adalah solusinya”

www.megaonlinetrading.com

Info Lebih Lanjut